Dalam melakukan investasi Reksadana, Anda perlu memikirkan strategi yang tepat. Salah satu jenis strategi yang dapat diterapkan dalam investasi ini adalah averaging up.
Langkah ini sudah cukup banyak diterapkan dan menjadi salah satu cara untuk bisa mengumpulkan aset jangka panjang. Mari cari tahu lebih banyak mengenai strategi averaging up ini.
Apa Itu Strategi Averaging Up?
Anda perlu memahami dulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan strategi averaging up. Ini merupakan sebuah strategi dimana investor akan menambah posisi saat harga saham sedang mengalami peningkatan.
Strategi ini memang lebih umum digunakan dalam instrumen saham, mengingat instrumen ini tersebut bisa mengalami fluktuasi secara signifikan. Jadi, saat harga saham naik maka investor akan meningkatkan pembelian untuk memperbesar keuntungan.
Dalam dunia investasi Reksadana, metode ini juga cukup banyak digunakan dan memang terbilang efektif. Saham merupakan salah satu jenis aset yang ada di dalam instrumen Reksadana sehingga strategi ini masih relevan.
Seiring dengan peluang keuntungan yang tinggi, tentunya juga ada risiko yang besar. Itulah mengapa averaging up ini harus dilakukan dengan pertimbangan matang dan Anda juga harus paham akan risiko yang harus ditanggung.
Kelebihan Strategi Averaging Up
Setiap langkah atau strategi yang Anda ambil dalam berinvestasi selalu memiliki nilai plus dan minus. Begitu juga dengan strategi average up ini, pasti ada kelebihan dan kekurangannya.
Sebelum mengandalkan metode average up dalam investasi Anda, sebaiknya cari tahu dulu apa kelebihannya. Apa yang membuat banyak orang memilih menerapkan strategi ini untuk mendapatkan profit.
Berikut beberapa kelebihan strategi averaging up dalam investasi yang perlu Anda ketahui.
● Bisa Memanfaatkan Momentum Pasar
Strategi ini bisa membantu Anda untuk memanfaatkan momentum pasar dengan sangat baik. Saat harga saham cukup tinggi, maka Anda bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk mendapat prospek keuntungan yang lebih besar.
Averaging up juga dinilai sangat bagus diterapkan pada saat Anda berinvestasi di saham-saham dengan fundamental yang kokoh. Misalnya saja untuk jenis saham blue chip yang memiliki momentum kenaikan kuat dan konsisten.
Ini akan sangat membantu Anda untuk mendapatkan prospek keuntungan yang jauh lebih besar di masa depan. Apalagi jika Anda berani mengambil risiko dan memiliki aset pada saham yang tepat.
● Potensi Keuntungan Lebih Optimal
Averaging up terbukti lebih efektif dalam memberikan potensi keuntungan yang optimal. Namun, tentu saja hal tersebut kembali lagi pada pilihan saham yang Anda gunakan.
Bagi sebagian besar investor, strategi ini dianggap sebagai titik beli yang menguntungkan. Terlebih jika tren pasar sedang positif, strategi ini akan sangat efektif memberikan keuntungan optimal.
Potensi keuntungan bisa lebih optimal karena Anda melakukan pembelian secara bertahap saat harga saham tinggi. Anda bisa memiliki saham dengan harga rata-rata yang tinggi ketika nilainya terus mengalami peningkatan.
● Fokus pada Jenis Aset yang Prospektif
Penerapan averaging up juga membantu Anda untuk lebih fokus pada jenis aset yang prospektif. Seperti yang kita tahu bahwa saat ini ada begitu banyak pilihan jenis aset yang dapat diinvestasikan.
Mengambil pilihan secara bijak dan cerdas sangatlah penting agar keuntungan investasi bisa lebih optimal. Dalam hal ini Anda bisa lebih mudah fokus apabila menggunakan strategi averaging up dengan tepat.
Umumnya, memang kenaikan harga terjadi pada saham-saham yang prospektif. Namun, pastikan untuk tetap berhati-hati dan menilai dengan cermat mana jenis saham yang memang fundamentalnya kuat.
Baca Juga: Obligasi ORI vs Deposito: Mana yang Lebih Menguntungkan?
● Membantu Memperbaiki Posisi Awal
Kelebihan lain dari strategi averaging up adalah bisa membantu memperbaiki posisi awal Anda yang mungkin kurang begitu baik.
Misalnya saat Anda tercatat pernah membuat posisi beli yang ternyata kurang begitu menguntungkan. Nantinya strategi ini bisa digunakan untuk memperbaiki rata-rata harga beli.
