Ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebelum daftar kartu kredit. Salah satunya adalah jenis biaya apa saja yang bisa timbul darinya. Hal ini akan memudahkanmu untuk menggunakannya di kemudian hari.
Contoh biaya tersebut adalah administrasi. Simak ulasan di bawah ini kalau kamu penasaran dengan biaya lainnya, ‘yuk!
Biaya yang Bisa Timbul setelah Daftar Kartu Kredit
Biaya yang dikeluarkan dari penggunaan kartu kredit tidak hanya berkaitan dengan cicilan saja. Masih ada biaya-biaya lain yang perlu kamu ketahui agar tidak bingung saat menggunakannya, seperti:
● Administrasi
Layaknya layanan keuangan lainnya, kamu juga akan dikenakan oleh beberapa biaya administrasi. Pertama adalah iuran keanggotaan yang akan dibebankan kepada pengguna setiap tahunnya.
Lalu, ada juga biaya bea materai yang dikenakan pada laporan tagihan bulanan. Misalnya, kalau kamu melakukan pembayaran tagihan di atas nominal tertentu, ada uang tambahan yang dikeluarkan untuk membeli materai.
Selain itu, ada juga biaya administrasi lain yang sifatnya opsional. Contohnya adalah uang untuk mencetak dan mengirim tagihan fisik serta layanan notifikasi transaksi per pesan.
● Tarik Tunai
Beberapa bank mengizinkanmu untuk menarik tunai di ATM setelah daftar kartu kredit. Namun perlu diketahui bahwa ada biaya yang dikenakan setiap transaksi, yaitu antara 3% hingga 6% dari total nominal yang ditarik.
Nah, ada juga bunga tarik tunai. Bunga ini langsung dikenakan sejak kamu melakukan tarik tunai dan harus dibayar saat kamu mencicil pokoknya. Umumnya, nilai bunga tersebut berkisar 1,75% setiap bulannya.
Tahukah kamu bahwa fitur ini mempunyai batas tertentu? Jadi, biasanya bank hanya mengizinkan nasabah untuk menarik tunai sekitar 40% hingga 60% dari total limit kartu kredit.
● Bunga
Kamu bisa melakukan pembayaran tagihan tidak secara penuh setiap bulannya hingga waktu tertentu, ‘lho! Namun saat mencicilnya, ada tambahan biaya yang dikenakan pada pokok tagihan. Biaya tersebut dinamakan bunga.
Saat ini, maksimal bunga kartu kredit berada di angka 1,75% per bulan atau sekitar 21% setiap tahun. Nominalnya akan ditambahkan secara langsung di tagihanmu. Jadi, kamu bisa langsung membayarnya.
● Keterlambatan
Kalau kamu sudah apply kartu kredit gampang namun mengalami keterlambatan saat membayar cicilannya, maka ada biaya baru yang akan dikenakan. Sesuai dengan kondisinya, hal ini disebut biaya keterlambatan.
Tambahan ini baru akan dikenakan kalau kamu belum membayar cicilan hingga setelah jatuh tempo. Besarannya umumnya berupa presentase dari total tagihan dengan nilai maksimum sesuai peraturan Bank Indonesia.
● Over Limit
Tahukah kamu kalau tagihan terkadang bisa melebihi limit kartu kredit? Kondisi ini terjadi saat nasabah melakukan transaksi lebih dari limit yang ditetapkan oleh pihak bank. Kalau hal ini terjadi, maka ada biaya tambahan yang akan dikenakan.
Nominal biaya ini beragam sesuai kebijakan bank. Biasanya, nominalnya dikenakan untuk tiap kelebihan limit.
● Transaksi Valuta Asing
Kartu kredit memang bisa menjadi teman yang memudahkanmu untuk melakukan berbagai transaksi, termasuk jalan-jalan ke luar negeri. Nah kalau kamu menggunakannya di sana, ada biaya tambahan yang akan dikenakan.
Namun perlu diketahui bahwa tidak semua kartu kredit bisa digunakan ke luar negeri. Maka dari itu, pastikan bahwa kartumu mempunyai fitur tersebut kalau punya rencana untuk jalan-jalan ke sana, ‘ya!
● Penggantian Kartu
Kalau kartumu rusak atau hilang, kamu bisa melakukan penggantian kepada pihak bank. Nah, proses penggantian ini akan membutuhkan biaya tambahan yang disesuaikan dengan kebijakan masing-masing bank.
Baca juga: Tips Amankan Kartu Kredit Digital dari Hacker
Tips Menghindari Biaya yang Tidak Perlu setelah Daftar Kartu Kredit
Biaya yang timbul dari penggunaan kartu kredit memang cukup beragam. Bagaimanapun juga, kamu bisa meminimalkan bahkan menghindari yang tidak perlu. Caranya dengan mengikuti sejumlah tips di bawah ini:
● Bayar Tagihan Tepat Waktu
Tips pertama yang cukup ampuh untuk menghindari biaya tidak perlu adalah membayar tagihan tepat waktu. Dengan cara ini, kamu bisa menghindari denda keterlambatan yang terus bertambah dari waktu ke waktu.
Selain itu, cara ini juga dapat menjaga skor kreditmu agar tetap aman di mata sistem. Hal ini akan memudahkanmu dalam pengajuan pinjaman di kemudian hari jika dibutuhkan karena bank berpotensi besar untuk menerimanya.
