Investasi Sukuk
31 Jul 2025

Apa Itu Investasi Sukuk dan Bagaimana Memulainya?

Poin Penting:

Investasi sukuk adalah instrumen syariah mirip obligasi yang mudah dimulai melalui mitra distribusi resmi atau aplikasi investasi tepercaya.

  • Apa itu investasi Sukuk: Sukuk adalah surat berharga syariah berbasis akad halal yang memberikan imbal hasil tetap kepada investor hingga jatuh tempo.
  • Keuntungan Investasi Sukuk: Investasi sukuk menawarkan keuntungan berupa imbal hasil halal, risiko rendah, pendapatan tetap, dan dapat diperdagangkan.
  • Jenis-Jenis Sukuk Berdasarkan Bentuknya: Jenis sukuk terdiri atas sukuk ritel, sukuk korporasi, dan sukuk negara dengan karakteristik penerbit dan risiko berbeda.
  • Pahami Hal-hal Ini Sebelum Kamu Berinvestasi Sukuk: Sebelum membeli sukuk, pastikan memahami jenis produk, prospektus, risiko, dan cara pembeliannya.
  • Memilih aplikasi investasi terbaik: Aplikasi DBS digibank memudahkan jual beli obligasi dan sukuk dengan aman, praktis, serta fitur pemantauan portofolio real-time.

 

 

Di tengah semakin tingginya minat masyarakat terhadap instrumen keuangan berbasis syariah, investasi sukuk kini menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk dipertimbangkan. Namun, sebenarnya apa itu investasi sukuk, dan bagaimana cara memulainya? Pemahaman mendalam tentang instrumen syariah ini akan membantu Sahabat digibank menentukan strategi investasi obligasi yang tepat sesuai prinsip halal dan tujuan finansial Anda ke depan.

 

Apa itu Investasi Sukuk?

Sukuk adalah surat berharga syariah yang diterbitkan berdasarkan prinsip akad tertentu sesuai syariat Islam, seperti ijarah (sewa), mudharabah (bagi hasil), musyarakah (kerjasama), atau wakalah (perwakilan). Secara konsep, sukuk mirip dengan obligasi konvensional, tetapi berbeda dalam struktur dan dasar hukumnya. Jika obligasi konvensional menggunakan sistem bunga (riba) yang dilarang dalam Islam, sukuk memberikan imbal hasil kepada pemegangnya berdasarkan keuntungan aset yang mendasarinya.

 

Sukuk diterbitkan oleh negara (sukuk negara) atau perusahaan (sukuk korporasi) untuk menghimpun dana dari investor, yang kemudian digunakan untuk pembiayaan proyek tertentu atau kebutuhan kas negara dan perusahaan. Investor yang membeli sukuk akan memperoleh imbal hasil (kupon) yang dibayarkan secara berkala selama periode kepemilikan, dan nilai pokoknya akan dibayar penuh saat jatuh tempo. Dengan sistem kepemilikan aset yang mendasari penerbitan sukuk, produk ini dianggap halal dan sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

 

Keuntungan Investasi Sukuk

Investasi sukuk memiliki berbagai keuntungan yang menjadikannya populer di kalangan investor syariah maupun konvensional.

1.     Halal dan Sesuai Syariah

Keunggulan utama sukuk adalah kehalalannya karena instrumen ini diterbitkan berdasarkan akad syariah, sehingga bebas dari unsur riba, gharar (ketidakjelasan), dan maisir (judi). Bagi umat muslim yang ingin berinvestasi tanpa melanggar prinsip agama, sukuk adalah pilihan tepat. Selain itu, sukuk telah disertifikasi dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah, sehingga kehalalannya terjamin dan transparan.

2.     Risiko Relatif Rendah

Jika dibandingkan dengan produk pasar modal lainnya, sukuk memiliki risiko yang relatif rendah, mirip dengan investasi obligasi konvensional. Sukuk negara, misalnya, dijamin oleh pemerintah sehingga risikonya hampir mendekati nol. Untuk sukuk korporasi, risiko bergantung pada kredibilitas perusahaan penerbit, namun umumnya memiliki rating investasi yang baik sehingga tetap tergolong aman. Inilah mengapa sukuk cocok untuk investor yang mengutamakan stabilitas modal dan imbal hasil tetap.

3.     Pendapatan Tetap

Sukuk memberikan pendapatan tetap berupa imbal hasil atau kupon yang dibayarkan secara berkala, misalnya per bulan atau per tiga bulan. Pendapatan ini bersifat pasti sesuai dengan akad dan tenor yang disepakati sejak awal pembelian. Hal ini sangat membantu untuk mendukung cashflow pribadi, dana pensiun, maupun keperluan pembayaran rutin lainnya.

4.     Dapat Diperdagangkan

Selain memberikan imbal hasil tetap, beberapa jenis sukuk seperti sukuk ritel dan sukuk korporasi dapat diperdagangkan di pasar sekunder sebelum jatuh tempo. Fitur ini memberi fleksibilitas bagi investor yang ingin menjual sukuknya sewaktu-waktu saat membutuhkan dana tunai atau saat harga pasar naik, sehingga berpotensi mendapatkan capital gain.

 

Jenis-Jenis Sukuk Berdasarkan Bentuknya

Terdapat beberapa jenis sukuk yang diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan penerbitnya. Mengetahui jenis sukuk ini penting untuk menentukan pilihan investasi sesuai kebutuhan.

