Salah satu alasan utama orang berinvestasi adalah untuk mendapatkan imbal hasil yang optimal. Namun, tidak sedikit investor yang belum paham dalam menganalisis performa investasi hanya karena sekadar ikut-ikutan.
Begitu pula saat Anda membeli instrumen Reksadana. Banyak orang mengenal Reksadana sebagai instrumen yang menawarkan potensi imbal hasil, dengan tingkat risiko yang bervariasi sesuai jenis produknya.
Oleh karena itu, agar tidak terjebak, penting bagi Anda menyimak pembahasan kali ini. Tujuannya agar Anda mampu menilai kinerja Reksadana tanpa harus bergantung pada market timing. Berikut penjelasannya!
Mengapa Banyak Orang Takut Salah Pilih Reksadana? Mari dimulai dengan persepsi Reksadana yang ada di masyarakat umum! Tidak dapat dipungkiri masih banyak investor pemula yang takut memilih Reksadana disebabkan oleh beberapa hal.
Misal, pendapat bahwa Reksadana merupakan instrumen investasi yang rumit, banyak istilah teknis yang membingungkan dan keraguan akan menitipkan dana pada pihak Manajer Investasi.
Selain itu, kurangnya pemahaman profil risiko dan tujuan keuangan yang tidak jelas menjadi kesalahan umum para investor pemula saat memilih Reksadana.
Apa Arti “Reksadana yang Bagus”? Padahal, penting bagi Anda untuk memahami bahwa tidak ada instrumen investasi yang selalu memberikan hasil stabil dalam setiap kondisi pasar. Semua bergantung pada kinerja pasar uang yang fluktuatif setiap harinya.
“Reksadana yang Bagus” justru memiliki karakteristik yang konsisten dan sesuai dengan tujuan keuangan pribadi Anda. Pada periode tertentu, return mungkin tidak selalu tinggi. Namun, Reksadana dapat membantu menjaga stabilitas portofolio karena dikelola secara terdiversifikasi.
Mulai Berinvestasi dari Tujuan Finansial, Bukan dari Return Penting bagi Anda untuk mulai berinvestasi dari titik utama, yaitu menentukan aspek tujuan finansial. Tidak memulai dari ekspektasi return yang tinggi akan menyelamatkan Anda dari pengambilan keputusan yang tak logis. Berikut ragam tujuan finansial yang dapat dipilih:
● Tujuan Jangka Pendek Investasi jangka pendek memiliki durasi kurang dari 3 tahun. Biasanya investor berinvestasi untuk kebutuhan dana darurat, kepemilikan kendaraan atau berlibur.
● Tujuan Jangka Menengah Durasi investasi antara 3-5 tahun, dengan fokus investor menyiapkan dana untuk kebutuhan pendidikan anak, modal usaha, DP rumah dan sejenisnya.
● Tujuan Jangka Panjang Biasanya investasi yang berdurasi lebih dari 5 tahun. Investor dengan tujuan finansial yang lebih terarah, seperti persiapan dana pensiun dan financial freedom.
● Mengapa Tujuan Menentukan Jenis Reksadana? Karena setiap instrumen Reksadana memiliki profil risiko dan potensi imbal hasil yang berbeda-beda setiap durasi investasi. Sehingga penting bagi investor untuk menentukan tujuan finansial agar mampu memilih jenis Reksadana yang sesuai.
Kenali Profil Risiko Investasi Anda Oleh karena itu, untuk mendukung pengambilan keputusan pemilihan Reksadana yang sesuai, Anda juga perlu mengenal profil risiko investasi. Berikut penjelasannya:
● Konservatif Profil risiko jenis ini memiliki karakteristik menghindari risiko yang tinggi. Hal tersebut karena prioritas utama investor adalah keamanan aset dan hanya mencari pertumbuhan imbal hasil yang konsisten
● Moderat Investasi dengan profil moderat mencari keseimbangan antara pertumbuhan dan keamanan aset. Umumnya, investor dengan profil ini berfokus pada pertumbuhan aset dalam jangka menengah.
● Agresif Karakteristik utama dari jenis investor agresif adalah persiapan menghadapi gejolak pasar yang tinggi demi potensi keuntungan besar. Artinya, tidak takut untuk mengambil risiko tinggi untuk peluang return yang tinggi pula.
● Dampak Profil Risiko Terhadap Pilihan Reksadana Profil risiko penting dipertimbangkan sebelum memilih instrumen Reksadana. Mengapa? Karena aspek ini berpengaruh pada penentuan tingkat toleransi investasi terhadap fluktuasi NAB (Nilai Aktiva Bersih).
Pilih Reksadana yang Sesuai Dua aspek penting (profil risiko dan tujuan investasi) sudah Anda pahami. Maka, berikutnya penting untuk memilih instrumen Reksadana yang sesuai dengan aspek-aspek tersebut, antara lain:
● Reksadana Pasar Uang Reksadana Pasar Uang (RDPU) memiliki karakteristik risiko lebih rendah karena 100% instrumen berada pada pasar uang. Instrumen jenis ini cocok untuk jangka pendek dan konservatif.
● Reksadana Pendapatan Tetap Memiliki karakteristik risiko sedang dengan return yang stabil. Profil risiko moderat dengan tujuan jangka menengah karena minimal 80% aset ditempatkan pada instrumen obligasi.
