Dalam kondisi pasar yang erat dengan ketidakpastian, pergerakan harga aset tidak hanya dipengaruhi oleh indikator ekonomi melainkan juga oleh perilaku investor. Perilaku yang dipengaruhi oleh emosi, persepsi, serta bias psikologi memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan terutama saat volatilitas pasar tinggi.
Fenomena behavioral bias kerap mendorong pengambilan keputusan yang tidak rasional sehingga berpotensi memengaruhi kinerja investasi secara menyeluruh. Tidak hanya itu, dampaknya bisa mendorong investor bertindak tidak rasional, melenceng dari strategi, hingga menyebabkan kerugian.
Oleh karena itu, memiliki pemahaman terhadap hubungan antara bias perilaku dan volatilitas pasar sangat penting bagi investor dalam mengelola emosi serta menjaga konsistensi investasi jangka panjang.
Behavioral Bias saat Volatilitas Pasar Meningkat
Pergerakan harga yang tidak menentu sering kali memicu respons emosional yang kuat dan menyebabkan investor cenderung bereaksi secara cepat tanpa pertimbangan yang matang.
Berbagai behavioral bias kerap muncul dan memengaruhi cara investor menilai risiko maupun peluang. Berikut beberapa behavioral bias tersebut:
● Overconfidence Bias
Overconfidence bias merupakan kecenderungan investor yang merasa terlalu percaya diri terhadap kemampuan memprediksi pergerakan pasar. Ketika volatilitas pasar sedang meningkat, bias ini bisa mempengaruhi pengambilan risiko berlebihan tanpa ada pertimbangan yang matang.
● Loss Aversion Bias
Berikutnya ada loss aversion bias. Sesuai dengan namanya, bias psikologis ini digambarkan ketika rasa takut terhadap kerugian muncul secara berlebihan mengalahkan keinginan untuk mendapatkan keuntungan yang optimal.
Pasar yang sedang mengalami fluktuasi sering kali memperkuat bias ini yang membuat investor mengambil keputusan defensif sehingga tidak sejalan dengan tujuan investasi jangka panjang.
● Herding Behavior
Perilaku berikutnya yang juga dapat muncul ketika volatilitas pasar sedang meningkat, yaitu herding behavior. Perilaku ini dicirikan dengan mudahnya terpengaruh oleh keputusan mayoritas tanpa didasari oleh analisis pribadi.
Dalam kondisi pasar yang bergejolak, sentimen pasar dapat mendorong investor untuk mengikuti keputusan orang lain meskipun tindakan tersebut tidak sesuai dengan profil risiko saat itu.
● Confirmation Bias
Kecenderungan umum berikutnya, yaitu confirmation bias, Kecenderungan ini dicirikan dengan hanya mencari serta mempercayai informasi yang mendukung keputusan yang sudah diambil sebelumnya. Bias ini dapat menghambat objektivitas investor dalam mengevaluasi risiko dan peluang secara menyeluruh.
Dampak Behavioral Bias Terhadap Kinerja Investasi
Dari poin pembahasan sebelumnya dapat diketahui bahwa behavioral bias dapat memengaruhi pengambilan keputusan yang diambil oleh investor, terutama saat kondisi pasar sedang fluktuatif.
Tanpa disadari, bias ini dapat menjadi pemicu utama seorang investor melakukan atau mengambil keputusan yang tidak sesuai dengan strategi investasi yang sebelumnya direncanakan. Berikut ini beberapa akibat yang umum dialami terhadap kinerja investasi akibat behavioral bias:
● Potensi Rugi
Pengambilan keputusan yang didasari oleh behavioral bias atau pengaruh emosional, seperti menjual aset saat harga turun atau membelinya saat harga tinggi, dapat meningkatkan potensi kerugian.
Pola ini dikenal sebagai buy high sell low, yang secara langsung meningkatkan risiko kerugian. Padahal risiko ini dapat dihindari jika investor tetap melakukan analisis secara rasional dan tetap berpegang pada strategi awal.
Dalam jangka panjang, akumulasi dari keputusan yang dipengaruhi oleh behavioral bias ini bisa mengurangi kinerja portofolio Anda secara bertahap. Bahkan saat kondisi pasar sedang mengalami pertumbuhan, investor yang tidak mampu mengelola emosinya dengan baik dapat tertinggal karena potensi imbal hasilnya tidak optimal.
● Hilang Peluang Investasi Jangka Panjang
Ketika investor hanya berfokus pada fluktuasi pasar jangka pendek, keputusan investasi sering mengabaikan potensi pertumbuhan aset dalam jangka panjang.
Saat volatilitas pasar tinggi, keputusan dengan behavioral bias hanya bereaksi pada pergerakan harga sesaat dan mengabaikan pertumbuhan aset di masa mendatang.
Keputusan yang terlalu terburu-buru dapat membuat investor kehilangan fase untuk pulih sehingga memengaruhi keseluruhan kinerja investasi.
