Kapan Waktu yang Tepat untuk Switching Reksadana Saham?
20 Feb 2022

Kapan Waktu yang Tepat untuk Switching Reksadana Saham?

Pada dasarnya, reksadana saham memiliki 4 jenis transaksi, diantaranya redemption (penjualan), subscription (pembelian), top up (menambah reksadana yang sudah dimiliki), dan switching (pengalihan dana). Masing-masing transaksi ini memiliki perannya masing-masing dalam investasi.

Switching merupakan salah satu solusi yang bisa dilakukan saat kondisi pasar sedang bullish. Transaksi ini hanya bisa dilakukan antar jenis investasi yang dikelola oleh manajer investasi yang sama.

Apa Itu Switching?

Switching merupakan salah satu kegiatan untuk mengalihkan dana dari satu produk reksadana ke reksadana yang lain. Tujuan utama dilakukannya pengalihan dana ini ialah untuk memindahkan saldo atau aset dengan cepat tanpa harus menjual atau membeli produk reksadana online.

Transaksi switching biasanya dilakukan pada aset yang berbeda kelas namun tetap dalam satu manajer investasi yang sama. Dengan adanya transaksi ini, investor dapat mengatur risiko dari tinggi ke rendah atau rendah ke tinggi dengan lebih mudah.

Disamping itu, investor juga dapat melakukan transaksi dengan lebih mudah karena tidak perlu menunggu dana investasi cair terlebih dahulu. Investor bisa langsung mengalihkan dana tersebut pada reksadana lain yang dijadikan pilihan alternatif.

Ketentuan dan Syarat Switching

Pada saat melakukan switching ada ketentuan minimal pembelian dan minimal saldo yang harus diperhatikan oleh investor. Bila minimal saldo setelah dilakukan switching akan lebih kecil dari ketentuan yang ditetapkan, maka investor harus switch all unit yaitu mengalihkan seluruh dana dari aset reksadana saham ke aset reksadana yang lain.

Selain itu, saat melakukan pengalihan dana investor juga perlu memperhatikan transaksi minimal pada aset dipilih menjadi tujuan switching investasi. Misalnya, kamu akan mengalihkan dana dari reksadana berbentuk saham ke reksadana pasar uang. Maka, kamu harus memperhatikan minimal saldo dan minimal pembelian dari reksadana pasar uang.

Waktu yang Tepat untuk Switching

Dalam melakukan switching, investor tidak melakukannya dalam waktu yang sembarang. Ada beberapa momen khusus yang paling ideal untuk melakukan transaksi ini. Lalu kapan waktu yang tepat melakukan switching?

