deposito
30 Jun 2025

Cara Optimasi Pajak Deposito Agar Menguntungkan

Poin Penting:

Investasi deposito adalah pilihan populer bagi banyak orang untuk mengembangkan dana secara aman. Penting untuk memahami pengaruh pajak deposito agar hasil investasi lebih optimal.

  • Apa Itu Pajak Deposito? Pajak deposito adalah pajak atas bunga yang diterima dari produk deposito. Dikenakan sebagai PPh final dan dipotong langsung oleh bank sebelum bunga diterima.
  • Kenapa Pajak Deposito Itu Penting Buat Diketahui? Pajak deposito memengaruhi jumlah bersih bunga yang diterima; Pemahaman pajak membantu perencanaan keuangan yang lebih akurat dan realistis; Dengan strategi yang tepat, pengaruh pajak bisa diminimalkan.
  • Aturan Pajak Deposito di Indonesia: Karena termasuk PPh Final, pajak atas bunga deposito tidak perlu dilaporkan lagi dalam SPT Tahunan. Pajak deposito diatur dalam Peraturan Pemerintah, dengan tarif sebesar 20% dari bunga bruto, dan dipotong otomatis oleh bank sebelum diterima nasabah. Pajak ini berlaku untuk individu dan badan usaha, serta dikenakan jika total bunga deposito dalam satu tahun melebihi Rp7,5 juta.
  • Tips Optimalkan Pajak Deposito Agar Cuan: Pilih Deposito Tenor Panjang; Gabungkan dengan Investasi Lain; Manfaatkan Promosi Bank; Jangan Tarik Sebelum Jatuh Tempo
  • Pajak Deposito Bukan Penghalang untuk Dapat Keuntungan: Pajak adalah bagian dari perhitungan investasi, bukan penghalang untuk meraih keuntungan. Dengan perencanaan matang dan diversifikasi yang tepat, pengaruh pajak bisa dikelola. Deposito tetap menjadi instrumen yang aman dan menguntungkan bila dikelola dengan cerdas.
  • Investasi Lebih Cerdas dengan Aplikasi DBS digibank: mempermudah pengelolaan investasi deposito secara praktis.

 

Jika Anda sedang mempertimbangkan investasi deposito sebagai salah satu strategi untuk mengembangkan dana, maka Anda perlu memahami berbagai aspek yang memengaruhi keuntungannya. Salah satu faktor yang kerap luput dari perhatian adalah pajak deposito. Padahal, dengan memahami dan mengoptimalkan pajak deposito, Anda bisa memaksimalkan imbal hasil yang diperoleh. Lalu, bagaimana cara cerdas mengelola pajak deposito agar tetap menguntungkan untuk Anda? Yuk cari tahu lengkapnya di sini.

Apa Itu Pajak Deposito?

Pajak deposito merupakan pajak yang dikenakan atas bunga yang Anda terima dari produk deposito. Di Indonesia, bunga deposito termasuk dalam kategori penghasilan yang dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) final. Artinya, pajak ini langsung dipotong oleh pihak bank sebelum bunga tersebut Anda terima. Karena pajak deposito cukup besar, penting bagi Anda untuk memahami bagaimana pengaruhnya terhadap keuntungan investasi.

Kenapa Pajak Deposito Itu Penting Buat Diketahui?

Mengetahui dan memahami pajak deposito penting karena langsung memengaruhi jumlah bersih bunga yang akan Anda terima. Meskipun deposito dikenal sebagai instrumen investasi yang aman dan stabil, tanpa strategi yang tepat, keuntungan yang Anda dapatkan bisa tergerus oleh pajak. Dengan memahami aturan pajak dan bagaimana mengelolanya, Anda bisa mengambil langkah strategis agar hasil investasi tetap optimal.

Selain itu, pemahaman ini juga membantu Anda membuat perencanaan keuangan yang lebih akurat. Anda bisa menghitung secara realistis berapa penghasilan bersih yang akan diperoleh dari investasi deposito. Dengan demikian, pengelolaan portofolio investasi Anda pun menjadi lebih terukur.

Aturan Pajak Deposito di Indonesia

Di Indonesia, aturan pajak deposito diatur dalam Peraturan Pemerintah, di mana bunga deposito dikenakan PPh final sebesar 20% dari jumlah bruto bunga. Ketentuan ini berlaku jika total bunga deposito yang diterima melebihi Rp7,5 juta dalam satu tahun.

Beberapa ketentuan lain yang perlu Anda ketahui:

  • Pajak dihitung dari bunga bruto, bukan setelah dikurangi biaya administrasi atau biaya lainnya.
  • Pemotongan pajak dilakukan secara otomatis oleh bank pada saat bunga dibayarkan.
  • Pajak deposito berlaku untuk perorangan maupun badan usaha.

Dengan mengetahui aturan ini, Anda bisa memperkirakan seberapa besar pengaruh pajak terhadap hasil investasi deposito Anda.