Rasa takut terhadap kerugian membuat investor berhenti investasi saat pasar sedang terkoreksi, sementara percaya diri berlebih dapat membuat investor kesulitan melihat prospek jangka panjang. Akibat dari bias ini, yaitu momentum pertumbuhan yang seharusnya bisa dimanfaatkan jadi terlewat.
Oleh karena itu, kemampuan menjaga perspektif jangka panjang di tengah gejolak pasar merupakan kunci untuk memaksimalkan potensi investasi dan mencapai tujuan.
● Portofolio Melenceng Dari Profil Risiko
Behavioral bias atau reaksi emosional terhadap volatilitas pasar yang meningkat dapat mendorong perubahan alokasi aset yang tidak sesuai rencana.
Hal ini bisa membuat investor berubah menjadi terlalu konservatif maupun agresif saat pasar turun dan naik. Akibatnya, komposisi portofolio mungkin tidak sejalan atau tidak selaras dengan tujuan dan toleransi risiko.
Baca juga: 7 Tips Mengelola Keuntungan Bisnis, Salah Satunya Investasi!
Strategi Mengelola Emosi dalam Keputusan Investasi
Dalam menghadapi volatilitas pasar, kemampuan mengelola emosi menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas keputusan investasi. Tanpa pendekatan yang tepat, reaksi emosional terhadap fluktuasi pasar dapat mendorong investor melenceng dari strategi yang telah direncanakan.
Dengan langkah-langkah yang tepat, investor dapat terbantu tidak hanya dalam mengendalikan reaksi emosional melainkan juga dalam hal mengelola portofolio.
● Evaluasi Portofolio Secara Berkala
Melakukan evaluasi terhadap portofolio secara berkala dapat membantu investor berinvestasi secara objektif. Dengan melakukan evaluasi, proses ini dapat menyesuaikan strategi agar tetap selaras dengan profil risiko dan tujuan jangka panjang alih-alih berdasarkan respons emosional terhadap fluktuasi pasar.
● Berfokus Pada Fundamental
Pendekatan berbasis fundamental membantu investor untuk menilai aset berdasarkan kinerja keuangan dan kondisi ekonomi.
Fokus pada fundamental juga bisa membantu mengurangi pengaruh sentimen pasar sementara sehingga keputusan investasi tetap rasional dan selaras dengan strategi jangka panjang yang telah ditetapkan.
● Melakukan Diversifikasi
Diversifikasi merupakan strategi penting untuk mengelola risiko dan menstabilkan portofolio di tengah volatilitas pasar. Dengan menyebarkan investasi ke berbagai aset, dampak ekstrem pada satu investasi dapat diminimalkan.
Portofolio yang terdiversifikasi dengan baik tidak hanya mengurangi risiko melainkan juga membantu investor menghadapi kondisi pasar dengan tekanan emosional yang terkendali.
Mulai Investasi Bersama Mitra Perbankan Prioritas DBS Treasures Sekarang
Dari pembahasan di atas dapat diketahui bahwa behavioral bias dapat memengaruhi investor dalam mengambil keputusan hingga memberikan dampak yang menggagalkan misi mencapai tujuan investasi.
Namun, selain perlu mengontrol respons emosional, berinvestasi dengan mitra yang tepat layaknya perbankan prioritas DBS Treasures, dapat menjadi kunci Anda untuk melaksanakan praktik investasi yang berhasil.
Melalui perbankan prioritas DBS Treasures, Anda bisa berinvestasi Reksadana dengan aman karena dana milik Anda akan dikelola langsung oleh Manajer Investasi berpengalaman.
Lebih dari itu, Anda juga dapat memperoleh wawasan yang nantinya bisa memandu selama berinvestasi. Adanya strategi diversifikasi juga akan mencegah Anda dari risiko kerugian secara menyeluruh.
Selain itu, dukungan Aplikasi DBS digibank juga akan mempermudah investasi Anda. Melalui aplikasi ini, Anda dapat melakukan registrasi SID (Single Investor Identification), transaksi jual beli, hingga switch dengan mudah.
Anda juga akan mendapat dukungan dari analisis pasar terkurasi dari tim ahli finansial yang mengomunikasikannya dan mendapatkan peluang terkini yang sudah disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan portofolio Anda, dimotori Artificial Intelligence/Machine Learning (AI-ML). Insight tersebut dilengkapi solusi terkurasi terkait investasi (Grow) dan asuransi (Protect), sehingga Anda dapat cepat dan yakin berinvestasi melalui media sesuai preferensi.
Berinvestasi bersama mitra perbankan prioritas DBS Treasures merupakan pilihan tepat bagi Anda yang mengutamakan perencanaan keuangan matang berjangka panjang. Dengan strategi yang tepat, DBS Treasures dapat menjadi mitra andal dalam mengoptimalkan aset erta mencapai tujuan keuangan di masa mendatang.
Baca juga:
Berkenalan dengan Hedge Fund dan Bedanya dengan Investasi Reksadana
Value Investing: Salah Satu Strategi Investasi dari Charlie Munger
Seni Investasi ‘Contrarian’ Ala George Soros, Strategi Untung Lawan Arah Pasar
