pinjaman
02 Nov 2025

Merenovasi Rumah dengan Konsep Green Living dan Hemat Energi

Tidak semua tren pembangunan yang berkembang saat ini membawa dampak positif, misalnya tren urbanisasi cepat, betonisasi masif, dan berkurangnya ruang terbuka hijau yang menyebabkan kota semakin panas, boros energi, dan minim kualitas udara.

Karena itu, muncul juga tren yang justru memberi manfaat, salah satunya konsep green living. Kini banyak gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga kawasan komersial mulai mengintegrasikan elemen hijau seperti vertical garden, roof garden, dan ruang terbuka hijau yang terbukti menurunkan suhu bangunan, menghemat energi, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Konsep serupa sangat relevan diterapkan di hunian pribadi untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas lingkungan.

Tapi apa sih konsep green living pada hunian itu? Jadi green living sendiri merupakan gaya hidup yang fokus utamanya menjaga bumi dan lingkungan. Dalam penerapannya sebagai konsep hunian, kamu bisa mengaplikasikan konsep ini dengan memanfaatkan sumber daya hingga mengurangi limbah untuk menciptakan rumah yang nyaman.

Pembahasan lengkap terkait tips-tips mendekorasi rumah bergaya green living dapat kamu simak di bawah ini.

Tips Mewujudkan Hunian Green Living

Ketika membahas tentang gaya hidup green living, konsep ini sering kali dikaitkan dengan menyayangi lingkungan. Dengan menerapkan konsep ini di hunian, maka kamu bisa meningkatkan kualitas hidup sekaligus mengurangi dampak buruk pada lingkungan karena fokus menggunakan energi terbarukan.

Beberapa tips yang bisa kamu terapkan ketika ingin mengusung konsep green living di sebuah hunian ialah sebagai berikut.

●       Sediakan Area Hijau

Tips pertama yang bisa kamu lakukan ketika ingin mengimplementasikan konsep green living di rumah yaitu membuat area hijau. Tidak perlu berukuran besar, kamu bisa membuat area ini sesuai dengan lahan yang kamu punya.

Di area tersebut, tanamlah pohon atau bisa juga bunga-bunga yang selain bisa mempercantik tampilan rumah, namun tanaman tersebut juga bisa membuat suhu di sekeliling hunian lebih sejuk. Tak hanya itu, adanya area hijau pun dapat membuat kualitas udara jadi lebih bagus di rumah.

Beberapa pilihan tanaman yang bisa kamu tanam di area hijau di antaranya, yaitu sirih gading hingga lidah mertua.

●       Buat Sirkulasi Udara yang Baik

Mewujudkan rumah green living juga bisa dilakukan dengan cara membuat sirkulasi udara yang baik. Pasalnya dengan aliran udara yang lancar, maka kamu tidak hanya bisa menghemat energi karena udara lebih sejuk, tetapi juga bisa meminimalisir rumah lembab dan risiko jamur.

Cara yang bisa kamu lakukan yaitu dengan membuat banyak ventilasi serta jendela yang bisa dibuka lebar. Apabila memungkinkan, kamu juga bisa membuat konsep ruang terbuka sebagai jalur masuknya udara.

●       Optimalkan Pencahayaan Alami

Selain perlu memastikan sirkulasi udara di rumah lancar, hunian dengan konsep green living juga perlu memperhatikan faktor pencahayaan.

Meski saat ini ada teknologi lampu, ada baiknya penggunaan teknologi tersebut dimanfaatkan saat malam hari saja. Sementara untuk siang hari, kamu bisa mengandalkan pencahayaan alami.

Memanfaatkan cahaya matahari sebagai sumber penerangan saat siang sangat menarik karena bisa menghemat listrik dan bisa membasmi bakteri jamur yang berkembang di rumah.

Untuk penerapannya, kamu bisa membuat atap skylight, jendela yang menghadap ke arah yang tepat, hingga ventilasi silang. Pastikan kamu mempertimbangkannya dengan matang agar hasilnya optimal. Buat bantu kamu renovasi rumah agar bisa lebih terang dengan pencahayaan alami, kamu bisa mengajukan dana pinjaman.

●       Manfaatkan Substitusi Energi

Nah, agar semakin kental konsep green living di rumah, kamu juga bisa mencoba untuk memanfaatkan substitusi energi dan menggunakan energi yang lebih ramah lingkungan.

Salah satu contoh yang bisa kamu lakukan yaitu menggunakan solar panel yang didukung oleh tenaga surya. Kamu bisa mulai secara perlahan jika kedepannya memang tertarik memanfaatkan solar panel untuk kebutuhan listrik secara keseluruhan di rumah.

Pastikan untuk mempelajari secara mendalam tentang cara kerja dari substitusi energi tersebut supaya bisa berhasil.