 

Baca Juga: Penyebab Penalti Deposito dan Tips Menghindarinya

 

Tips Optimalkan Pajak Deposito Agar Cuan

Sebelum kita membahas lebih jauh tips-tipsnya, penting untuk Anda pahami bahwa optimasi pajak deposito bukan berarti menghindari pajak, melainkan mengelola investasi dengan strategi yang bijak agar pengaruh pajak terhadap keuntungan bisa diminimalisir. Berikut ini beberapa langkah yang dapat Anda pertimbangkan:

1.      Pilih Deposito Tenor Panjang

Memilih deposito dengan tenor yang lebih panjang membantu Anda mendapatkan bunga yang lebih tinggi. Umumnya, bank menawarkan tingkat bunga yang lebih menarik untuk tenor 6 bulan, 9 bulan, atau 12 bulan. Dengan bunga yang lebih besar, meskipun dipotong pajak, jumlah bersih yang Anda terima tetap optimal. Selain itu, deposito tenor panjang juga membantu Anda menghindari frekuensi pemotongan pajak yang terlalu sering.

2.      Gabungkan dengan Investasi Lain

Diversifikasi adalah kunci dalam perencanaan keuangan. Jangan hanya mengandalkan deposito sebagai satu-satunya instrumen investasi. Anda bisa mengombinasikan deposito dengan instrumen lain seperti reksa dana, obligasi, atau saham. Dengan portofolio yang seimbang, Anda bisa memberikan kompensasi pengaruh pajak dari deposito melalui potensi keuntungan dari instrumen lainnya.

3.      Jangan Tarik Sebelum Jatuh Tempo

Penarikan deposito sebelum jatuh tempo biasanya dikenai penalti, yang bisa mengurangi keuntungan Anda secara signifikan. Selain itu, penarikan dini juga mempercepat pemotongan pajak yang seharusnya bisa dioptimalkan jika deposito dibiarkan hingga akhir tenor. Karena itu, pastikan Anda memilih tenor sesuai dengan kebutuhan likuiditas Anda agar tidak tergoda untuk mencairkan lebih awal.

Pajak Deposito Bukan Penghalang untuk Dapat Keuntungan

Pajak deposito memang menjadi bagian yang harus diperhitungkan dalam strategi investasi Anda, namun bukan berarti menjadi penghalang untuk meraih keuntungan. Dengan pendekatan yang tepat, pajak justru bisa dikelola dengan cerdas sehingga hasil investasi tetap optimal. Anda hanya perlu memahami perhitungan pajak dengan baik dan menerapkan strategi yang telah dibahas sebelumnya.

Perlu diingat, tujuan utama berinvestasi di deposito adalah menjaga kestabilan dana sambil tetap mendapatkan imbal hasil yang pasti. Selama Anda menerapkan perencanaan yang matang, menyesuaikan tenor, memanfaatkan promo, serta mengintegrasikan deposito dengan portofolio investasi yang seimbang, pengaruh pajak bisa ditekan dan keuntungan tetap terasa nyata.

Nah, untuk mendukung langkah tersebut, Anda kini dapat mengelola investasi deposito dengan lebih mudah dan praktis melalui berbagai aplikasi keuangan, salah satunya adalah Aplikasi DBS digibank. Aplikasi ini dirancang untuk membantu Anda menjadi investor yang lebih cerdas dan responsif terhadap dinamika pasar.

Melalui Aplikasi DBS digibank, Anda bisa mendapatkan akses ke berbagai fitur unggulan, seperti diskusi tren terkini untuk finansial Anda yang memberikan insight tentang pergerakan pasar dan peluang investasi. Selain itu, tersedia pula panduan finansial dari advisor, notifikasi, serta kelas edukasi finansial yang membantu Anda memperdalam pemahaman seputar pengelolaan keuangan, termasuk strategi optimasi pajak deposito.

Fitur tangkap momentum 24/7 juga tersedia dan memungkinkan Anda untuk membuka, memantau, serta mengelola deposito kapan saja secara fleksibel. Ditambah lagi, Aplikasi DBS digibank juga menghadirkan diskusi terseleksi terkait insight finansial dan sektor industri, sehingga Anda akan selalu mendapatkan informasi terkini dan relevan untuk mendukung keputusan investasi yang lebih bijak.

Dengan keunggulan-keunggulan tersebut, pengelolaan investasi deposito menjadi semakin praktis dan terarah. Sudah pasti hal tersebut akan membantu Anda mengoptimalkan potensi keuntungan meskipun ada pajak yang berlaku.

Gimana Sahabat digibank, sudah siap untuk berinvestasi sekarang? Kalau iya, yuk mulai berinvestasi deposito dengan lebih mudah dan menguntungkan melalui Aplikasi DBS digibank. Anda bisa mulai buka deposito melalui aplikasi ini dengan dana hanya Rp1 juta saja.

Nominal terjangkau tersebut telah membuat Anda bisa menikmati bunga kompetitif hingga 5% p.a.. Prosesnya nggak ribet, sangat mudah dan praktis, karena Anda memiliki akses 24/7 melalui Aplikasi digibank.

Selain itu, dana Anda dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sehingga memberikan rasa aman. Pilihan tenor yang fleksibel mulai dari 1, 3, 6, 9, hingga 12 bulan memudahkan Anda menyesuaikan dengan kebutuhan keuangan.

Tunggu apa lagi? Segera mulai investasi deposito Anda dengan Aplikasi DBS digibank, dan optimalkan keuntungan meskipun ada pajak deposito. Untuk informasi lebih detail, Anda bisa langsung membuka website ini dan manfaatkan promo tertentu yang ditawarkan Aplikasi DBS digibank.

Baca Juga:

Deposito Rupiah atau Dollar: Mana yang Lebih Cuan?

Cara Menyusun Rencana Investasi Deposito Jangka Pendek

Strategi Cerdik Jaga Uang Tetap Tumbuh lewat Deposito