sukuk
30 Jun 2025

Sukuk Ritel Vs Sukuk Tabungan, Smart Investor Pilih Mana?

Poin Penting:

Smart investor perlu memahami perbedaan SR dan ST untuk menentukan pilihan investasi syariah yang paling menguntungkan.

  • Apa Itu Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan: Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan adalah instrumen investasi syariah berbasis obligasi negara dengan karakteristik berbeda.
  • Perbandingan Sukuk Ritel vs Sukuk Tabungan: Perbandingan keduanya mencakup tenor, likuiditas, pembayaran kupon, dan fitur pencairan dana.
  • Smart Investor Pilih Mana: Pilihan terbaik ditentukan oleh kebutuhan arus kas, tujuan jangka waktu, dan preferensi fleksibilitas investasi.
  • Memilih Aplikasi Investasi Terbaik: Aplikasi DBS digibank memudahkan jual beli obligasi pemerintah dengan fitur lengkap, aman, dan berbasis syariah.

 

 

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk keuangan berbasis prinsip syariah, instrumen Sukuk Negara kian dilirik sebagai pilihan investasi yang halal dan aman. Di antara berbagai pilihan, Sukuk Ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST) menjadi dua produk yang paling banyak menarik perhatian investor. Meskipun keduanya diterbitkan langsung oleh pemerintah dan mengusung prinsip syariah, terdapat sejumlah perbedaan signifikan yang wajib dipahami sebelum memutuskan pilihan. Jika Sahabat digibank sedang mempertimbangkan investasi obligasi syariah, simak penjelasan di bawah untuk membantu Anda menentukan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan tujuan keuangan.

 

Apa Itu Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan?

Sukuk Ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST) adalah jenis surat berharga negara berbasis syariah yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia untuk mendanai pembiayaan APBN. Keduanya merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas basis investor domestik, sekaligus memberikan akses kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan negara secara aman dan sesuai prinsip syariah.

1.     Sukuk Ritel

Sukuk Ritel adalah instrumen investasi syariah yang dapat dibeli oleh individu WNI melalui mekanisme pasar primer. Sukuk ini memiliki tenor 3 tahun dan 5 tahun, dan memberikan imbal hasil (kupon) tetap yang dibayarkan setiap bulan. Menariknya, SR dapat diperjualbelikan kembali di pasar sekunder, memberi fleksibilitas bagi investor yang ingin mencairkan dana sebelum jatuh tempo. Inilah salah satu alasan mengapa SR populer di kalangan investor yang menginginkan likuiditas lebih tinggi dalam portofolio investasi obligasi Anda.

2.     Sukuk Tabungan

Berbeda dengan SR, Sukuk Tabungan adalah jenis sukuk non-tradable alias tidak bisa diperjualbelikan kembali di pasar sekunder sehingga hanya bisa dicairkan pada saat jatuh tempo atau melalui mekanisme early redemption (dengan batasan tertentu).

Selain itu, tenornya lebih pendek, yakni hanya 2 tahun. Imbal hasilnya bersifat floating with floor artinya imbal hasilnya bisa berubah mengikuti BI 7DRR, namun tidak akan turun di bawah tingkat minimum (floor) yang telah ditetapkan saat penerbitan.

ST dirancang untuk investor individu yang mencari kemudahan dan kepastian dalam investasi, serta tersedia fitur early redemption di mana sebagian dana dapat dicairkan lebih awal dengan ketentuan tertentu. Karena tidak diperdagangkan, proses investasinya lebih sederhana dan cocok bagi pemula.

 

Perbandingan Sukuk Ritel vs Sukuk Tabungan

Meskipun sama-sama merupakan produk Sukuk Negara berbasis syariah, Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan memiliki karakteristik yang berbeda dari segi tenor, cara kerja, fitur, dan fleksibilitas. Perbedaan ini membuat masing-masing produk cocok untuk tipe investor yang berbeda pula. Berikut adalah penjelasan mendalam tentang aspek-aspek yang membedakan keduanya.

1.     Tenor dan Jatuh Tempo

Sukuk Ritel memiliki jangka waktu investasi atau tenor selama 3 tahun, menjadikannya pilihan ideal untuk investor yang ingin berkomitmen pada instrumen investasi syariah dalam jangka menengah. Jangka waktu ini memberikan cukup ruang untuk perencanaan keuangan seperti dana pendidikan anak, biaya renovasi rumah, atau investasi rutin jangka menengah.

