Tips Membangun Bisnis Skincare Menggunakan Pinjaman KTA
20 Feb 2022

Tips Membangun Bisnis Skincare Menggunakan Pinjaman KTA

Bisnis skincare menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan dan memiliki peluang besar mendatang keuntungan. Peluang ini bisa kamu manfaatkan untuk mulai menekuni bisnis skincare, kamu bisa menggunakan dana pinjaman KTA untuk mempersiapkan modal.

Skincare menjadi kebutuhan utama bagi sebagian besar perempuan, khususnya di kalangan anak muda. Kini ketertarikan perempuan Indonesia dalam merawat dan menjaga kesehatan kulitnya semakin meningkat.

Kesadaran mereka akan pentingnya merawat kesehatan kulit kini mulai tumbuh dengan baik. Tentunya ini menjadi hal yang positif, baik untuk diri mereka maupun para pelaku bisnis skincare. Jika kamu berencana menjalankan bisnis ini, sebaiknya persiapkan modal yang cukup. Caranya dengan mengajukan pinjaman KTA digibank.

Tips Membangun Bisnis Skincare Supaya Sukses

Membangun bisnis di bidang kecantikan, khususnya industri skincare dibutuhkan perencanaan yang matang. Sama seperti membangun bisnis di bidang yang lain, kamu juga perlu membuat perencanaan bisnis yang matang.

Dengan membuat perencanaan bisnis, kamu bisa menjalankan bisnis dengan terstruktur dan sesuai dengan rencana yang dibuat. Selain membuat perencanaan bisnis ada hal lain yang tidak kalah penting yaitu modal.

Kamu harus mempersiapkan modal yang cukup untuk memulai bisnis skincare, jika modal yang dikumpulkan belum mencukupi. Kamu bisa mengajukan KTA online di digibank by DBS untuk mendapatkan tambahan modal.

Supaya kamu memiliki gambaran yang jelas mengenai cara membangun bisnis skincare yang tepat, berikut ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti.

