Dunia investasi mempunyai prospek menjanjikan dengan menawarkan beragam instrumen yang dapat dipilih sesuai profil risiko dan kebutuhan. Salah satunya adalah Obligasi FR yang diterbitkan oleh pemerintah.
Bila Anda ingin menyelami dunia ini lebih jauh, ada sejumlah teori dari investor ternama yang bisa dipelajari. Dengan demikian, kemampuan untuk mengambil keputusan penting saat berinvestasi bisa semakin meningkat. Inilah ulasan selengkapnya.
Teori Investor Terkenal untuk Mendukung Investasi Obligasi FR
Banyak investor terkenal yang sukses di dunia investasi. Masing-masing dari mereka mempunyai pendekatan atau strategi yang berbeda demi memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko. Dari berbagai metode tersebut, melahirkan strategi yang dapat Anda pelajari.
Berikut sejumlah strategi dari para investor terkenal yang patut Anda perhatikan:
● George Soros
George Soros merupakan investor berkebangsaan Amerika Serikat kelahiran Hungaria. Bersama Jim Rogers, beliau mendirikan perusahaan dana investasi terkemuka di tingkat dunia, yaitu Quantum Fund.
Soros terkenal akan teori refleksivitasnya yang masih relevan hingga saat ini. Dalam teori ini, beliau berpendapat bahwa investor bisa mempengaruhi situasi dan pergerakan pasar itu sendiri.
Kekeliruan anggapan investor bisa menimbulkan tindakan yang salah. Begitu pula sebaliknya. Akhirnya, situasi pasar pun bisa berubah mengikutinya. Contohnya, bila investor optimis, maka harga suatu instrumen pun akan naik.
Itulah mengapa Anda perlu memperhatikan perilaku para investor saat ingin mengambil suatu keputusan. Hal ini dapat diiringi dengan mengamati tren ekonomi secara global. Dengan demikian, peluang investasi terbaik bisa diperoleh.
● Warren Buffet
Anda pasti sudah tidak asing dengan Warren Buffet. Beliau adalah investor yang dijuluki sebagai “Oracle of Omaha” karena strategi jangka panjangnya dalam berinvestasi. Selain itu, beliau juga menjadi CEO Berkshire Hathaway.
Warren Buffet mempunyai strategi yang bisa Anda terapkan saat berinvestasi Obligasi FR. Dalam strategi ini, beliau menganggap bahwa investasi merupakan seni dari kesabaran.
Lebih jelasnya, Buffet mengatakan bahwa jangan sampai volatilitas pasar menggoyahkan keputusan dari seorang investor. Namun, bukan berarti investor bisa berinvestasi tanpa arah. Lebih baik, mereka mengalokasikan dana pada instrumen yang bisa dipahami.
Selain itu, Warren Buffet juga berpesan bahwa investor sebaiknya berfokus pada aset yang mempunyai keunggulan kompetitif jangka panjang. Hal ini bisa membawa keuntungan lebih besar di kemudian hari.
● Peter Lynch
Pria ini dikenal sebagai investor Amerika yang legendaris. Lynch juga dikenal sebagai pemimpin Fidelity Magellan Fund selama lebih dari satu dekade, yakni dari tahun 1977 sampai 1990.
Peter Lynch lebih suka berinvestasi untuk jangka panjang, terutama pada aset yang mempunyai fundamental kuat. Hal ini disebabkan kepercayaannya akan harga instrumen yang mencerminkan nilai aset sebenarnya dari penerbit.
Selain itu, beliau juga beranggapan bahwa seorang investor perlu bersabar dan tidak mudah terpengaruh oleh fluktuasi jangka pendek yang terjadi pada pasar.
Itulah mengapa Anda perlu berhati-hati saat mengambil suatu keputusan. Alih-alih tersulut emosi, penting bagi Anda untuk menggunakan logika dan pengetahuan saat menghadapi pergerakan agar tidak mudah terpengaruh.
● Carlos Slim
Carlos Slim dari Meksiko sempat menjadi orang terkaya di dunia pada tahun 2010 hingga 2013. Kekayaan tersebut berasal dari kekuasaannya di perusahaan telekomunikasi. Selain itu, beliau juga merupakan seorang investor yang terkenal.
Bagi Carlos Slim, investor yang sukses tidak hanya melihat kondisi sekarang, namun juga masa depan. Mereka akan selalu melihat peluang apa yang bisa terjadi kedepannya dengan jeli.
Lebih jelasnya, Carlos Slim beranggapan bahwa investor perlu mempelajari pasar saat ini dan mengetahui kondisi lembaga terkait sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Langkah ini dilakukan demi mendapatkan keuntungan suatu hari nanti.
Baca Juga: Beda Obligasi FR dan SBN Ritel, Jangan Sampai Salah Pilih!