● Reksadana Campuran Dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dari Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Campuran memiliki risiko dan return yang relatif lebih tinggi.
● Reksadana Saham Potensi return tertinggi dari Reksadana Saham membuat instrumen ini memiliki profil risiko yang paling tinggi. Cocok untuk investor tipe agresif yang memiliki tujuan finansial jangka panjang.
Baca Juga: Kenali Strategi Market Timing dalam Investasi Reksadana
Perhatikan Kinerja Reksadana dengan Cara yang Sederhana Setelah Anda memahami berbagai aspek dalam berinvestasi Reksadana, maka mulailah untuk memerhatikan kinerja investasi dengan cara yang sederhana. Berikut tips singkat yang dapat Anda terapkan:
Fokus konsisten dalam berinvestasi agar tidak terpaku pada angka tinggi Biasakan untuk melihat kinerja investasi pada jangka menengah-panjang Lakukan perbandingan kategori Reksadana Cek Manajer Investasi dan Rekam Jejaknya Selain itu, penting pula bagi Anda untuk mengecek kinerja dan rekam jejak Manajer Investasi. Karena pihak tersebut memiliki peran krusial untuk mengelola dana investasi Anda agar bekerja optimal.
Cek background reputasi dan pengalaman. Lalu, pastikan Manajer Investasi konsisten dalam pengelolaan dana aset.
Langkah ini penting Anda lakukan agar menghindari pemilihan Manajer Investasi dengan reputasi buruk dan meminimalisir risiko keuntungan yang turun drastis.
Jangan Abaikan Risiko dan Volatilitas Pentingnya berinvestasi dengan insight yang mumpuni adalah agar siap untuk menghadapi risiko dan volatilitas. Karena pada dasarnya saat berinvestasi, adanya risiko merupakan hal yang wajar.
Perbedaan jenis Reksadana selalu fluktuatif dalam kinerjanya. Sehingga umumnya dapat Anda sesuaikan dengan kenyamanan dan toleransi risiko masing-masing.
Berinvestasi Mulai dari Nominal Kecil dan Bertahap Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda untuk berinvestasi Reksadana secara bertahap dan dari nominal yang sesuai dengan kondisi keuangan Anda.
Selalu pertimbangkan untuk melakukan evaluasi secara berkala dan terus menambah wawasan (insight ) seiring perjalanan Anda berinvestasi.
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari Sebagai petunjuk untuk antisipasi risiko penurunan imbal hasil Reksadana yang lebih besar, ada baiknya Anda menghindari kesalahan umum berikut ini:
FOMO (Fear of Missing Out ) alias ikut-ikutan tanpa memiliki wawasan cukup Terlalu sering mengganti jenis Reksadana Panik saat pasar turun dan mengambil keputusan secara irasional Kapan Perlu Bantuan Profesional? Ada kalanya Anda membutuhkan bantuan profesional untuk memberikan wawasan terkait berinvestasi Reksadana. Anda membutuhkan bantuan profesional, jika:
Tujuan investasi semakin kompleks Bertambahnya aset dan kebingungan dalam mengalokasikannya Memiliki pendapat bahwa butuh peran advisor atau wealth management Investasi Optimal dengan Menjadi Mitra DBS Treasures Jadi, untuk memilih Reksadana yang tepat sesuai profil risiko dan tujuan finansial, Anda dapat menjadi mitra DBS Treasures.
Anda tidak hanya dibimbing secara proaktif oleh tim finansial yang andal, tetapi juga strategi diversifikasi aset yang membantu mengelola risiko.
Selain itu, kemudahan jual dan beli investasi, switching serta registrasi SID (Single Investor Identification ) dapat Anda nikmati dengan praktis melalui akses Aplikasi DBS digibank.
Dukungan analisis pasar terkurasi dari tim ahli finansial yang mengomunikasikannya dan mendapatkan peluang terkini yang sudah disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan portofolio Anda, dimotori Artificial Intelligence/Machine Learning (AI-ML). Insight tersebut dilengkapi solusi terkurasi terkait investasi (Grow ) dan asuransi (Protect ) sehingga Anda dapat cepat dan yakin berinvestasi melalui media sesuai preferensi.
DBS Treasures dapat menjadi mitra yang tepat untuk membantu mengoptimalkan strategi investasi serta memperkaya wawasan finansial Anda.
Publikasi ini telah dikurasi oleh tim internal PT Bank DBS Indonesia (DBSI) dan didistribusikan oleh DBSI.
DBSI berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Publikasi ini bukan merupakan bagian dari penawaran, rekomendasi, atau ajakan kepada Anda untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun sebagaimana dijelaskan, juga tidak ditujukan untuk mengundang atau mengizinkan pembuatan penawaran kepada publik untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun untuk mendapatkan uang tunai atau imbalan lainnya dan tidak boleh dipandang seperti demikian.
Baca Juga:
Cara Investasi Reksadana Berkonsep “Invest in What You Know” Peter Lynch
Belajar dari Suze Orman: Dana Cadangan Jangan Cuma di Tabungan
Strategi Investasi Howard Marks: Menavigasi Pasar yang Tak Pasti