Sementara itu, Sukuk Tabungan memiliki tenor yang lebih singkat, yaitu 2 tahun. Tenor yang lebih pendek ini cocok bagi investor pemula atau Anda yang memiliki kebutuhan dana dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Misalnya rencana liburan keluarga dalam dua tahun mendatang—ST bisa menjadi cara yang tepat untuk mempersiapkan dananya tanpa terkena risiko investasi yang tinggi.

2.     Pembayaran Imbal Hasil (Kupon)

Perbedaan lainnya terletak pada frekuensi pembayaran kupon. Sukuk Ritel memberikan kupon setiap tiga bulan (triwulanan), sehingga pendapatan dari investasi ini diterima lebih jarang namun dalam jumlah yang relatif lebih besar per pembayaran. Ini cocok untuk Anda yang tidak memerlukan arus kas bulanan, atau lebih nyaman menerima pendapatan dalam siklus per kuartal untuk dialokasikan ke pos keuangan tertentu.

Sukuk Tabungan memberikan kupon dengan frekuensi bulanan, yang sangat menarik bagi investor yang ingin mendapatkan penghasilan pasif yang lebih rutin. Dengan kupon bulanan, investor bisa memanfaatkan dana tersebut untuk kebutuhan harian, membayar cicilan, atau dialihkan ke instrumen lain secara lebih aktif. Sistem ini cocok bagi Anda yang ingin membangun arus kas tetap dari investasi obligasi syariah tanpa perlu menunggu tiga bulan sekali.

3.     Likuiditas dan Fleksibilitas

Sukuk Ritel memiliki fitur perdagangan di pasar sekunder, artinya Anda bisa menjual kembali SR sebelum jatuh tempo melalui mekanisme bursa efek, jika suatu saat Anda membutuhkan dana tunai mendadak. Fitur ini memberi fleksibilitas tinggi karena Anda tidak harus menunggu 3 tahun penuh untuk mencairkan dana. Namun, harga jual bisa dipengaruhi oleh kondisi pasar, sehingga nilai yang Anda terima bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai awal tergantung fluktuasi pasar.

Sebaliknya, Sukuk Tabungan tidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. Dana Anda akan dikunci selama 2 tahun, kecuali Anda menggunakan fitur early redemption. Meski demikian, ketidaktersediaan pasar sekunder membuat ST lebih cocok untuk investor yang tidak ingin terpengaruh fluktuasi pasar dan mengutamakan kestabilan nilai investasi. Anda tidak perlu memantau pasar setiap waktu, karena instrumen ini memang dirancang untuk “dipegang” sampai jatuh tempo.

4.     Fitur Early Redemption

Fitur ini khusus tersedia pada Sukuk Tabungan. Dengan fitur early redemption, investor dapat mencairkan hingga 50% dari total nilai investasi setelah satu tahun masa kepemilikan, dengan ketentuan dan waktu yang ditetapkan oleh pemerintah. Ini memberi rasa aman bagi investor yang tetap ingin memiliki opsi darurat tanpa harus menjual seluruh portofolio.

Sukuk Ritel tidak memiliki fitur ini resmi dari pemerintah. Jika Anda ingin mencairkan SR sebelum jatuh tempo, Anda hanya bisa melakukannya dengan menjualnya di pasar sekunder. Karena itu, investor SR harus siap menghadapi risiko pasar, termasuk kemungkinan harga jual yang lebih rendah dari harga beli jika pasar sedang turun.

5.     Tingkat Risiko

Baik Sukuk Ritel maupun Sukuk Tabungan merupakan investasi obligasi syariah yang dijamin 100% oleh pemerintah Indonesia, sehingga memiliki tingkat risiko yang sangat rendah dibandingkan dengan instrumen pasar lainnya. Namun, tetap ada perbedaan dari sisi potensi kerugian.