● Pangeran Alwaleed Bin Talal
Pangeran asal Arab Saudi ini merupakan salah satu investor ternama. Beliau adalah pendiri dari Kingdom Holding Company yang berhasil menjadi pemegang saham terbesar di Citigroup. Selain itu, beliau juga berinvestasi di Snap dan Twitter.
Salah satu strategi darinya yang bisa Anda terapkan saat berinvestasi Obligasi FR adalah tetap sabar. Kesabarannnya bahkan teruji saat era Resesi Besar terjadi. Investasinya banyak yang berhasil, sehingga mencegahnya merugi dalam jumlah besar.
Pangeran ini beranggapan bahwa dirinya tidak merasa panik atau takut saat berinvestasi. Sikap tenang tersebut lahir dari keyakinannya sebagai investor yang berani mengambil keputusan jangka panjang.
● Steven Cohen
Steven Cohen kerap dikenal sebagai raja hedge fund karena kepiawaiannya dalam berinvestasi dana wisata. Beliau juga mendirikan perusahaan hedge fund, yaitu Point72 yang berbasis di Connecticut, Amerika Serikat.
Dalam berinvestasi, beliau menerapkan analisis fundamental untuk memahami peluang pertumbuhan jangka panjang dari suatu aset. Analisis ini berfokus pada tren pasar, laporan keuangan, dan sejumlah faktor lainnya untuk evaluasi nilai intrinsik aset.
Dari analisis ini, ada bermacam-macam kriteria yang bisa didapatkan, salah satunya adalah proyeksi keuntungan bersih yang dapat dijadikan acuan investasi. Maka dari itu, Anda bisa menerapkan strategi tersebut untuk memaksimalkan keuntungan.
● Abigail Johnson
Wanita yang dikenal sebagai milyuner ini mempunyai saham sekitar 40% bersama keluarganya di Fidelity Investments. Perusahaan tersebut didirikan oleh kakeknya, yaitu Edward C. Johnson II.
Abigail Johnson belajar banyak selama perjalanannya kariernya. Salah satunya adalah menerapkan diversifikasi portofolio, terutama saat pasar sedang tidak stabil karena faktor eksternal, seperti pandemi atau krisis ekonomi.
Diversifikasi ini bisa meminimalkan risiko. Caranya dengan menyebarkan dana ke berbagai aset, sehingga kerugian dari suatu aset bisa dikompensasi dengan keuntungan yang didapatkan instrumen lainnya.
Diversifikasi juga membantu Anda untuk tidak bergantung pada suatu sektor tertentu, sehingga mendukung pertumbuhan investasi dalam jangka panjang.
Menerapkan Strategi Investasi Bersama Perbankan Prioritas DBS Treasures
Strategi di atas bisa langsung Anda pilih dan sesuaikan dengan kebutuhan saat berinvestasi. Dengan demikian, investasi bisa berjalan secara lebih optimal sehingga Anda memperoleh keuntungan maksimal.
Untuk memudahkan investasi Anda, pilih mitra tepercaya, seperti perbankan prioritas DBS Treasures. Bersama perbankan prioritas DBS Treasures, Anda bisa memperoleh potensi capital gain dengan menjual Obligasi tertentu serta kupon dengan tingkat kompetitif di atas rata-rata bunga deposito.
Di sisi lain, tidak ada biaya tambahan yang dibebankan kepada Anda saat berinvestasi kecuali spread, yakni selisih antara harga jual serta beli.
Transaksi investasi pun dapat dilakukan dengan cepat dan fleksibel melalui Aplikasi DBS digibank termasuk jual beli, switching, dan registrasi SID (Single Investor Identification).
Anda juga akan didukung tim ahli finansial yang mengomunikasikan analisis pasar terkurasi serta peluang terkini yang sudah disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan portofolio Anda, dimotori Artificial Intelligence/Machine Learning (AI-ML). Insight tersebut dilengkapi solusi terkurasi terkait investasi (Grow) dan asuransi (Protect) sehingga Anda dapat cepat dan yakin berinvestasi melalui media sesuai preferensi.
Sejumlah keuntungan ini belum tentu bisa didapatkan di mitra lainnya. Maka dari itu, perbankan prioritas DBS Treasures layak untuk dipertimbangkan bila Anda ingin berinvestasi Obligasi FR.
Publikasi ini telah dikurasi oleh tim internal PT Bank DBS Indonesia (DBSI) dan didistribusikan oleh DBSI.
DBSI berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Publikasi ini bukan merupakan bagian dari penawaran, rekomendasi, atau ajakan kepada Anda untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun sebagaimana dijelaskan, juga tidak ditujukan untuk mengundang atau mengizinkan pembuatan penawaran kepada publik untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun untuk mendapatkan uang tunai atau imbalan lainnya dan tidak boleh dipandang seperti demikian.
.
Baca Juga:
Investasi Jangka Pendek: Kenali 3 Keuntungan dan Risikonya
Kenali Portofolio Investasi: Cara Menyusun dan Mengelolanya
Bagaimana Cara Mengidentifikasi Saham dengan Dividen Tinggi?
