Mengelola Aset
30 May 2025

Mengelola Aset Tetap dan Deposito: Cara Cerdas Membangun Portofolio

Poin Penting:

Menggabungkan aset tetap dan investasi deposito secara seimbang merupakan strategi cerdas dalam perencanaan keuangan untuk mencapai stabilitas dan pertumbuhan finansial jangka panjang.

  • Aset tetap adalah aset berwujud dengan masa manfaat jangka panjang yang memiliki potensi apresiasi nilai, dan berperan penting sebagai sumber stabilitas serta pendapatan pasif dalam portofolio keuangan pribadi.
  • Jenis aset tetap meliputi tanah, properti, kendaraan operasional, peralatan, dan furniture. Setiap jenis memiliki karakteristik berbeda yang perlu disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko finansial Anda.
  • Alokasi aset tetap dan deposito dapat disesuaikan dengan tujuan investasi, seperti portofolio konservatif (80% deposito, 20% aset tetap), seimbang (50% deposito, 50% aset tetap), atau agresif (80% aset tetap, 20% deposito).
  • Menerapkan strategi alokasi yang tepat sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan bisa menggunakan Aplikasi digibank by DBS yang menyediakan fitur-fitur unggulan, seperti informasi finansial terkini, panduan dari digibank advisor, serta akses 24/7 yang memungkinkan mengelola investasi deposito dengan lebih fleksibel dan percaya diri.

Dalam dunia perencanaan keuangan, pengelolaan aset menjadi langkah penting untuk membangun stabilitas serta pertumbuhan finansial jangka panjang. Bagi Anda yang sedang mulai merancang masa depan keuangan, memahami dan memanfaatkan kombinasi antara aset tetap dan investasi deposito bisa jadi merupakan strategi cerdas.

Deposito memberikan rasa aman dengan bunga tetap dan risiko rendah, sedangkan aset tetap dapat memberikan apresiasi nilai dalam jangka waktu panjang. Supaya lebih jelas lagi, mari bahas secara menyeluruh bagaimana Anda dapat mengelola dua jenis aset ini secara seimbang dan optimal untuk membangun portofolio yang kuat.

Apa Itu Aset Tetap?

Hal pertama yang perlu Anda ketahui adalah apa itu aset tetap. Aset tetap merupakan aset berwujud yang dimiliki individu atau institusi, dan tidak dimaksudkan untuk dijual dalam waktu dekat. Aset ini biasanya memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun dan digunakan untuk menghasilkan nilai atau keuntungan di masa mendatang. Sifat utama dari aset tetap adalah ketahanannya terhadap waktu dan potensi untuk mengalami apresiasi nilai. Meski tidak likuid seperti tabungan atau deposito, aset tetap memberikan jaminan stabilitas karena tidak mudah terpengaruh oleh fluktuasi pasar jangka pendek.

Dalam konteks keuangan pribadi, aset tetap bisa menjadi pilar penting pada portofolio karena dapat berfungsi sebagai sumber pendapatan pasif maupun warisan bernilai tinggi. Beberapa contoh paling umum dari aset tetap adalah properti seperti rumah, apartemen, tanah, atau ruko. Aset tersebut bisa Anda manfaatkan untuk ditempati sendiri, disewakan, atau dijual kembali saat nilainya meningkat.

Jenis-jenis Aset Tetap

Agar Anda lebih familier dengan aset tetap, berikut beberapa jenisnya yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun investasi:

  • Tanah
    Merupakan investasi yang paling banyak dipilih karena nilainya cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Investasi tanah tidak membutuhkan perawatan rutin dan juga memiliki risiko kerusakan fisik yang sangat rendah.
  • Bangunan atau Properti

Termasuk dalam investasi ini yakni rumah tinggal, apartemen, ruko, atau gudang. Selain bisa Anda sewakan, bangunan juga dapat mengalami apresiasi nilai yang signifikan terutama jika berada di lokasi strategis atau daerah berkembang.

  • Kendaraan Operasional

Dalam bisnis, kendaraan bisa dikategorikan sebagai aset tetap karena berguna untuk operasional dan memiliki nilai pakai lebih dari satu tahun. Namun dalam konteks pribadi, kendaraan biasanya mengalami depresiasi, sehingga penggunaannya sebagai investasi harus disesuaikan.