Ini terjadi karena Anda melakukan pembelian secara bertahap di saat harga sedang tinggi. Tentunya jika dilakukan secara konsisten maka langkah ini akan sangat efektif menutupi kekurangan posisi awal Anda.
● Sesuai dengan Konsep Trend Follow
Strategi averaging up juga sesuai dengan konsep trend follow. Dalam dunia investasi konsep ini juga penting untuk dipahami dan bisa membantu Anda mengoptimalkan instrumen investasi yang dimiliki.
Averaging up adalah sebuah langkah yang dirancang untuk memanfaatkan adanya tren kenaikan harga. Hal ini dikarenakan investor akan melakukan pembelian ketika ada kenaikan harga saham dalam tren pasar.
Jika Anda bisa memilih saham yang fundamentalnya kuat dan melakukan strategi averaging up dengan tepat maka ini akan menjadi sebuah langkah yang menguntungkan.
Cocok Diterapkan atau Tidak?
Penting sekali untuk mengetahui bahwa tidak semua strategi investasi itu bisa diterapkan untuk semua investor. Langkah investasi harus bersifat personal dan sesuai dengan profil risiko masing-masing.
Lalu, untuk strategi averaging up ini, siapakah yang cocok menerapkannya? Pada dasarnya langkah ini lebih cocok diambil oleh investor yang meyakini tren pasar yang sedang bullish atau naik.
Selain itu strategi ini juga lebih cocok bagi investor yang cenderung selalu melakukan analisis mendalam terhadap fundamental saham. Lebih dari itu, strategi averaging up lebih direkomendasikan bagi investor agresif.
Sesuai konsepnya, dalam strategi investasi ini investor akan menambah pembelian ketika harga naik. Jadi, bisa dilihat jelas bahwa risikonya pun cukup besar sehingga langkah ini kurang cocok bagi investor konservatif.
Investasi Reksadana Aman dan Mudah Bersama DBS Treasures
Strategi averaging up bisa jadi pilihan untuk mengoptimalkan investasi Anda. Namun, pastikan bahwa Anda sudah melakukan analisis dengan cermat. Demi mempermudah langkah investasi Anda, pilihlah perbankan prioritas DBS Treasures sebagai mitra tepercaya.
Perbankan prioritas DBS Treasures akan memberi Anda kemudahan dalam mengambil langkah investasi dan memenuhi target finansial. Modal investasi nantinya akan dikelola oleh Manajer Investasi yang profesional dan berpengalaman.
Anda juga bisa menikmati beragam kemudahan dalam melakukan investasi Reksadana bersama perbankan prioritas DBS Treasures. Di sini akan lebih mudah bagi Anda untuk mendapatkan wawasan agar bisa memandu strategi investasi. Strategi diversifikasi juga jadi lebih mudah untuk diterapkan sehingga risiko investasi jadi minimal.
Kemudian tersedia juga Aplikasi DBS digibank yang memiliki banyak fitur dan mempermudah Anda dalam melakukan investasi. Aplikasi ini membantu Anda untuk registrasi SID (Single Investor Identification) dan melakukan transaksi jual beli serta switch.
Anda juga akan didukung tim ahli finansial yang mengomunikasikan analisis pasar terkurasi serta peluang terkini yang sudah disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan portofolio Anda, dimotori Artificial Intelligence/Machine Learning (AI-ML). Insight tersebut dilengkapi solusi terkurasi terkait investasi (Grow) dan asuransi (Protect) sehingga Anda dapat cepat dan yakin berinvestasi melalui media sesuai preferensi.
Investasi Reksadana bisa menjadi pilihan instrumen yang tepat untuk menyimpan aset Anda di masa depan. Jadikan perbankan prioritas DBS Treasures sebagai mitra agar investasi lebih mudah dan aman.
Publikasi ini telah dikurasi oleh tim internal PT Bank DBS Indonesia (DBSI) dan didistribusikan oleh DBSI.
DBSI berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Publikasi ini bukan merupakan bagian dari penawaran, rekomendasi, atau ajakan kepada Anda untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun sebagaimana dijelaskan, juga tidak ditujukan untuk mengundang atau mengizinkan pembuatan penawaran kepada publik untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun untuk mendapatkan uang tunai atau imbalan lainnya dan tidak boleh dipandang seperti demikian.
Baca Juga:
In This Economy, Benarkah Reksadana Jadi Pilihan Investasi yang Masih Aman?
Berkenalan dengan Hedge Fund dan Bedanya dengan Investasi Reksadana
Value Investing: Salah Satu Strategi Investasi dari Charlie Munger
