Key point:
- Investor perlu mengetahui apa itu investasi aktif dan pasif
- Kelebihan investasi aktif dapat mendukung investor dalam memaksimalkan keuntungan yang bisa diperoleh
- Meski mempunyai beberapa kelebihan, investasi aktif juga mempunyai beberapa kekuangan diantaranya biaya dan risiko tinggi serta perlu banyak waktu
- Investasi pasif mempunyai kelebihan yang bisa dipertimbangkan investor, diantaranya risiko dan biaya rendah serta diversifikasi otomatis
- Sedangkan kelemahan dari investasi pasif adalah return terbatas, opportunity cost tinggi dan kurang fleksibel
Berdasarkan pada situs IDX jumlah investor pasar modal Indonesia pada akhir Januari 2025 telah menembus angka 15 juta single investor identification (SID). SID sendiri merupakan nomor identitas tunggal yang dimiliki investor pasar modal Indonesia yang diterbitkan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Ada dua pendekatan metode investasi, yaitu aktif dan pasif yang bisa dipilih sesuai tujuan, waktu, pengetahuan, dan toleransi risiko yang bisa diterima pemilik modal.Sedangkan jenis atau instrumen yang dapat dipilih juga beragam, salah satunya investasi obligasi.
Kelebihan Investasi Aktif
Seperti namanya, dapat berinvestasi aktif, kontribusi dari investor dan manajer investasi dalam mengembangkan aset sangat diperlukan untuk memilih dan mengelola portofolio secara aktif. Bentuk kontribusi tersebut bisa berupa analisis perdagangan saham secara reguler, analisis mendalam, dan strategi untuk mengalahkan kinerja pasar.
Pendekatan ini membutuhkan pengetahuan dan strategi yang tepat sehingga investor atau manajer investasi perlu membekali diri dengan pengetahuan dan informasi yang up to date. Dengan effort tersebut diharapkan akan mendapat keuntungan yang sebanding dari pengembangan aset yang diinvestasikan. Kelebihan investasi aktif:
1. Return berpotensi mengungguli kinerja pasar
Strategi investasi obligasi maupun instrumen lain secara aktif memberikan potensi return yang maksimal sehingga bisa mengungguli kinerja pasar. Dengan peran serta kamu sebagai pemilik modal dan manajer investasi, dapat memilih portofolio yang paling menguntungkan.
Analisis pasar yang tepat dapat mendukung investor dalam mencari peluang paling besar, memanfaatkan fluktuasi pasar dan perubahan kondisi ekonomi untuk meraih keuntungan yang signifikan.
2. Lebih fleksibel dalam mengelola risiko
Kemampuan beradaptasi yang dimiliki oleh investor aktif membantu untuk beradaptasi dengan perubahan pasar lebih cepat sehingga dapat segera menyesuaikan portofolio. Hal ini bisa membantu dalam menjaga keseimbangan resiko dan peluang sehingga terhindar dari kerugian dan memaksimalkan keuntungan.
3. Kontrol atas portofolio lebih besar
Seorang investor aktif mempunyai kendali langsung terhadap portofolio sehingga lebih mudah menyesuaikan strategi dengan tujuan investasi, mentoleransi risiko dan strategi lainnya. Dengan kontrol yang lebih besar investor semakin mudah dalam menentukan langkah dalam berinvestasi.
Baca Juga: Cara Membuat Uang Bekerja Lewat Investasi
Kelemahan Investasi Aktif
Investasi aktif tidak selamanya menguntungkan. Namun dengan pengelolaan yang tepat, kelemahan tersebut dapat ditekan sehingga bisa memaksimalkan potensi return yang dapat diterima investor. Ada beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan agar upaya untuk memaksimalkan keuntungan bisa berhasil. Beberapa kelemahan tersebut antara lain:
1. Biaya tinggi
Untuk mengumpulkan informasi membutuhkan biaya yang dapat menambah beban investor aktif. Belum lagi setiap transaksi, baik pembelian dan penjualan aset, perlu biaya (untuk beberapa instrumen seperti saham dan reksadana), ini dapat mengurangi potensi hasil (return) investasimu.
2. Membutuhkan banyak waktu
Untuk memantau pasar, melakukan analisis ekonomi dan mempertimbangkan keputusan dalam berinvestasi membutuhkan waktu yang cukup. Hal ini yang menjadi salah satu kendala bagi investor aktif.
3. Risiko yang tinggi
Investasi aktif mempunyai kelemahan utama pada risiko yang lebih besar. Penyebabnya keputusan investasi aktif sering kali berdasarkan analisis pasar jangka pendek, yang bisa berubah dengan cepat.
Ketidakpastian pasar dan kesalahan dalam memprediksi pergerakan harga dari aset dapat menyebabkan potensi kerugian (loss) yang signifikan sehingga investor bisa mengalami kerugian. Karena itu, meskipun memiliki potensi keuntungan tinggi, risiko investasi aktif juga lebih besar terutama jika strategi yang diambil kurang tepat sehingga investor harus siap dengan hal ini.
