Poin Penting:
Obligasi negara tetap menjadi pilihan investasi yang aman di 2025 jika disertai strategi yang tepat dan pemahaman terhadap risiko ekonomi.
- Apa itu obligasi negara: Obligasi negara adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah sebagai instrumen pembiayaan dengan imbal hasil tetap bagi investor.
- Jenis-jenis obligasi negara: Terdapat berbagai jenis obligasi negara seperti SUN, ORI, SBR, dan Sukuk, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko investor.
- Faktor yang Mempengaruhi Keamanan Obligasi Negara di 2025: Stabilitas global, kondisi ekonomi nasional, dan arah suku bunga Bank Indonesia menjadi penentu utama keamanan obligasi negara tahun ini.
- Kelebihan Obligasi Negara Sebagai Investasi di 2025: Obligasi negara menawarkan pendapatan tetap, risiko rendah, dan proteksi modal yang cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang.
- Risiko yang Harus Dipertimbangkan: Investor perlu mempertimbangkan risiko suku bunga, inflasi, likuiditas, dan perubahan kebijakan dalam berinvestasi obligasi.
- Strategi Beli Obligasi di 2025: Memilih strategi seperti buy and hold, trading di pasar sekunder, atau tenor menengah membantu menyesuaikan investasi dengan profil risiko Anda.
- Memilih Aplikasi Investasi Terbaik: Aplikasi digibank by DBS menawarkan kemudahan, keamanan, dan fitur lengkap untuk transaksi obligasi pemerintah secara digital dan efisien. Anda dapat berkonsultasi dengan advisor sesuai tren pasar, panduan finansial melalui notifikasi dan kelas edukasi, serta akses 24/7 yang mendukung Anda menangkap momentum melalui 1 Aplikasi
Investasi obligasi negara sering dianggap sebagai salah satu instrumen investasi yang relatif aman, terutama di tengah gejolak pasar finansial. Namun, apakah hal ini masih berlaku di tahun 2025? Seiring perubahan kondisi ekonomi global dan domestik, penting bagi Sahabat digibank untuk memahami dinamika yang memengaruhi keamanan obligasi negara.
Apa itu Obligasi Negara?
Obligasi negara adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk membiayai kebutuhan anggaran negara, termasuk pembangunan infrastruktur dan program-program sosial. Ketika seseorang membeli obligasi negara, artinya mereka meminjamkan uang kepada pemerintah dan akan menerima imbal hasil berupa bunga (kupon) yang dibayarkan secara berkala hingga jatuh tempo. Pada saat jatuh tempo, pokok pinjaman akan dikembalikan sepenuhnya kepada pemegang obligasi.
Obligasi negara dikenal karena risikonya yang relatif rendah dibandingkan instrumen investasi lainnya. Hal ini karena pemerintah dianggap sebagai peminjam yang paling dapat dipercaya, dengan kemungkinan gagal bayar yang sangat kecil, terutama jika negara tersebut memiliki ekonomi yang stabil.
Jenis-jenis Obligasi Negara
Penting untuk memahami berbagai jenis obligasi negara yang tersedia sebelum memutuskan untuk melakukan investasi obligasi. Masing-masing memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan investor.
1. Surat Utang Negara (SUN)
SUN adalah obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat dalam mata uang rupiah maupun valuta asing. SUN bisa diperdagangkan di pasar sekunder.
2. Obligasi Ritel Indonesia (ORI)
ORI adalah obligasi negara yang ditujukan kepada investor individu (ritel) dengan nilai pembelian minimum yang terjangkau. ORI dapat diperjualbelikan di pasar sekunder setelah melewati periode minimum kepemilikan.
3. Savings Bond Ritel (SBR)
SBR memiliki kesamaan dengan ORI, namun tidak bisa diperjualbelikan di pasar sekunder. Cocok untuk investor yang ingin berinvestasi jangka menengah dengan risiko rendah.
4. Sukuk Negara
Sukuk adalah obligasi syariah yang diterbitkan berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Pemerintah juga menerbitkan sukuk ritel dan sukuk tabungan.
Baca Juga: Mau Cuan Lebih Banyak? Coba 6 Investasi Ini
Faktor yang Mempengaruhi Keamanan Obligasi Negara di 2025
Keamanan obligasi negara tidak lepas dari berbagai faktor makroekonomi. Di tahun 2025, beberapa aspek berikut perlu diperhatikan oleh para investor sebelum memutuskan untuk membeli obligasi negara.
1. Kondisi Ekonomi Global
Ekonomi global yang tidak stabil dapat berdampak langsung pada kinerja obligasi negara. Ketegangan geopolitik, perlambatan pertumbuhan ekonomi global, atau krisis di sektor keuangan internasional bisa memicu fluktuasi pasar obligasi. Investor akan mencari aset yang lebih aman, dan ini bisa mendorong harga obligasi naik atau turun tergantung pada persepsi risiko.
2. Kondisi Ekonomi Domestik
Stabilitas ekonomi dalam negeri, termasuk pertumbuhan PDB, inflasi, dan defisit anggaran, akan memengaruhi kemampuan pemerintah dalam memenuhi kewajiban pembayaran kupon dan pokok. Jika ekonomi Indonesia tetap stabil dan pemerintah menjalankan pengelolaan fiskal yang baik, maka obligasi negara akan tetap menjadi pilihan aman di 2025.