Baca Juga: Mengembangkan Hobi Otomotif dengan DBS KTA

●       Menggunakan Material Ramah Lingkungan

Agar tidak semakin merusak lingkungan, tips green living berikutnya yang juga bisa diterapkan di rumah, yaitu menggunakan material ramah lingkungan untuk furniture maupun kebutuhan renovasi lainnya.

Beberapa contoh material yang memiliki dampak minim terhadap lingkungan, yaitu batu bata ringan, lantai dari daur ulang, hingga kayu bersertifikat FSC (Forest Stewardship Council).

Untuk bantu kamu dapatkan material yang ramah lingkungan ini, kamu bisa mengajukan dana pinjaman limit besar dari KTA dan memanfaatkan dananya sebaik mungkin.

●       Pilih Furniture Multifungsi

Tips berikutnya yang juga bisa kamu lakukan yaitu menggunakan furniture yang memiliki banyak fungsi. Dengan prinsip hunian green living yang sebaiknya menggunakan barang seadanya, maka saat memilih furniture kamu disarankan memperhatikan aspek fungsionalitasnya.

Pemilihan furnitur multifungsi tidak hanya membantu kamu meminimalisir pembelian barang baru tapi juga bisa menjadi cara untuk menghemat ruang agar tidak sesak dengan perabotan.

●       Lebih Menghemat Penggunaan Air

Menghemat air merupakan salah satu cara dalam menerapkan konsep hunian green living. Cara yang bisa kamu lakukan yaitu dengan menggunakan shower alih-alih bathtub. Selain itu, pastikan untuk tidak lupa menutup keran usai digunakan. Apabila ada kerusakan pipa hingga kebocoran, segera perbaiki sebelum semakin parah.

Cara menghemat air juga bisa dilakukan yaitu menggunakan air bekas cucian buah untuk menyiram tanaman agar tidak terbuang begitu saja.

●       Mengelola Sampah dengan Baik

Tips yang tidak kalah penting yaitu pastikan untuk mengelola sampah rumah dengan baik. Pisahkan sampah sesuai dengan jenisnya dan gunakan dua tempat sampah yang berbeda. Satu untuk sampah sisa makanan dan satu lagi untuk sampah plastik yang bisa didaur ulang.

Dengan menerapkan pengelolaan sampah di rumah, maka kamu bisa mengurangi dampak buruk pada lingkungan karena melakukan daur ulang mandiri bisa membantu mengurangi volume sampah di area sekitar.

Selain memisahkan, penerapan pengelolaan sampah juga bisa dilakukan dengan beberapa cara lain, seperti memanfaatkan sampah organik sebagai pupuk kompos dan mulai secara perlahan mengurangi pemakaian plastik demi lingkungan yang lebih baik.

Ajukan Pinjaman DBS KTA untuk Terapkan Konsep Green Living di Hunian

Tren hunian yang mengusung konsep green living memang sangat menarik. Melalui pembahasan di atas, dapat dilihat bahwa untuk merealisasikannya, kamu bisa menerapkan beberapa tips  supaya berhasil.

Tips yang dimaksud, meliputi menyediakan area hijau, mengoptimalkan tidak hanya sirkulasi tapi juga pencahayaan alami, menggunakan furnitur ramah lingkungan, hingga melakukan pengelolaan sampah.

Sebelum itu, kamu juga perlu mempersiapkan dana renovasi dengan matang agar proses penerapan konsep green living ini berjalan lancar. Apabila kamu memiliki kendala di pendanaan, saat ini kamu bisa mengandalkan pinjaman yang ditawarkan oleh bank layaknya DBS KTA.

DBS KTA menawarkan limit hingga Rp300 juta. Dengan limit pinjaman yang besar, kamu tidak perlu lagi khawatir karena bunga yang berlaku adalah flat mulai dari 0.88%. Ditambah lagi, kamu bisa bebas cicil dengan tenor maksimal 36 bulan, lho.

Jika kamu tertarik untuk mengajukan produk ini, kamu bisa mengisi formulir pendaftarannya segera karena ada kesempatan buat dapat gratis eVoucher sebesar Rp1 juta.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk ajukan DBS KTA secepatnya dan wujudkan hunian green living-mu!

 

Publikasi ini telah dikurasi oleh tim internal PT Bank DBS Indonesia (DBSI) dan didistribusikan oleh DBSI.

DBSI berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Publikasi ini bukan merupakan bagian dari penawaran, rekomendasi, atau ajakan kepada Anda untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun sebagaimana dijelaskan, juga tidak ditujukan untuk mengundang atau mengizinkan pembuatan penawaran kepada publik untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun untuk mendapatkan uang tunai atau imbalan lainnya dan tidak boleh dipandang seperti demikian.

 

Baca Juga

Punya Hobi yang Potensial? Ini Cara Wujudkan Mimpimu Jadi Bisnis Lewat KTA

7 Destinasi untuk Slow Travelling, Rileks dan Santai!

Liburan ke Skotlandia? 7 Tempat Ini Seindah Edinburgh, Lho!