● Lunasi Full Payment
Membayar jumlah minimum alih-alih secara penuh memang diizinkan oleh pihak bank. Namun, kamu akan mendapatkan biaya tambahan yang dapat meningkatkan akumulasi utangmu.
Maka dari itu, cobalah sebisa mungkin untuk membayar secara penuh. Dengan demikian, kamu berhak mendapatkan periode tanpa bunga untuk transaksi yang dilakukan. Bila dihitung, utang yang harus dibayar akan lebih rendah, ‘lho!
● Menggunakan Fitur Cicilan 0%
Tahukah kamu bahwa beberapa pihak bank menawarkan fitur cicilan 0%? Dengan fitur ini, kamu bisa membagi transaksi dengan nominal besar menjadi cicilan bulanan tanpa adanya bunga tambahan. Menarik, ‘kan?
Namun sebelum menggunakannya, pastikan tidak ada biaya admin tersembunyi di balik fitur ini. Selain itu, pilih tenor yang sesuai dengan kemampuanmu untuk mencegah macet atau gagal bayar saat melunasinya.
● Memantau Transaksi secara Rutin
Setelah apply kartu kredit, kamu perlu memantau transaksinya secara rutin. Caranya dengan memeriksa lembar tagihan, notifikasi, atau aplikasi kalau pihak bank menyediakannya. Ada berbagai keuntungan yang bisa diperoleh dari tips ini, lho!
Pertama, kamu bisa mendeteksi biaya tersembunyi atau yang tidak seharusnya ada secara lebih cepat. Jadi, kamu bisa mengantisipasinya sesegera mungkin dengan optimal.
Di sisi lain, pengecekan berkala bisa membantumu untuk mendeteksi fraud. Jangan sungkan untuk segera melapor ke bank kalau kamu menemukannya, ‘ya!
● Menghindari Tarik Tunai
Sebisa mungkin, hindari untuk melakukan tarik tunai di ATM meskipun pihak bank menyediakan fitur tersebut. Transaksi tersebut membuatmu terkena biaya tambahan berupa bunga harian dan admin yang nilainya cukup besar.
Maka dari itu, gunakan saja kartu kreditmu untuk melakukan belanja atau transaksi lainnya secara langsung. Umumnya, tidak ada biaya tambahan lain selain admin.
● Jaga Kartu Baik-baik
Jaga baik-baik kartu kreditmu. Jangan sampai kartu tersebut hilang atau rusak agar kamu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menggantinya. Sebagai gantinya, gunakan kartu digital yang lebih praktis.
Manfaatkan Kemudahan Kartu Kredit Digital DBS
Jadi, setidaknya ada tujuh biaya yang bisa dikenakan nasabah kartu kredit. Menariknya, biaya-biaya tersebut dapat diminimalkan dengan tips di atas.
Untuk memudahkanmu dalam menghindari biaya tak perlu, Kartu Kredit Digital DBS layak digunakan. Terlebih lagi, Bank DBS punya Aplikasi DBS digibank yang memudahkanmu untuk memantau setiap transaksi kapan dan di mana saja, ‘lho!
Selain itu, kamu bisa mengubah transaksi jadi cicilan sesukamu sampai 60 bulan. Proses approval-nya pun hanya 60 detik. Menariknya, Kartu Kredit Digital DBS adalah Kartu Kredit Digital pertama di Indonesia. Tidak hanya itu, kamu juga berkesempatan mendapatkan gratis iuran tahun pertama dengan melakukan transaksi minimal Rp1 juta dalam 60 hari pertama sejak kartu disetujui.
Kalau kamu berencana untuk liburan, DBS Visa Travel Signature bisa jadi teman terbaikmu! Dengan produk tersebut, kamu bisa melakukan aneka transaksi dengan lebih mudah. Jadi, transaksi-transaksi tersebut akan lebih terkontrol.
Kartu ini juga membantu kamu mengumpulkan mileage lebih cepat dari setiap transaksi yang dilakukan. Miles yang terkumpul nantinya bisa ditukarkan dengan berbagai keuntungan perjalanan, seperti tiket pesawat atau upgrade penerbangan.
Jadi, sudah siap untuk daftar Kartu Kredit DBS? Kalau begitu, langsung saja isi E-Form Pengajuan Kartu Kredit DBS sekarang demi merasakan berbagai kemudahan di atas!
Publikasi ini telah dikurasi oleh tim internal PT Bank DBS Indonesia (DBSI) dan didistribusikan oleh DBSI.
DBSI berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Publikasi ini bukan merupakan bagian dari penawaran, rekomendasi, atau ajakan kepada Anda untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun sebagaimana dijelaskan, juga tidak ditujukan untuk mengundang atau mengizinkan pembuatan penawaran kepada publik untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun untuk mendapatkan uang tunai atau imbalan lainnya dan tidak boleh dipandang seperti demikian.
Baca juga:
Perbedaan Kartu Kredit Digital dan Kartu Kredit Biasa
Lakukan Pengajuan Kartu Kredit Termudah? Kenali 8 Manfaatnya
Tertarik Apply Kartu Kredit Digital? Ini 6 Tips untuk Pemula