  1. Tujuan Finansial Sudah Tercapai
    Idealnya, pengalihan dana reksadana saham dilakukan saat tujuan finansial sudah tercapai kemudian ingin mengalihkan profil risiko atau biasa disebut dengan profit taking. Seperti yang telah kita ketahui, profil risiko terdiri atas konservatif, moderat, serta agresif.
    Konservatif ialah investor yang takut mengambil risiko. Moderat adalah investor yang dapat menerima risiko dan keuntungan yang terukur atau menengah. Sementara agresif ialah investor yang berani mengambil risiko tinggi saat berinvestasi.
    Biasanya, setelah tujuan finansial sudah tercapai investor cenderung lebih memilih bermain aman sehingga mengalihkan dana investasinya ke instrumen reksadana dengan profil risiko yang lebih rendah.
  2. Kondisi Ekonomi Suatu Negara
    Pada saat menjalani investasi, mau tidak mau kamu harus mulai membuka mata untuk membaca berita-berita terkait investasi tersebut. Salah satu berita yang harus diperhatikan ialah suku bunga.
    Ketika muncul berita suku bunga dinaikan dan terdapat isu tren ekonomi sedang tidak baik maka investor reksadana saham harus mengambil ancang-ancang untuk segera mengalihkan dana investasinya.
  3. Risiko Kondisi IHSG Kurang Menguntungkan
    Perlu kamu ketahui jika kondisi IHSG tidak akan selalu dalam keadaan baik. Akan ada masanya IHSG dalam situasi yang kurang menguntungkan dan berisiko. Namun, hal ini bisa disiasati dengan langkah switching untuk memotong risiko tersebut.
    Biasanya saat dalam kondisi yang kurang menguntungkan seperti ini, investor akan mengalihkan dana investasinya ke beberapa instrumen reksadana yang lain guna memangkas risiko investasi.
    Misalnya, saat ini kamu sedang memiliki 100% investasi dalam reksadana saham. Namun, kondisi IHSG sedang kurang baik atau bahkan turun. Maka, kamu dapat membagi dana investasi tersebut ke beberapa reksadana lain, seperti 20% reksadana pasar uang, 30% reksadana pendapatan tetap, dan 50% dibiarkan tetap pada reksadana bentuk saham.
    Dengan cara ini, meskipun kamu mendapat kerugian dari investasi reksadana berbentuk saham, masih ada kesempatan mendapat keuntungan dari jenis reksadana yang lainnya.
  4. Penyesuaian Portofolio (Rebalancing)
    Rebalancing merupakan kegiatan untuk menyusun kembali investasi agar bisa sesuai dengan proporsi tujuan finansial yang sebelumnya telah direncanakan. Pada saat berinvestasi, investor biasanya sudah memiliki tujuan finansial tertentu yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu.
    Namun, setelah berjalan ternyata pertumbuhan nilai investasi tidak berkembang dengan baik dan mempengaruhi rentang waktu pencapaian investasi yang telah ditentukan. Untuk bisa kembali menyesuaikan rentang tersebut, maka investor bisa switching dengan memindahkan porsi reksadana yang alokasinya berlebih kembali menuju target.
  5. Kondisi Pasar Bearish
    Pada saat sedang berinvestasi reksadana saham, tentunya kamu harus pandai-pandai mengamati momentum kondisi pasar. Mulailah belajar untuk mengamati perkembangan pasar dan melihat potensi yang baik sebagai kesempatan berinvestasi.
    Ketika kondisi pasar sedang meningkat, kamu dapat mengalihkan aset dari reksadana lain yang berisiko lebih rendah ke reksadana yang memiliki risiko tinggi agar berpotensi memberikan keuntungan yang lebih besar.
    Sementara itu, jika kondisi pasar sedang bearish dan memiliki potensi yang kurang baik, kamu bisa switching reksadana ke produk dengan risiko yang lebih rendah seperti reksadana pasar uang. Lakukan hal ini sampai kondisi pasar saham membaik.

Cara Melakukan Switching Reksadana Saham

Jika saat ini kamu merasa sudah mantap untuk melakukan switching reksadana online, lakukanlah dengan cara yang benar. Untuk itu, kamu bisa mengikuti beberapa langkah di bawah ini.

  1. Download Aplikasi digibank by DBS
    Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan mendownload Aplikasi digibank by DBS yang menjadi mitra keuangan kamu. Buka aplikasi tersebut, dan pilih opsi reksadana. Saat ini kamu akan menemukan beberapa portofolio reksadana yang kamu miliki.
  2. Pilih portofolio
    Setelah membuka opsi reksadana, kamu akan menemukan beberapa portofolio reksadana yang kamu miliki. Silahkan pilih portofolio yang ingin di-switch dan klik transaksi.
  3. Tentukan Nominal Pengalihan
    Sebelum menentukan nominal pengalihan, kamu akan diminta terlebih dahulu memilih opsi melakukan pengalihan sebagian atau pengalihan penuh. Jika kamu memilih pengalihan sebagian, maka kamu akan diminta menulis nominal pengalihan secara manual.
    Jangan lupa untuk memperhatikan syarat dan ketentuan nominal pengalihan. Hal ini berguna agar transaksi yang kamu lakukan tidak ditolak.
  4. Tentukan Reksadana Tujuan
    Selanjutnya, tentukan produk reksadana yang akan dijadikan sebagai tujuan switching dari reksadana sebelumnya. Sebelum menentukan yang mana, pastikan kamu sudah mempertimbangkan prospektus serta lembar fakta dari produk tersebut.
  5. Baca Kembali Ringkasan Transaksi
    Pada tahap terakhir transaksi, kamu akan diberikan ringkasan transaksi. Jangan lupa untuk memeriksa kembali ringkasan transaksi tersebut, apakah sudah sesuai dengan apa yang kamu rencanakan atau belum. Jika sudah, klik konfirmasi.

Investasi Mudah Bersama digibank by DBS

Tertarik untuk berinvestasi reksadana saham tapi belum menemukan perbankan yang tepat? digibank by DBS hadir sebagai pelopor perbankan digital di Indonesia. digibank by DBS merupakan bagian dari DBS Indonesia yang akan selalu berupaya memberikan layanan dan produk baru untuk memenuhi kebutuhan nasabah.