Pada Sukuk Ritel, karena bisa diperdagangkan, Anda bisa saja menjualnya dengan harga yang lebih rendah dari nilai nominal jika kondisi pasar tidak menguntungkan. Artinya, ada risiko capital loss jika penjualan dilakukan sebelum jatuh tempo. Sementara pada Sukuk Tabungan, karena tidak diperdagangkan, nilai pokok akan dikembalikan secara utuh saat jatuh tempo tanpa risiko pasar. Risiko satu-satunya hanya jika Anda mencairkan melalui early redemption, yang hanya dapat dilakukan sebagian dan dengan batasan tertentu.

 

Baca Juga: Cara Memantau Pergerakan Harga Obligasi di Pasar Sekunder

 

Smart Investor Pilih Mana?

Pilihan antara Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan sangat bergantung pada kebutuhan, gaya investasi, dan perencanaan keuangan Anda.

1.     Pilih Sukuk Ritel Jika Anda:

Anda adalah tipe investor yang mengincar investasi syariah jangka menengah (3 tahun) dengan potensi keuntungan tetap dan likuiditas tinggi. Pembayaran kupon setiap tiga bulan memberi arus kas berkala yang stabil. Kemampuan untuk menjual kembali sukuk di pasar sekunder juga sangat berguna bagi investor yang membutuhkan fleksibilitas dalam pengelolaan portofolionya. SR menjadi pilihan ideal jika Anda ingin memiliki kontrol atas pencairan dana lebih awal dengan tetap berpegang pada prinsip syariah.

2.     Pilih Sukuk Tabungan Jika Anda:

Anda menginginkan investasi jangka pendek (2 tahun) dengan kenyamanan dan kemudahan proses. Pembayaran kupon bulanan memberikan aliran pendapatan rutin. Fitur early redemption memungkinkan pencairan dana lebih awal tanpa perlu menjual di pasar sekunder. Jika Anda lebih menyukai investasi yang sederhana dan tidak ingin direpotkan oleh fluktuasi harga pasar, ST adalah pilihan yang tepat.

 

Menentukan pilihan antara Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan sangat ditentukan oleh tujuan investasi dan profil risiko Anda. Jika Anda membutuhkan fleksibilitas jangka waktu lebih panjang dan ingin memiliki peluang untuk menjual kembali instrumen Anda, maka Sukuk Ritel adalah opsi yang cocok. Namun, jika Anda mengutamakan kemudahan investasi, pembayaran kupon bulanan, dan opsi pencairan dana lebih awal, maka Sukuk Tabungan menjadi pilihan yang tepat. Apapun pilihan Anda, keduanya tetap merupakan bentuk investasi obligasi syariah yang aman dan dijamin oleh pemerintah. Mulailah investasi sukuk Anda dengan Aplikasi DBS digibank, dan jadikan keuangan Anda lebih halal, aman, dan menguntungkan!

 

Ingin tetap update dengan dunia finansial? Sekarang waktunya Anda mengikuti diskusi tren terkini seputar finansial langsung dari aplikasi digibank. Dapatkan panduan dari para advisor ahli, notifikasi penting, hingga akses ke kelas edukasi finansial secara berkala agar strategi investasi Anda selalu relevan. Dengan Aplikasi DBS digibank, Anda bisa menangkap peluang kapan pun, di mana pun, 24/7.

 

Tak hanya itu, nikmati juga berbagai layanan gaya hidup eksklusif dari digibank, mulai dari akses ke event premium, penawaran spesial, hingga kenyamanan layanan personal yang disesuaikan dengan gaya hidup Anda.

Melalui satu aplikasi saja di Aplikasi DBS digibank, Anda bisa dengan mudah melakukan jual dan beli obligasi pemerintah. Semua investasi Anda dijamin oleh negara, memberikan pendapatan tetap dari kupon/imbal hasil, dan bisa dimulai dengan nominal ringan mulai dari Rp1 juta saja. Semuanya mudah, cepat, dan terpercaya.

 

Segera mulai investasi sukuk Anda di sini, saatnya jadikan portofolio keuangan Anda lebih cerdas, syariah, dan menguntungkan!

Baca Juga:

Apakah Obligasi Negara Aman di Tahun 2025? Ini Penjelasannya

Bagaimana Cara Kerja Imbal Hasil Kupon Tetap pada Obligasi?

Mengenal Rating Obligasi dan Pengaruhnya bagi Investor