Kelebihan Investasi Pasif
Seperti dalam investasi aktif, investasi pasif juga memiliki kelebihan dan kekurangn yang harus dipertimbangkan oleh investor. Investasi pasif bisa menjadi pilihan tepat bagi investor pemula karena tidak membutuhkan keahlian dalam mengelola aset. beberapa kelebihan investasi pasif antara lain:
1. Mengurangi risiko keputusan yang kurang tepat
Kesalahan dalam mengambil keputusan saat berinvestasi bisa menyebabkan kerugian. Investasi pasif yang bersifat stabil dapat membantu dalam menjaga aset karena fluktuasi di pasar modal yang relatif stabil dan tidak cepat berubah sehingga investor bisa mengevaluasi dan menentukan langkah tepat dalam mengembangkan modal.
2. Biaya rendah
Biasanya jenis investasi yang dapat dikelola secara pasif merupakan dana yang diperjualbelikan di bursa atau dana indeks dengan biaya transaksi rendah. Hal ini bisa mengurangi potongan return investasi. Dengan demikian hasil bersih yang diperoleh investor dalam jangka panjang jauh lebih besar.
3. Diversifikasi otomatis
Pilihan diversifikasi yang beragam dalam produk investasi pasif memberikan keleluasaan kepada investor untuk memilih instrumen dan mengurangi risiko portofolio secara keseluruhan. Investor pun bisa melindungi aset dari fluktuasi pasar yang tidak terduga untuk meminimalkan kerugian.
Kelemahan Investasi Pasif
Tidak hanya keuntungan, investasi pasif juga memiliki kelemahan yang harus diantisipasi oleh investor agar tidak mengalami kerugian. Pengelolaan yang tepat dalam berinvestasi sesuai karakter jenis produknya dapat membantu mengoptimalkan keuntungan. Kelemahan tersebut diantaranya:
1. Potensi return yang terbatas
Dibanding dengan investasi aktif, produk yang masuk dalam kelompok investasi pasif cenderung mempunyai potensi return terbatas. Penyebabnya karena investasi pasif hanya mencocokkan kinerja pasar tanpa upaya mengungguli pasar dan mendapatkan keuntungan lebih besar.
2. Kurangnya fleksibilitas
Strategi yang digunakan dalam investasi pasif sudah ditentukan sebelumnya, tanpa melakukan penyesuaian terhadap perubahan kondisi pasar sehingga kurang responsif terhadap perubahan cepat (signifikan) dalam situasi pasar. Investor mengalami keterbatasan dalam portofolio berdasarkan analisis atau proyeksi pasar.
3. Opportunity Cost Tinggi
Meskipun dianggap lebih efisien dalam hal biaya, opportunity cost yang muncul bagi investor. Karena investor pasif cenderung memilih untuk tidak menyesuaikan aset dengan perubahan kondisi ekonomi, beban opportunity cost cukup besar. Bentuknya berupa risiko kerugian karena tidak memilih alternatif terbaik yang tersedia.
Apa pun jenis investasi yang dipilih, semua mempunyai kelebihan dan kekurangan yang harus dihadapi oleh investor sehingga untuk mencapai tujuan finansial investor harus jeli dalam memilih instrumen.
Diantara banyaknya pilihan instrumen investasi, kamu bisa memilih investasi obligasi SBN yang cenderung aman karena dijamin pemerintah di Aplikasi DBS digibank. Kamu bisa mulai dengan melakukan diskusi tren terkini terkait kondisi finansial dengan panduan finansial dari advisor, notifikasi, dan kelas edukasi finansial yang disediakan oleh Aplikasi DBS digibank.
Jangan lupa juga untuk tangkap momentum 24/7 dengan Aplikasi DBS digibank agar bisa memaksimalkan potensi keuntungan dari produk investasi pilihan. Tim ahli yang proaktif siap membantu dengan strategi terkurasi yang tajam dan didukung Aplikasi DBS digibank 24/7, kamu bisa pantai perkembangan investasi kapan saja dengan mudah.
Untuk jual & beli obligasi pemerintah bisa dilakukan dengan mudah melalui 1 Aplikasi DBS digibank. Investasi yang dijamin oleh pemerintah menjadikan kamu lebih tenang dalam mengembangkan aset dan bisa memperoleh pendapatan tetap dari pembayaran kupon/imbal hasil. Dengan strategi investasi obligasi kamu bisa memaksimalkan keuntungan.
Tidak perlu menunggu banyak modal, hanya dengan Rp1 juta kamu sudah bisa membeli obligasi yang cuan melalui Aplikasi DBS digibank. Untuk informasi lebih detail terkait investasi obligasi di Aplikasi DBS digibank bisa cek di sini.
Baca Juga:
Jenis Investasi Jangka Panjang yang Menguntungkan
Intip 5 Investasi yang Cocok untuk Tabungan Hari Tua
Perbedaan Investasi dan Trading, Pemula Wajib Tahu!