Di pandemi saat ini banyak orang mulai tersadar pentingnya mengatur perencanaan keuangan.

Yakin Gak Mau Investasi Obligasi Negara Dari Sekarang? Ini 5

 

Di pandemi saat ini banyak orang mulai tersadar pentingnya mengatur perencanaan keuangan. Dimulai dari mengatur cash flow bulanan, mengumpulkan dana darurat dan melindungi diri dengan proteksi kesehatan. Banyak orang yang kesulitan karena pemutusan hubungan kerja dan tidak memiliki dana darurat untuk bertahan hidup hingga mendapatkan pekerjaan kembali.

 

Bila Anda sudah memiliki dana darurat yang mencukupi pengeluaran selama 3-6 bulan ke depan, yuk mulai menyisihkan sebagian pemasukan untuk investasi. Kenapa sih investasi diperlukan?

 

  1. Resiko Inflasi

    Bila 20 tahun yang lalu dengan uang Rp 500 kita bisa mendapatkan 20 permen. Maka saat ini dengan uang yang sama uang Rp 500 hanya bisa mendapatkan 2 butir permen. Ini lah yang disebut sebagai inflasi. Nilai uang menjadi merosot karena terjadi inflasi. Untuk mengalahkan inflasi maka sebaiknya kita melakukan investasi agar nilai uang kita tidak semakin menurun dari tahun ke tahun.

  2. Untuk Mencapai Tujuan Keuangan

    Tentunya setiap orang memiliki impian yang ingin dicapai di dalam hidupnya. Memiliki rumah pertama, menikah, membiayai sekolah anak-anak hingga ke perguruan tinggi, dan lainnya. Namun untuk mencapai itu semua dibutuhkan uang yang tidak sedikit. Investasi merupakan salah satu kendaraan untuk mencapai tujuan keuangan.

     

    Tentunya Anda menginginkan yang terbaik bukan untuk anak-anak. Sebaiknya persiapkan dana pendidikan sedini mungkin dengan investasi. Biaya yang paling besar untuk pendidikan yaitu biaya kuliah. Rentang waktu untuk masuk kuliah terbilang cukup lama, yaitu 17 tahun. Anda mempunyai waktu yang cukup untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Dengan memilih instrumen investasi yang tepat, dana pendidikan anak dapat terkumpul tepat pada waktunya.

  3. Mempersiapkan Pensiun

    Tahukah Anda berapa uang yang harus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pensiun? Contohnya Bapak A saat ini berusia 30 tahun dan memutuskan usia pensiun di usia 60 tahun. Dengan memperkirakan usia harapan hidup sampai dengan 80 tahun, pemasukan per tahun sebesar Rp 300.000.000 selama 20 tahun ke depan. Return investasi estimasi sebesar 15% dan tingkat inflasi per tahun sebesar 5%. Setelah dihitung menggunakan kalkulator finansial, dana yang dibutuhkan untuk pensiun sebesar Rp 12.142.393.495 untuk membiayai hidup dari usia 60 hingga 80 tahun. Dana tersebut bisa terkumpul dengan menginvestasikan tiap bulan sebesar Rp 1.753.849.

     

    Ada 2 cara untuk mencapai dana pensiun sebesar 12 miliar tersebut pada usia 60 tahun. Bekerja lebih keras hingga menghasilkan uang sebanyak itu, atau dengan memperpanjang waktu untuk menginvestasikan uang agar dana pensiun tersebut terbentuk dari hasil investasi.

  4. Memutus Rantai Sandwich Generation

    Sandwich generation merupakan permasalahan yang dialami oleh milenial masa kini. Dimana generasi milenial memiliki tanggung jawab untuk membiayai generasi di atasnya yaitu orang tua dan generasi dibawahnya yaitu anak-anak.

     

    Beban keuangan yang demikian besar harus ditanggung oleh generasi milenial. Agar hal ini tidak terulang di generasi anak-anak Anda, sebaiknya mulailah untuk menghentikan rantai sandwich generation ini di Anda. Mulailah untuk mempersiapkan dana pensiun untuk hari tua agar kelak ketika sudah memasuki usia pensiun tidak menyusahkan anak dan cucu secara finansial.

  5. Wariskan Kekayaan, Bukannya Hutang

    Jangan sampai ketika Anda sudah tutup usia masih meninggalkan warisan hutang bagi anak dan cucu. Lebih baik meninggalkan legacy berupa warisan yang tentunya dapat memberikan manfaat bagi keluarga. Hasil kerja keras Anda selama bekerja disisihkan untuk investasi dapat diwariskan ke keluarga.