1.     Sukuk Ritel

Sukuk ritel adalah sukuk yang diterbitkan pemerintah dan ditawarkan kepada individu atau investor ritel. Nilai pembeliannya terjangkau, mulai dari Rp1 juta, dengan tenor umumnya 3 tahun. Sukuk ritel menawarkan kupon tetap dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga investor memiliki likuiditas yang baik. Sukuk ritel sangat diminati karena memberikan keamanan (dijamin pemerintah) serta imbal hasil lebih tinggi dibanding deposito syariah.

2.     Sukuk Korporasi

Sukuk korporasi adalah sukuk yang diterbitkan oleh perusahaan berbadan hukum syariah atau yang proyeknya sesuai prinsip syariah. Berbeda dengan sukuk negara, sukuk korporasi memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi karena tergantung pada kesehatan keuangan perusahaan penerbit. Namun, sukuk korporasi menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dibanding sukuk negara maupun investasi obligasi konvensional, sehingga menjadi alternatif menarik bagi investor yang ingin mengoptimalkan portofolionya secara syariah.

3.     Sukuk Negara

Sukuk negara diterbitkan oleh pemerintah Indonesia untuk membiayai APBN atau proyek infrastruktur tertentu. Contohnya Sukuk Tabungan (ST) dan Sukuk Ritel (SR). Sukuk negara dijamin penuh oleh pemerintah sehingga sangat aman. Selain itu, produk ini menjadi pilihan utama bagi investor yang mengutamakan stabilitas dan kepastian imbal hasil sesuai prinsip syariah.

 

Baca Juga: Kesalahan Investasi yang Bisa Gerogoti Keuntungan Obligasi

 

Pahami Hal-hal Ini Sebelum Anda Berinvestasi Sukuk!

Sebelum memutuskan membeli sukuk, ada beberapa hal penting yang wajib Anda pahami agar investasi berjalan aman dan optimal.

1.     Kenali Produk Sukuk yang Tersedia

Langkah pertama adalah memahami jenis-jenis sukuk yang tersedia di pasar, mulai dari sukuk negara seperti Sukuk Ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST) hingga sukuk korporasi. Perhatikan tenor, minimum pembelian, imbal hasil yang ditawarkan, serta apakah dapat diperdagangkan di pasar sekunder atau tidak. Pemahaman ini penting agar produk sukuk yang dipilih sesuai tujuan keuanganmu.

2.     Pelajari Prospektus dan Risiko

Setiap penerbit sukuk akan menerbitkan prospektus yang memuat informasi detail terkait akad, aset yang mendasari, jadwal pembayaran kupon, jatuh tempo, dan risiko. Pastikan kamu membaca prospektus dengan teliti dan memahami seluruh ketentuan di dalamnya. Meskipun sukuk tergolong aman seperti investasi obligasi, tetap ada risiko yang perlu diantisipasi, misalnya risiko pasar jika dijual sebelum jatuh tempo.

3.     Lakukan Pembelian Sukuk

Jika sudah memahami produk dan prospektusnya, Anda dapat membeli sukuk melalui mitra distribusi resmi seperti bank atau aplikasi investasi yang menyediakan fitur sukuk. Pastikan melakukan pembelian sesuai jadwal penawaran yang telah ditentukan. Setelah membeli, pantau terus pembayaran imbal hasil dan perkembangan nilai sukuk melalui aplikasi atau platform mitra distribusi tersebut.

 

Kini, memulai investasi obligasi syariah seperti sukuk menjadi semakin mudah dan aman. Melalui Aplikasi DBS digibank, Anda dapat memilih berbagai produk obligasi pemerintah maupun korporasi berbasis syariah, melakukan transaksi kapan saja, serta memantau portofolio investasi secara real-time di satu platform yang user-friendly dan terpercaya. Jangan lewatkan kesempatan untuk membangun arus kas stabil dan masa depan finansial yang lebih terencana. Unduh Aplikasi DBS digibank sekarang dan mulai perjalanan investasi obligasi Anda dengan langkah cerdas dan praktis!

 

Selain itu, dengan Aplikasi DBS digibank, Anda dapat mengakses diskusi tren terkini, mendapatkan panduan finansial dari advisor profesional, notifikasi insight investasi, serta kelas edukasi finansial yang akan meningkatkan literasi dan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan investasi. Tak hanya itu, Anda juga bisa menangkap momentum investasi 24/7 dan mengembangkan investasi serta bisnis melalui jaringan DBS yang tersebar di seluruh Asia.

 

Aplikasi DBS digibank juga menawarkan keunggulan kompetitif seperti fitur jual & beli Obligasi Pemerintah dengan mudah melalui satu aplikasi, investasi yang dijamin oleh pemerintah, pendapatan tetap dari pembayaran kupon atau imbal hasil, serta pembelian yang terjangkau mulai dari Rp1 juta saja. Semua fitur ini dirancang agar investasi Anda berjalan lancar, praktis, dan menguntungkan.

 

Mulailah investasi sukuk dan obligasi di sini sekarang juga!

 

 

Baca Juga:

Obligasi FR vs ORI: Mana yang Cocok untuk Investasi Masa Depan?

Bagaimana Cara Membeli Obligasi Ritel? Simak Panduannya!

Obligasi Bisa Jadi Andalan Saat Ekonomi Lesu? Ini Alasannya!