Fokus Utama
- Kebangkitan laba pada 2026: Laba Asia di luar Jepang (AxJ) diproyeksikan tumbuh sekitar 19% pada 2026, melampaui pertumbuhan pasar global.
- Valuasi masih menarik: Meski mencatat kinerja kuat pada 2025, valuasi saham AxJ tetap berada pada diskon signifikan dibandingkan pasar global, memberikan bantalan risiko.
- Pertumbuhan dipimpin sektor teknologi: Ekosistem AI dan semikonduktor di Asia Utara menjadi motor utama akselerasi laba.
- Dukungan kebijakan yang solid: Ruang kebijakan fiskal dan moneter di Tiongkok, India, Korea, dan ASEAN meningkatkan ketahanan ekonomi.
- Peluang realokasi portofolio global: Posisi underweight investor global membuka potensi arus dana masuk yang berkelanjutan.
Saham Asia di luar Jepang mencatat kebangkitan yang impresif sepanjang 2025, dengan kenaikan lebih dari 30% menjadi performa terbaik sejak 2017. Pemulihan ini bukan sekadar dorongan sentimen, melainkan hasil dari kombinasi perbaikan kondisi makro, meredanya ketegangan geopolitik, serta titik balik pertumbuhan laba, khususnya di Asia Utara. Setelah tahun yang didominasi kekhawatiran tarif dan revisi turun proyeksi laba, fokus pasar kini beralih dari risiko yang telah terdiskon menuju peluang ke depan.
Meredanya risiko tarif menjadi titik balik penting. Sepanjang 2025, retorika perdagangan AS sempat memicu volatilitas, namun pada akhirnya dipahami lebih sebagai alat negosiasi daripada ancaman eskalasi penuh. Seiring meredanya ketidakpastian, kepercayaan investor mulai pulih. Dengan sebagian besar tekanan laba telah tercermin dalam harga, fondasi pemulihan yang lebih berkelanjutan pun terbentuk.
Ke depan, kebangkitan laba menjadi pilar utama tesis investasi Asia di luar Jepang. Dengan basis yang lebih rendah dan berkurangnya hambatan makro, pertumbuhan Earning per Share (EPS) kawasan ini diperkirakan mencapai sekitar 19% pada 2026 jauh di atas proyeksi pasar global yang berada di kisaran 12%. Akselerasi ini dipimpin oleh pasar Asia Utara yang sarat teknologi seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan, yang merupakan pusat dari rantai nilai AI dan semikonduktor global. Dari kepemimpinan pada memori dan foundry, hingga platform AI dan model open-source, kawasan ini memiliki ekosistem yang sulit ditandingi dari sisi skala maupun integrasi.
Dari sisi valuasi, daya tarik kawasan ini semakin kuat. Saham AxJ masih diperdagangkan pada diskon yang dalam terhadap pasar negara maju, bahkan lebih lebar dari rata-rata historisnya. Ketidaksesuaian antara pertumbuhan laba yang lebih tinggi dan valuasi yang lebih rendah ini menciptakan asimetri risiko-imbal hasil yang menarik, memberikan potensi kenaikan sekaligus perlindungan terhadap volatilitas pasar.
Di luar Asia Utara, Asia Tenggara dan India memberikan keseimbangan dan diversifikasi. Negara-negara ASEAN diuntungkan oleh konsumsi domestik yang kuat, digitalisasi, serta pendalaman sektor keuangan. Singapura menonjol sebagai “steady compounder” dengan stabilitas tinggi dan imbal hasil dividen menarik dari REIT dan sektor keuangan. Sementara itu, India meski sempat tertinggal, tetap menjadi pemenang struktural jangka panjang berkat demografi, belanja infrastruktur, dan ekspansi manufaktur.
Fleksibilitas kebijakan juga menjadi keunggulan penting. Pemerintah di kawasan ini masih memiliki ruang luas untuk mendorong pertumbuhan melalui stimulus fiskal, reformasi struktural, dan penguatan pasar modal yang secara kolektif mendukung visibilitas laba dan kepercayaan investor.
Kesimpulan
Memasuki 2026, saham Asia di luar Jepang berada pada persimpangan yang menjanjikan: pertumbuhan laba yang kembali menguat, valuasi yang menarik, dukungan kebijakan yang solid, serta sentimen investor yang membaik. Meski telah mencatat pemulihan signifikan, portofolio global masih cenderung underweight terhadap kawasan ini, menandakan bahwa siklus realokasi baru berada pada tahap awal. Bagi investor yang mencari pertumbuhan dengan valuasi yang wajar, ditopang oleh kombinasi faktor struktural dan siklikal, Asia di luar Jepang menawarkan peluang yang semakin relevan dalam lanskap investasi global yang terus berubah.
Berikut beberapa produk yang dapat dipertimbangkan :
Reksa Dana Saham Kapitalisasi Besar | Eastspring Investment Value Discovery Ashmore Dana Ekuitas Nusantara Schroder Dana Prestasi |
Reksa Dana Saham Kapitalisasi Kecil Menengah | Eastspring Investment Alpha Navigator Ashmore Dana Progresif Nusantara Manulife Saham Andalan |
Reksa Dana Offshore Syariah | BNP Paribas Greater China Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Manulife Saham Syariah Golden Asia |
Navigasi dinamika pasar yang terus bergerak dengan percaya diri, didukung oleh insights terkurasi dari DBS.
Segera raih peluang di Aplikasi DBS digibank.
Diskusikan strategi manajemen kekayaan Anda
Temukan artikel investasi lainnya.
Sanggahan
Publikasi ini didistribusikan oleh PT Bank DBS Indonesia (DBSI). DBSI berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Publikasi ini bukan merupakan bagian dari penawaran, rekomendasi, atau ajakan kepada Anda untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun sebagaimana dijelaskan, juga tidak ditujukan untuk mengundang atau mengizinkan pembuatan penawaran kepada publik untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun untuk mendapatkan uang tunai atau imbalan lainnya dan tidak boleh dipandang seperti demikian.







