KTA
24 Jul 2023

Hitung Rasio Utang terhadap Pendapatan sebelum Ambil KTA!

Kredit tanpa agunan adalah opsi untuk memenuhi kebutuhan dengan proses yang relatif cepat. Namun, mayoritas masyarakat belum memahami tentang rasio utang dan dampaknya. Rasio utang adalah istilah penting yang harus diperhitungkan dengan matang sebelum mengajukan kredit.

Minimnya pemahaman tentang istilah ini dapat berakibat pada kelancaran persetujuan kredit serta pelunasannya. Rasio yang terlalu tinggi membuat keuangan tidak stabil dan kredit sulit dilunasi. Oleh karena itu, mari ketahui selengkapnya mulai pengertian hingga cara menghitung rasio utang pada tulisan kali ini!

Sebelum Apply Kredit Tanpa Agunan, Kamu Wajib Tahu Ini!

Debt to income ratio atau rasio utang terhadap pendapatan merupakan nilai perbandingan yang menentukan apakah seseorang memiliki nilai cicilan utang per bulan yang sesuai dengan pendapatannya.

Dengan kata lain, nilai rasio utang dapat menunjukkan apakah seseorang memiliki tanggungan utang yang ideal dan sesuai kemampuan sehingga tidak kesulitan melunasi jumlah tersebut.

Jumlah nilai ini menjadi tolak ukur yang penting sebelum mengajukan kredit, baik bagi pihak bank dan pihak pengaju kredit. Rasio yang baik menunjukkan bahwa utang tersebut dapat dilunasi dengan lancar.

Dalam mengajukan kredit, kita tentu perlu mengetahui jumlah maksimal cicilan yang dapat dipenuhi sesuai pendapatan yang ada. Nah, untuk itu nilai rasio utang adalah tolak ukur yang praktis dan dapat diketahui dengan mudah.

Untuk memiliki rasio yang baik atau ideal, nilai utang harus lebih rendah dari jumlah pendapatan per bulan. Nilai yang ideal juga berdampak pada finansial yang stabil di kemudian hari.

Nilai rasio utang terhadap pendapatan ini dapat dihitung dengan membagi cicilan per bulan dengan total pendapatan, lalu dikalikan dengan 100%. Hasil akhir pada perhitungan ini berbentuk persentase.

Jumlah persentase yang ada juga memiliki tingkatan tersendiri. Agar lebih memahaminya, mari intip informasi yang akan dijelaskan berikut. Ketahui pula apakah nilai rasio utang kamu ideal atau buruk.

Cara Menghitung Rasio Utang terhadap Pendapatan Bulanan

Setelah menghitung rasio utang terhadap pendapatan, persentase DTI dapat ditentukan. Setiap nilai DTI memiliki arti dan ketentuan tersendiri. Misalnya, jika nilai DTI yang muncul adalah 20%, artinya 20% dari total pendapatan akan digunakan untuk melunasi hutang. Nilai rasio utang terhadap pendapatan dijelaskan lebih rinci berikut ini.

Seperti yang telah disebutkan, nilai rasio utang sangat berpengaruh terhadap kelancaran pegambilan kredit. Oleh karena itu, kamu perlu menghitungnya dan mengetahui risiko yang ada.

Perhitungan rasio utang terhadap pendapatan yaitu (cicilan setiap bulan / pendapatan kotor dalam satu bulan) X 100%.  Agar lebih mudah dipahami, mari simak perhitungan rumus dalam suatu kasus berikut.

Sebagai contoh, ketika kamu memiliki pendapatan per bulan sejumlah Rp20.000.000, dengan cicilan sebesar Rp5.000.000, maka perhitungannya yaitu:

(Rp5.000.000 / Rp20.000.000) X 100% = 25%

Jadi, kamu memiliki rasio utang sebesar 25% terhadap pendapatan. Bagaimana? Sudah paham mengenai cara menghitung rasio ini, bukan? Kini, kamu juga bisa menghitung rasio kredit yang dimiliki secara mandiri.

Lalu, apakah nilai tersebut ideal? Setelah mengetahui contoh perhitungannya, kini kamu perlu mengetahui rentang nilai yang aman dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk itu, mari simak tingkatan nilai dan arti di baliknya untuk mengetahui keadaan rasio utang kamu.

Ketahui Apakah Nilai Rasio Utang Kamu Sudah Ideal!