  • Peralatan dan Mesin

Umumnya digunakan oleh pelaku usaha, peralatan seperti mesin produksi, komputer, atau alat berat termasuk aset tetap yang memiliki masa manfaat jangka panjang.

  • Perabot dan Furniture

Meski tidak selalu digunakan untuk menghasilkan pendapatan langsung, furnitur seperti lemari, meja kerja, atau peralatan rumah tangga lain tetap dikategorikan aset tetap karena tidak habis dipakai dalam satu periode waktu.

Memahami berbagai jenis aset tetap ini bisa membantu Anda memilih mana yang sesuai dengan tujuan dan kemampuan finansial. Setiap jenis memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga Anda perlu menyesuaikannya dengan profil risiko serta kebutuhan jangka pendek dan panjang Anda.

Baca Juga: Cara Membuat Uang Bekerja Lewat Investasi

Contoh Alokasi Aset Tetap dan Deposito

Sebelum membahas contoh strategi alokasi, penting bagi Anda untuk memahami bagaimana keseimbangan antara aset tetap dan deposito dapat memengaruhi portofolio investasi secara keseluruhan. Menjaga proporsi aset yang tepat dapat membuat Anda berpeluang meraih keuntungan jangka panjang dari aset tetap, sekaligus tetap memiliki akses dana tunai dan rasa aman melalui instrumen deposito.

Perlu diingat bahwa setiap investor memiliki karakteristik yang berbeda, ada yang cenderung konservatif dan berhati-hati, sementara yang lain lebih agresif dalam mengejar imbal hasil tinggi. Berdasarkan karakter tersebut, berikut ini tiga skema alokasi aset tetap dan deposito yang bisa Anda pertimbangkan.

1.     Portofolio Konservatif: 80% deposito, 20% aset tetap

Bagi Anda yang sangat mengutamakan keamanan dan cenderung menghindari fluktuasi nilai investasi, pendekatan konservatif adalah pilihan yang tepat. Melakukan pengalokasian dana 80% dana melalui deposito jangka pendek hingga menengah, maka Anda bisa menikmati bunga tetap, tenor fleksibel, dan jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dana ini mudah dicairkan kapan pun dibutuhkan, sehingga sangat cocok untuk dana darurat atau tujuan jangka pendek seperti pendidikan anak atau renovasi rumah.

Sementara 20% sisanya bisa Anda tempatkan pada aset tetap seperti tanah atau rumah kecil di kawasan berkembang. Meski porsinya kecil, aset tetap ini tetap bisa mengalami apresiasi nilai dalam jangka panjang dan memperkuat stabilitas aset Anda. Portofolio seperti ini cocok bagi Anda yang sudah mendekati usia pensiun atau yang baru memulai berinvestasi dan ingin belajar pelan-pelan sambil tetap menjaga dana agar aman.

2.     Portofolio Seimbang: 50% deposito, 50% aset tetap

Jika Anda memiliki tujuan jangka menengah dan panjang, serta cukup nyaman dengan sedikit risiko, maka pendekatan seimbang bisa menjadi strategi ideal. Anda dapat mengalokasikan 50% dana di deposito dan memastikan likuiditas tetap terjaga, terutama untuk keperluan rutin seperti biaya rumah tangga, pendidikan, atau perjalanan keluarga.

Sedangkan 50% dana lainnya bisa Anda alokasikan untuk properti atau tanah yang berpotensi mendatangkan pendapatan pasif seperti disewakan atau dikembangkan. Misalnya, Anda bisa membeli apartemen studio di kota besar dan menyewakannya melalui platform digital. Cara ini akan membuat Anda tidak hanya mengandalkan bunga deposito, tetapi juga mendapat pemasukan tambahan dari aset tetap. Strategi ini sangat sesuai untuk usia produktif yang ingin mencapai keseimbangan antara perlindungan nilai dan pertumbuhan kekayaan.