  1. Melakukan Riset Pasar
    Riset pasar menjadi langkah utama dalam menciptakan produk yang tepat, melalui hasil riset pasar kamu bisa mengenali seperti apa target konsumen yang dituju. Melakukan riset pasar sebenarnya tidak rumit dan mudah dilakukan.
    Dalam melakukannya tidak perlu terjun langsung ke lapangan untuk mencari informasi, kamu bisa membuat survei online untuk melakukan riset. Melalui survei tersebut kamu dapat mengetahui seperti apa kebiasaan perempuan Indonesia dalam memilih dan membeli produk skincare.
    Jika ingin cara yang lebih mudah kamu bisa bekerja sama dengan perusahaan penyedia layanan riset pasar. Namun, untuk menggunakan jasa tersebut kamu memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk itu sebaiknya ajukan KTA online digibank by DBS sebagai solusinya.
  2. Menentukan Target Konsumen
    Melalui hasil yang didapatkan dari riset pasar, kamu bisa menentukan target konsumen yang tepat. Menentukan target konsumen menjadi tahapan yang harus dilakukan sebelum kamu membuat produk.
    Kamu juga harus mengenali seperti apa kebiasaan target konsumen yang dituju, berapa umur mereka, berapa pendapatan setiap bulannya, dan apa permasalahan kulit yang mereka alami. Dengan data-data tersebut kamu bisa menciptakan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan target konsumen yang dituju.
  3. Tentukan Brand
    Kesuksesan membangun bisnis di bidang industri skincare tidak lepas dari keberhasilan dalam menciptakan citra brand yang baik. Menentukan brand menjadi langkah yang krusial, kamu harus memikirkannya dengan matang.
    Ada beberapa trik agar brand skincare yang kamu bangun melekat di pikiran konsumen. Salah satunya triknya yaitu membuat nama brand yang mudah diingat dan unik. Selain itu buatlah nama brand yang dapat mempresentasikan produk kamu secara keseluruhan.
    Setelah mendapat nama brand yang tepat, sebaiknya daftarkan nama brand tersebut ke DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual). Supaya nama brand kamu tidak bisa digunakan oleh orang lain.
    Jika kamu menggunakan jasa perusahaan maklon kosmetik biasanya mereka akan membantu kamu melakukan pendaftaran hak cipta brand. Jadi kamu tinggal menentukan namanya saja. Tidak hanya mendaftar nama brand, kamu juga perlu membuat badan hukum sebagai perusahaan yang menaungi bisnismu. Biaya untuk mengurus itu semua diperlukan dana yang cukup besar kamu bisa menggunakan pinjaman KTA untuk mengatasinya.
  4. Membuat Produk yang Inovatif
    Setelah melakukan riset pasar pasti kamu akan mendapatkan data-data yang berkaitan dengan kebiasaan konsumen dalam memilih, membeli, dan menggunakan produk skincare. Di dalam data tersebut juga berisi tentang permasalahan kulit yang sering dialami konsumen.
    Dari hasil riset pasar tersebut kamu bisa menciptakan produk skincare yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Untuk menciptakan inovasi dan terobosan terbaru dalam menangani permasalahan kulit yang dialami konsumen.
    Kamu perlu tim R&D (Research and Development) untuk membantu menciptakan produk yang lebih unggul dari kompetitor. Jika kamu tidak mau repot mengurus dan membentuk tim R&D sebaiknya gunakan jasa perusahaan maklon kosmetik.
    Perusahaan maklon kosmetik profesional pasti memiliki tim R&D yang andal dalam melakukan riset produk dan menciptakan produk yang inovatif. Untuk bekerja sama dengan perusahaan maklon kosmetik kamu bisa menggunakan uang pinjaman KTA dari digibank KTA.
  5. Pilih Desain Kemasan yang Menarik
    Langkah selanjutnya ini juga tidak kalah penting karena akan berpengaruh terhadap daya jual produk yang kamu pasarkan nantinya. Kemasan menjadi salah satu daya tarik dari sebuah produk serta memiliki pengaruh yang cukup besar dalam menentukan daya jual.
    Meskipun manfaat yang ditawarkan menjadikan nilai utama tapi jika kemasan yang digunakan cenderung monoton dan terlihat tidak menarik. Pasti akan menurunkan minat konsumen dalam membelinya.
    Oleh karena itu, kamu harus menentukan desain kemasan yang unik dan menarik agar konsumen tertarik untuk membelinya. Selain itu pilihlah material kemasan yang terbaik, material kemasan yang terlihat murahan juga akan menambah nilai buruk pada produk yang kamu buat.
  6. Pelajari Regulasi yang Ada
    Dalam menjalankan bisnis di bidang skincare kamu tidak hanya dituntut untuk menciptakan produk yang inovatif. Tapi juga harus mematuhi aturan-aturan yang berlaku, setiap produk skincare diharuskan memiliki izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).
    Jadi kamu perlu mengurus izin edar di BPOM pada setiap produk yang dibuat agar bisa dijual secara legal dan resmi di pasaran. Dengan mendapatkan izin edar dari BPOM kamu bisa meyakinkan kepada konsumen bahwa produk yang kamu pasarkan aman digunakan.
    Selain mengurus izin edar di BPOM sebaiknya kamu juga mengurus sertifikasi halal di MUI (Majelis Ulama Indonesia). Sertifikasi halal dari MUI sebenarnya tidak bersifat wajib tapi seperti yang kamu tahu sebagian besar masyarakat Indonesia merupakan seseorang muslim.
    Sertifikasi halal akan menjadi nilai tambah dan membantu kamu mendapatkan banyak konsumen karena sebagian besar masyarakat ingin menggunakan produk skincare yang halal. Untuk mengurusnya tidak perlu buru-buru yang terpenting kamu sudah mengantongi izin edar dari BPOM.

Cara Menghitung Jumlah Modal Pinjaman untuk Membangun Bisnis Skincare

Tidak memiliki cukup modal bukan berarti kamu harus menyerahkan begitu saja, ada banyak cara yang bisa ditempuh. Salah satunya dengan mengajukan kredit tanpa agunan untuk mendapatkan modal yang cukup.

Supaya kamu tidak salah langkah dalam menghitung dan menentukan jumlah uang yang akan dipinjam. Sebaiknya terapkan beberapa tips cara menghitung jumlah modal bisnis pada penjelasan berikut.