Pada dasarnya, bank akan memberikan persetujuan jika nilai rasio yang dimiliki cukup baik. Namun, nilai ini juga tidak menjadi tolak ukur satu-satunya untuk memberikan persetujuan. Pengajuan kredit memerlukan tahapan yang kompleks sesuai kebijakan pihak bank masing-masing.

Nilai rasio utang dapat juga dihitung setelah pengajuan kredit tanpa agunan disetujui. Setelah mengetahui nilainya, mari simak informasi penting di bawah ini. Pastikan rasio utang kamu tergolong ideal agar beban finansial tidak muncul di kemudian hari.

●       Kurang dari 35%

Jika nilai debt to income di bawah 35%, maka dapat dikatakan nilai tersebut ideal. Artinya utang yang perlu dibayarkan sesuai dengan pendapatan yang diterima. Pemberi pinjaman umumnya lebih percaya dalam memberikan pinjaman kepada mereka yang memiliki tingkat DTI kurang dari 35%.

Rasio dengan nilai di bawah 35% termasuk ideal atau aman. Angka ini menunjukkan bahwa keuangan kamu cukup sehat untuk melunasi cicilan setiap bulannya. Kamu juga tidak perlu mengontrol pengeluaran terlalu ketat untuk memenuhi tanggungan cicilan ini.

Dengan rasio yang rendah, kamu dapat melunasi cicilan dengan teratur. Hal ini berdampak baik pada riwayat kredit sehingga pengajuan kredit juga dapat dilakukan dengan mudah di kemudian hari.

Skor kredit yang baik menghindarkan kamu dari blacklist. Walaupun tergolong aman, kamu perlu memastikan pengeluaran berjalan semestinya tanpa menambah hal yang tidak perlu. Finansial yang terkontrol memudahkan perluasan dan kelancaran kredit.

●       Rasio 36% hingga 49%

Kedua, terdapat rasio mulai 36% hingga 49% yang dinilai kurang ideal. Rasio ini mungkin masih bisa ditoleransi. Namun, kamu harus lebih ketat dalam mengatur pengeluaran. Jika keuangan tidak terkontrol dengan baik, kamu akan mengalami kesulitan untuk memenuhi cicilan di setiap bulan.

Penting untuk tidak memiliki rasio lebih dari 40%. Hal ini seperti prinsip yang telah disebutkan, bahwa utang tidak boleh lebih besar dari pendapatan. Nilai yang cukup tinggi dapat menimbulkan krisis dan ketidakmampuan membayar cicilan.

Nilai yang besar akan lebih membebani kondisi finansial kamu. Jika hal ini terjadi, kamu perlu memutar otak untuk menyanggupinya atau mengurangi rasio utang yang ada. Bagaimana? Apakah nilai rasio kamu berada di rentang persentase di atas?

●       Lebih dari 50%

Angka rasio yang mencapai 50% atau lebih dapat dinyatakan kurang ideal. Hal ini membuat kondisi keuangan mengalami masalah yang cukup parah karena tidak seimbang antara utang dan pendapatan.

Akibat rasio yang terlalu besar, kamu tidak lagi memiliki kemampuan bayar dengan lancar. Hal ini membuat cicilan menunggak dan memperbesar tanggungan di kemudian hari.

Nilai yang terlalu tinggi sebenarnya dapat diantisipasi dengan konsultasi pada ahli keuangan. Selain itu, kamu bisa mencoba beberapa cara untuk meringankan rasio utang dengan meningkatkan pendapatan.

Setelah mengetahui tingkatan nilai dan arti di baliknya, kini kamu sudah bisa memutuskan apakah kredit yang akan dijalani sesuai dengan kemampuan.

Dengan memiliki kredit sesuai dengan kondisi finansial, kamu tidak perlu repot memanage pengeluaran dengan berlebihan. Jadi, janganlah mengambil kredit dengan rasio utang di luar kemampuanmu.

Tips Membuat Nilai Rasio Utang menjadi Lebih Ideal.

Pada dasarnya, kamu mungkin memerlukan dana yang cukup besar sehingga nilai cicilan tinggi dan berakibat pada naiknya nilai rasio utang. Hal ini dapat diminimalisir melalui beberapa langkah yang tepat.

Lantas, bagaimana membuat nilai rasio yang dimiliki menjadi lebih ideal? Simak tipsnya di bawah ini.