Sebagai informasi, digibank by DBS merupakan salah satu jasa keuangan ternama di Asia. Memiliki 18 pasar dan berkantor pusat di Singapura, digibank by DBS menggaet 3 sumbu pertumbuhan utama Asia, yakni Asia Tenggara, Cina, dan Asia Selatan.

Keuntungan Berinvestasi Reksadana Bersama digibank by DBS

Kenapa kamu harus berinvestasi bersama digibank by DBS? Tentu karena digibank by DBS menawarkan banyak keuntungan yang bisa kamu manfaatkan pada saat berinvestasi. Agar kamu lebih yakin, mari kita bahas keuntungannya satu persatu.

  • Kemudahan Transaksi
    Mungkin sebelumnya pada saat berinvestasi kamu harus keluar masuk beda aplikasi untuk melakukan transaksi tertentu. digibank by DBS kini tidak akan membuat kamu bersusah payah pada saat melakukan transaksi, karena semua transaksi bisa kamu lakukan dalam satu aplikasi saja.
    Cukup memiliki Aplikasi digibank by DBS, kamu sudah bisa melakukan berbagai transaksi mulai dari redemption (penjualan), subscription (pembelian), top up (menambah reksadana yang sudah dimiliki), hingga switching (pengalihan dana).
    Selain itu, pada saat kamu akan membeli salah satu produk reksadana online, kamu akan mendapatkan informasi lengkap dari produk tersebut. Informasi yang akan diberikan diantaranya prospektus, ringkasan informasi reksadana, hingga syarat dan ketentuannya.
    Sementara itu, jika belum melakukan registrasi Single Investor Identification (SID), kamu juga bisa melakukannya di Aplikasi digibank by DBS. Proses registrasi ini biasanya akan berlangsung paling lama 2x24 jam.
  • Pilihan Produk Leluasa
    Pada saat kamu menjadi nasabah digibank by DBS, kamu akan mendapatkan pilihan produk yang leluasa. Bagaimana tidak? digibank by DBS menyediakan lebih dari 50 pilihan produk untuk semua nasabahnya.
    Kamu bisa memilih produk tersebut dengan bebas sesuai dengan profil risiko yang kamu miliki. Pastikan juga pilih produk yang memiliki riwayat prospektus yang baik agar kamu bisa mendapatkan keuntungan dengan lebih optimal.
  • Fitur Kategori
    Pilihan produk yang terlalu banyak biasanya menjadi pisau bermata dua. Untuk mengatasi masalah tersebut, digibank by DBS menghadirkan fitur kategori produk. Fitur ini tentunya akan membantu kamu untuk lebih mudah dalam memilih produk reksadana saham mana yang akan dibeli.
    digibank by DBS menawarkan 3 kategori produk reksadana, diantaranya kategori terpopuler, kategori kinerja terbaik, serta kategori scoring terbaik. Jika ingin membeli produk reksadana yang saat ini sedang banyak diminati oleh investor, maka produk dalam kategori terpopuler akan cocok untuk kamu.
    Lalu, jika kamu ingin membeli produk dengan riwayat kinerja positif dalam satu tahun terakhir, kamu bisa memilih untuk membeli produk dalam kategori kinerja terbaik. Sementara itu, jika kamu ingin membeli produk yang merupakan rekomendasi para pakar investasi, silahkan pilih produk dalam kategori scoring terbaik.
  • Beli Reksadana Berkala dengan Fleksibel
    Pada saat pertama melakukan transaksi reksadana di digibank by DBS, kamu akan diminta untuk melakukan registrasi SID terlebih dahulu. Nomor ID investasi ini akan sangat berguna bagi investor sebagai tanda resmi bagian dari investor pasar modal dan syarat utama jika ingin berinvestasi Surat Berharga Negara.
    Jika sudah memiliki nomor SID, kamu bisa melakukan pembelian reksadana secara berkala via Aplikasi digibank by DBS. Selain itu, kamu juga dapat mengubah nominal investasi dengan mudah setiap bulannya dengan mudah.
  • Investasi Mulai dari Rp100 Ribu
    Untuk bisa mulai investasi reksadana bersama digibank by DBS, kamu cukup memiliki modal awal senilai Rp100 ribu rupiah saja. Mari nikmati semua kemudahan investasi bersama digibank by DBS dengan nominal yang relatif kecil ini.

Memiliki manajer investasi yang bisa memberikan manfaat merupakan sebuah keberuntungan. Karena itu, mari investasi reksadana saham bersama digibank by DBS dan rasakan banyak manfaatnya.

 

Download Now Buat yang belum memiliki Aplikasi digibank by DBS