3. Suku Bunga Bank Indonesia
Suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sangat memengaruhi harga obligasi. Ketika suku bunga meningkat, nilai obligasi biasanya menurun karena investor lebih memilih instrumen baru yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Sebaliknya, jika suku bunga turun atau stabil, obligasi yang sudah dimiliki akan lebih menarik dan harganya bisa naik.
Kelebihan Obligasi Negara Sebagai Investasi di 2025
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, obligasi negara tetap menawarkan sejumlah keunggulan sebagai instrumen investasi obligasi yang menarik. Keuntungan utamanya adalah stabilitas pendapatan dari kupon yang dibayarkan secara rutin. Selain itu, obligasi negara umumnya memiliki risiko gagal bayar yang sangat rendah.
Fitur lainnya termasuk ketersediaan berbagai tenor (jangka waktu), aksesibilitas untuk investor ritel melalui instrumen seperti ORI dan SBR, serta kemungkinan likuiditas melalui pasar sekunder. Obligasi juga cocok untuk diversifikasi portofolio investasi, terutama bagi mereka yang ingin menyeimbangkan risiko dari saham atau aset berisiko tinggi lainnya.
Risiko yang Harus Dipertimbangkan
Meskipun obligasi negara tergolong aman, tetap ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan:
- Risiko terkait suku bunga: Nilai pasar obligasi bisa menurun jika suku bunga mengalami kenaikan.
- Risiko inflasi: Tingginya inflasi dapat mengurangi nilai riil dari kupon yang diterima investor.
- Risiko likuiditas: Tidak semua obligasi mudah dijual kembali, terutama jika diperdagangkan di luar pasar sekunder yang aktif.
- Risiko kebijakan pemerintah: Perubahan kebijakan fiskal atau moneter bisa mempengaruhi kinerja obligasi negara.
Strategi Beli Obligasi di 2025
Memilih strategi yang tepat dalam membeli obligasi di tahun 2025 sangat penting agar investor bisa menyesuaikan diri dengan kondisi pasar dan profil risiko masing-masing.
1. Buy and Hold untuk Investor Konservatif.
Strategi ini cocok untuk investor yang menginginkan stabilitas dan pendapatan tetap. Investor dapat menyimpan obligasi hingga jatuh tempo tanpa memperhatikan fluktuasi harga di pasar.
2. Trading di Pasar Sekunder bagi Investor Agresif
Bagi yang memiliki toleransi risiko tinggi, investasi obligasi melalui pasar sekunder bisa memberikan keuntungan dari selisih harga jual dan beli. Namun, strategi ini membutuhkan pemahaman pasar yang baik dan pemantauan yang aktif.
3. Pilih Seri dengan Tenor Menengah jika Menghindari Volatilitas Harga
Seri obligasi dengan tenor menengah (3–5 tahun) umumnya lebih stabil dibanding tenor panjang, namun tetap menawarkan kupon yang kompetitif. Strategi ini cocok bagi investor yang ingin menghindari fluktuasi harga akibat perubahan suku bunga, sambil tetap mendapatkan imbal hasil yang menarik.
Obligasi negara tetap menjadi salah satu instrumen yang relatif aman untuk Anda pilih sebagai sarana investasi di tahun 2025, selama dibarengi dengan strategi yang tepat dan pemahaman terhadap dinamika makro ekonomi yang berpotensi memengaruhinya. Proyeksi ekonomi yang cenderung stabil membuat obligasi negara dapat menjadi solusi ideal bagi Anda yang ingin melindungi modal sekaligus memperoleh pendapatan pasif dalam jangka menengah hingga panjang.
Jika Anda yang ingin memulai investasi obligasi secara praktis, aman, dan fleksibel, kini tersedia solusi modern melalui Aplikasi digibank by DBS. Melalui platform ini, Anda tidak hanya dapat melakukan pembelian obligasi secara 100% online, tetapi juga memperoleh kemudahan dalam mengakses simulasi keuntungan serta pemantauan portofolio secara realtime kapan pun Anda membutuhkannya.
Lebih dari sekadar platform investasi, Aplikasi digibank juga menghadirkan berbagai fitur yang mendukung pengambilan keputusan finansial Anda. Mulai dari diskusi tren keuangan terkini bersama pakar yang andal, panduan dari advisor, notifikasi cerdas, hingga kelas edukasi finansial yang bermanfaat. Anda juga dapat menangkap berbagai momentum pasar selama 24/7. Tim ahli dari Aplikasi digibank by DBS juga siap memberikan strategi terkurasi yang tajam dan proaktif, seluruhnya terintegrasi dalam ekosistem aplikasi digibank by DBS.
Aplikasi digibank by DBS memudahkan Anda untuk berinvestasi pada Obligasi Pemerintah hanya dalam satu platform. Segera manfaatkan kesempatan ini untuk meraih imbal hasil investasi yang aman dan dapat diandalkan. Informasi selengkapnya dapat Anda temukan di sini.
Baca Juga:
Banyak Investor Milenial Mulai Lirik Obligasi
Apa itu Kupon Obligasi dan Bagaimana Menghitungnya?
Mau Cuan Lebih Banyak? Coba 6 Investasi Ini