●       Meningkatkan Jumlah Penghasilan

Kunci untuk meminimalkan rasio utang terletak pada dua bagian perhitungan, yaitu pendapatan bulanan dan jumlah cicilan. Langkah yang bisa kamu lakukan yaitu dengan meningkatkan penghasilan bulanan yang dimiliki. Jika saat ini penghasilan di bawah rata-rata, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan.

Salah satu cara paling realistis untuk memiliki angka rasio utang yang rendah yaitu menambah nilai penghasilan. Kamu bisa melakukan negosiasi dengan perusahaan mengenai kenaikan gaji jika bekerja sebagai karyawan. Negosiasi ini dapat kamu dukung dengan pencapaian yang telah dimiliki.

Selain itu, terdapat cara lain untuk meningkatkan pendapatan seperti melakukan freelance job, dan memanfaatkan keahlian lain yang kamu miliki. Hal ini dapat menjadi sumber pundi-pundi uang yang dapat menurunkan rasio utang.

Sejumlah kegiatan usaha yang memungkinkan juga dapat kamu coba, seperti menyewakan mobil. Kamu dapat memanfaatkan banyak cara terbaik untuk meningkatkan penghasilan. Hal yang tidak boleh dilakukan yaitu meningkatkan uang yang dimiliki dengan mengajukan utang baru.

Menambah dana dengan mengajukan kredit baru juga sama dengan istilah gali lubang dan tutup lubang. Bukannya menurunkan beban yang dimiliki, kamu malah menambah beban baru di kemudian hari.

●       Mengurangi Utang yang Diajukan

Bicara lebih lanjut soal pengurangan utang, jawabannya bisa tergantung jenis utangnya. Jika kamu sedang terikat dengan tunggakan credit card atau utang kredit tanpa agunan yang membebani finansial, sebaiknya kamu mencari bantuan konsultan profesional untuk mengatasinya.

Dengan begini, kamu bisa melunasi utang dengan lebih mudah dan pendapatan bulanan yang ada tidak akan banyak terbebani oleh jumlah utang yang terus-menerus dibayar. Biasanya tersedia program pengelolaan utang yang dapat membantu permasalahan.

Mengurangi utang tentu akan merubah nilai rasio yang dimiliki. Hal ini dapat menjadi pilihan jika kebutuhan kamu masih sulit dipenuhi dengan jumlah pengajuan utang yang perlu dibayarkan. Pengurangan dari jumlah utang juga dapat dikonsultasikan pada profesional.

Akan lebih bagus jika kamu mendapat tawaran cicilan yang diperpanjang dengan nominal lebih rendah, potongan cicilan, hingga diskon dalam sekali bayar. Kebijakan ini dapat kamu ketahui berdasarkan ketentuan bank masing-masing.

Itulah dua cara yang dapat kamu lakukan untuk memiliki rasio utang yang ideal. Perhitungan yang matang mengenai jumlah cicilan dan perbandingannya dengan pendapatan adalah hal penting yang menggambarkan kelancaran kredit nantinya.

Jadi, jangan sampai mengambil kredit yang memberatkan kamu di kemudian hari. Setelah memiliki rasio utang yang ideal, kamu pun tidak akan memiliki tanggungan yang cukup berat selama pengeluaran dikontrol dengan baik.

Bagaimana? Sudah mengetahui informasi tentang rasio utang dan dampaknya, bukan? Apakah kamu memiliki rasio yang ideal? Jika iya, maka kredit yang ada sudah cukup stabil bagi keuanganmu.

Nilai rasio merupakan istilah yang sangat penting untuk diketahui sebelum mengajukan kredit. Dengan begitu, kita dapat mengetahui kapasitas dan kemampuan yang bisa diterima. Kredit yang ideal adalah kredit yang sesuai keadaan finansial serta tidak memberatkan.

Berbicara tentang rasio utang, kamu dapat mengajukan kredit bersama digibank KTA yang cepat dan praktis. Pengajuan kredit dapat dilakukan tanpa berkas-berkas fisik. Opsi tepat bagi kamu yang sibuk dan tidak banyak memiliki waktu luang.

Kredit tanpa agunan digibank KTA juga memiliki syarat yang mudah dipenuhi dan waktu pencairan yang tepat. Tunggu apalagi? Ketahui informasi lengkapnya di sini. Bersama digibank KTA, kredit dapat dilakukan dengan lancar dan praktis.

 

 

Apply digibank KTA