     

    Investasi yang memiliki return menarik dan resiko yang relatif rendah saat ini adalah obligasi negara. Obligasi pemerintah adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia.

     

    Obligasi negara atau yang biasa disebut sebagai Surat Berharga Negara ( SBN ) dibagi jadi beberapa kelompok produk. Berdasarkan underlying asset, obligasi pemerintah terbagi menjadi konvensional dan syariah/sukuk. Contoh obligasi konvensional antara lain SBR, ORI, FR, INDON. Contoh untuk obligasi syariah antara lain ST, SR, dan INDOIS.

     

    Obligasi negara berdasarkan pasar penjualannya terbagi menjadi dua. Yang pertama yaitu pasar perdana. Yang kedua yaitu pasar sekunder. Contoh produk yang dijual di pasar perdana yaitu SBR, ORI, ST. Produk yang dijual di pasar sekunder yaitu FR, INDON, dan INDOIS.

     

    Yang membedakan pasar perdana dan pasar sekunder adalah periode waktu pembeliannya. Obligasi yang ditawarkan di pasar perdana hanya dapat dibeli di periode waktu tertentu dan harganya 100 % sesuai dengan nilai yang ditawarkan ke publik. Jangka waktu investasi di obligasi ini antara 2 hingga 3 tahun. Ada beberapa jenis obligasi negara yang ada di pasar perdana tidak dapat diperjualkan kembali seperti SBR dan ST.

 

Untuk obligasi pasar sekunder dapat diperjual belikan kapan saja selama obligasi tersebut belum jatuh tempo. Jangka waktu untuk investasi obligasi di pasar sekunder ini antara 5-50 tahun. Harga yang berlaku adalah harga pasar saat transaksi dilakukan.

 

Sekarang untuk investasi obligasi sangat mudah. Berikut beberapa keuntungan membeli obligasi dengan Aplikasi digibank by DBS :

  1. Dengan adanya aplikasi ini kita bisa melakukan transaksi jual maupun beli hanya lewat handphone. Layanan transaksi dapat dilakukan dengan akses pakai 24/7. Anda tidak perlu repot-repot harus membeli obligasi lewat kantor cabang.
  2. Keuntungan investasi yang didapat dibayarkan melalui kupon setiap 6 bulan.
  3. Investasi obligasi ini tergolong rendah resiko karena dijamin oleh pemerintah dan dilindungi oleh Undang-Undang. Pembayaran kupon atau imbal hasil ini dibayarkan sama tanggalnya setiap 6 bulan
  4. Untuk memulai investasi obligasi dana yang diperlukan sangat terjangkau. Dimulai dari Rp 1.000.000 saja Anda sudah bisa investasi di obligasi pemerintah. Dengan investasi di obligasi pemerintah Anda sudah berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. Dana tersebut akan digunakan oleh pemerintah untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum seperti kesehatan, pendidikan, dan lain-lain.

 

Cara membeli obligasi melalui Aplikasi digibank by DBS :

  1. Daftar SID terlebih dahulu di Aplikasi digibank by DBS.
    • Klik obligasi di beranda
    • Mulai registrasi dengan klik “Yuk Lanjut”
    • Lengkapi data diri lalu ikuti langkah selanjutnya
    • Baca syarat dan ketentuan terlebih dahulu, lalu klik setuju.
    • Tunggu email dan konfirmasi nomor SID dalam waktu 2x24 jam.
  2. Setelah mendapatkan konfirmasi nomor SID via email lakukan registrasi e-SBN di Aplikasi digibank by DBS
  3. Lakukan pemesanan obligasi yang diinginkan
  4. Lakukan pembayaran menggunakan digibank saving. Portfolio obligasi akan tersedia setelah tanggal settlement.
Mudah kan investasi obligasi di Aplikasi digibank by DBS. Bagi Anda yang ingin memulai investasi, obligasi negara adalah instrumen investasi yang layak untuk dimiliki. Yuk segera berinvestasi, download aplikasinya sekarang di App store dan Play store!

Terima kasih atas masukan Anda yang berharga

Apakah informasi ini bermanfaat bagi Anda?

Terima kasih atas masukan Anda yang berharga
Apakah informasi ini membantu Anda?
Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini Anda alami
Berikan kami masukan untuk kemajuan halaman ini
Mohon hanya menggunakan a-z,A-Z,0-9,@!$-(),.

Terima kasih! Kami menghargai umpan balik Anda.

Bagaimana Anda menilai halaman ini?

Masalah apa yang Anda hadapi hari ini?

500

Harap masukkan hanya a-z, A-Z, 0-9, @!? $ & - () ',. /