  1. Tentukan Waktu yang Tepat
    Sebelum kamu mengajukan kredit untuk modal bisnis, sebaiknya kamu merencanakan waktu yang tepat untuk mengajukan kredit di digibank by DBS. Menentukan waktu yang tepat bertujuan agar dana kredit yang kamu dapatkan tidak pasif dalam waktu yang lama.
    Hal tersebut biasanya terjadi ketika kamu mengajukan kredit dari jauh-jauh hari sebelum bisnis dimulai. Jadi sebaiknya kamu menentukan waktu dimulainya bisnis terlebih dulu kemudian barulah ajukan pinjaman KTA digibank.
    Cara ini bertujuan agar uang yang kamu dapatkan tidak terlalu lama pasif dan bisa langsung digunakan untuk memulai bisnis baru. Perencanaan ini memang cukup penting dan harus kamu terapkan jika ingin menjalankan bisnis dengan maksimal.
  2. Susun Anggaran dan Hitung dengan Cermat
    Langkah selanjutnya kamu perlu menyusun anggaran dan menghitungnya dengan cermat. Kamu bisa melakukannya dengan menyusun anggaran keuangan yang dibutuhkan, di mulai dari perhitungan modal yang tepat.
    Secara umum ada tiga jenis modal yang harus kamu pahami, berikut penjelasannya:
  • Modal Tetap
    Modal tetap cenderung berupa barang dan peralatan yang dibutuhkan dalam proses kegiatan industri dan operasional bisnis. Umumnya peralatan tersebut memiliki nilai yang tinggi dan tidak tergolong dalam aset likuid perusahaan.
    Namun, keberadaannya sangat penting dalam menunjang kinerja bisnis yang kamu jalankan. Beberapa contoh modal tetap diantaranya seperti mesin produksi, peralatan produksi, dan barang-barang sejenisnya.
  • Modal Kerja
    Modal kerja adalah beberapa barang atau produk sekali pakai yang diperlukan untuk menunjang kegiatan produksi pada sebuah bisnis. Contoh modal kerja diantaranya seperti bahan baku, bahan bakar, dan barang-barang sejenisnya.
  • Modal Tenaga Kerja
    Modal satu ini merupakan karyawan yang dibutuhkan  untuk melaksanakan tugas-tugas di dalam proses produksi dan di luar produksi. Setiap tenaga kerja harus memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang mereka tangani.

Kamu harus menghitung anggaran ketiga jenis modal tersebut dengan cermat. Supaya jumlah uang yang diajukan sesuai dengan kebutuhan sehingga dana yang didapatkan tidak lebih maupun kurang.

Ajukan digibank KTA untuk Mendapatkan Tambahan Modal

DBS Indonesia berkomitmen menghadirkan digibank sebagai digital banking terbaik dengan menawarkan produk digibank KTA sebagai solusi untuk menunjang kebutuhan bisnis dan gaya hidup kamu.

Beberapa persyaratan yang bisa memudahkan calon nasabah dalam pengajuan digibank KTA adalah sebagai berikut:

  • Memiliki e-KTP dan berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Semarang dan Surabaya.
  • Berusia 25 tahun hingga maksimum 55 tahun.
  • Berstatus karyawan tetap dan memiliki penghasilan kotor Rp 10,000,000 per bulan.
  • Memiliki kartu kredit di bank lain dengan limit sedikitnya Rp 15,000,000

Bagi kamu yang belum menjadi nasabah, Langkah-langkah pengajuannya pun sangat mudah:

  • Apply pengajuan di go.dbs.com/kta
  • Dapatkan persetujuan hanya dalam 60 detik
  • Silahkan unduh Aplikasi digibank by DBS
  • Lakukan verifikasi biometrik bersama agen digibank
  • Uang akan dicairkan hingga Rp80 juta ke rekeningmu

Jika kamu sudah menjadi nasabah digibank by DBS, kamu bisa mengajukan pinjaman KTA dengan cara berikut:

  • Buka menu utama lalu pilih Personal Loan di Aplikasi digibank by DBS
  • Isi data diri dengan benar
  • Dapatkan persetujuan dalam waktu 60 detik
  • Pilih waktu tenor dan jumlah uang yang akan dipinjam
  • Uang akan langsung dicairkan hingga Rp80 juta ke rekening digibank by DBS secara real-time

Tidak sekedar menawarkan pinjaman KTA online, digibank KTA juga memiliki berbagai keunggulan, keunggulan tersebut di antaranya:

  • Ajukan kredit tanpa ribet kapan saja dan di mana saja melalui handphone di go.dbs.com/kta atau di Aplikasi digibank by DBS
  • Proses persetujuannya singkat hanya dalam 60 detik
  • Uang langsung cair hingga Rp80 juta ke rekening digibank by DBS
  • Bunga yang kompetitif mulai dari 0,95% per bulan
  • Terdaftar di OJK sudah pasti aman dan terpercaya

Segera ajukan digibank KTA untuk mendapatkan uang pinjaman KTA hingga senilai Rp80 juta sebagai tambahan modal. Wujudkan bisnis skincare impianmu bersama digibank by DBS!

 

Download Now Buat yang belum memiliki Aplikasi digibank by DBS

 

Transaksi

Tentang Kami

Hubungi - 0804 1500 327 atau 
+6221 29852888 (dari luar negeri)
Business hour pukul 09.00 WIB - 17.00 WIB

Prosedur Pengaduan Nasabah

Download Now

Countries and regions

PT Bank DBS Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)