3.     Portofolio Agresif: 20% deposito, 80% aset tetap

Bagu Anda yang sudah cukup paham tentang dunia properti dan siap mengambil risiko lebih tinggi demi potensi imbal hasil besar, portofolio agresif adalah jawabannya. 80% dana dialokasikan pada aset tetap seperti tanah kavling di lokasi berkembang atau properti untuk proyek flip (beli-renovasi-jual). Jenis investasi ini bisa memberikan keuntungan besar, namun tentu membutuhkan waktu, tenaga, dan pengetahuan lebih dalam.

Meski lebih dominan pada aset tetap, 20% dana dalam bentuk deposito tetaplah sangat penting. Dana ini bisa menjadi penyangga darurat ketika terjadi kendala dalam likuidasi properti atau kebutuhan mendesak. Kombinasi ini memungkinkan Anda memiliki pertumbuhan nilai kekayaan yang cepat, namun tetap memiliki cadangan yang siap digunakan kapan saja.

Setiap alokasi tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Karena itu, penting bagi Anda untuk memilih strategi yang paling sesuai dengan tingkat kenyamanan dalam menghadapi risiko, sekaligus tetap sejalan dengan tujuan keuangan Anda, baik jangka pendek maupun panjang. Sebagai langkah awal Anda perlu menentukan alokasi yang tepat, namun yang tak kalah penting adalah memastikan bahwa Anda memiliki akses ke informasi dan alat yang memadai untuk mengeksekusi rencana tersebut dengan percaya diri.

Memulai investasi deposito melalui Aplikasi digibank by DBS bisa menjadi pilihan cerdas. Aplikasi ini memberikan kemudahan dalam mengelola keuangan langsung dari genggaman tangan Anda. Salah satu fitur unggulannya adalah adanya diskusi tren terkini seputar finansial bersama pakar tepercaya, yang membantu Anda tetap mengikuti perkembangan pasar dan memahami kondisi ekonomi secara lebih mendalam. Berbagai informasi yang relevan dan up-to-date dapat membuat Anda akan lebih siap mengambil keputusan investasi yang tepat, tanpa harus merasa tertinggal oleh perubahan pasar yang cepat.

Selain itu, digibank by DBS juga menyediakan panduan finansial dari digibank advisor, yang bisa membantu Anda memahami pilihan investasi secara lebih mendalam. Anda juga akan mendapatkan notifikasi rutin serta akses ke kelas edukasi finansial, yang sangat bermanfaat terutama bagi Anda yang baru mulai belajar membangun portofolio investasi hingga pensiun.

Kelebihan lainnya, Aplikasi digibank by DBS dapat diakses 24/7, memberi Anda keleluasaan mengelola investasi kapan pun dibutuhkan, termasuk saat ingin menyesuaikan strategi portofolio. Ini memungkinkan Anda untuk menangkap momentum terbaik tanpa harus menunggu hari kerja atau mengunjungi kantor cabang bank.

Aplikasi ini juga didukung oleh tim ahli proaktif yang merancang strategi terkurasi dengan analisis mendalam, membantu Anda merancang langkah investasi yang lebih tepat sasaran. Ke semua fitur unggul ini dapat Anda nikmati langsung melalui satu aplikasi yang ringan dan mudah digunakan.

Jadi, bila ingin membangun portofolio yang sehat dan cerdas, Aplikasi digibank by DBS adalah partner digital yang bisa Anda andalkan. Anda bisa memulai investasi deposito dari Rp1 juta, dengan bunga kompetitif hingga 5% per tahun. Tersedia pula pilihan tenor 1, 3, 6, 9, dan 12 bulan, memberi fleksibilitas sesuai rencana keuangan Anda. Tidak hanya itu, dana juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sehingga Anda bisa lebih tenang dalam menjalankan strategi investasi.

Kini adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk mulai membangun masa depan finansial dengan langkah yang cerdas. Manfaatkan Aplikasi digibank by DBS untuk mengelola aset tetap dan investasi deposito secara efisien. Informasi lebih detil bisa Anda cek melalui link ini.

Baca Juga:

Cara cerdik Menentukan Jangka Waktu Deposito agar Maksimal

Mau Cuan Maksimal dari Deposito? Ini 5 Langkah Mudahnya

5 Trik Deposito yang Jarang Orang Tahu