Banjir di kawasan perkotaan makin sering muncul dan bikin kamu harus lebih waspada setiap hari. Hal ini yang membuat kamu harus punya strategi finansial cerdas salah satunya dengan pengajuan KTA online untuk upgrade hunian tahan banjir.
Risiko banjir meningkat karena pola ruang kota berantakan sehingga kamu wajib berpikir langkah preventif tepat. Dengan pemahaman baik, kamu bisa menentukan upgrade penting demi menjaga rumah tetap aman banjir sepanjang.
10 Cara Upgrade Rumah Anti Banjir
Dua hal yang paling penting saat tinggal di kawasan rawan banjir adalah strategi dan kesiapan untuk melakukan pencegahan bencana tersebut. Karena itu, kamu perlu langkah cerdas yang benar-benar bekerja, bukan sekadar tambahan estetik tanpa fungsi.
1. Tinggikan Pondasi Rumah
Menaikkan pondasi membuat lantai dasar kamu jauh dari jangkauan air saat banjir datang. Cara ini juga membantu sistem pompa tambahan bekerja lebih efektif ketika debit air meningkat.
2. Naikkan Posisi Stopkontak dan Panel Listrik
Memindahkan instalasi listrik ke titik yang lebih tinggi akan mengurangi risiko korsleting yang membahayakan. Selain aman, perubahan ini juga membuat perangkat elektronik kamu lebih terlindungi dari limpasan air.
3. Pasang Pintu dan Jendela Tahan Air
Gunakan pintu serta jendela dengan segel kedap air agar ruang dalam rumah tidak mudah terendam. Peningkatan ini termasuk langkah penting dalam upgrade rumah anti banjir yang hasilnya bisa langsung kamu rasakan.
4. Ganti Material Lantai dengan yang Lebih Tahan
Menggunakan lantai keramik membantu rumah tetap aman meski terkena genangan. Material ini tidak cepat rusak dan lebih mudah dibersihkan setelah banjir surut.
5. Perkuat Dinding Interior dengan Material Anti Air
Mengganti material dinding dengan dinding waterproof membuat rumah lebih tahan terhadap rembesan dan jamur. Tembok kamu pun tidak cepat lapuk meski berkali-kali menghadapi banjir.
6. Tingkatkan Sistem Drainase Rumah
Memastikan saluran air lancar membantu air cepat mengalir menjauh dari bangunan kamu. Langkah ini termasuk bagian penting dari upgrade rumah anti banjir yang wajib diprioritaskan.
7. Buat Sumur Resapan atau Area Hijau
Area resapan membantu air terurai langsung ke tanah sehingga tidak menumpuk di permukaan. Selain lebih aman, halaman kamu juga terasa lebih sejuk dan ramah lingkungan.
8. Siapkan Penghalang Banjir Sementara
Karung pasir atau penghalang portabel bisa menjadi penyelamat saat air naik tiba-tiba. Barang ini mudah dipasang dan menjadi lapisan keamanan ekstra untuk pintu maupun garasi.
9. Amankan Sistem HVAC
Memindahkan perangkat pemanas atau pendingin ke tempat yang lebih tinggi membuatnya lebih terlindungi dari air. Kamu juga dapat menambah pagar tinggi atau penghalang kecil untuk mencegah air langsung menyentuh unit luar.
10. Perbarui Peralatan dan Struktur Penting di Rumah
Pastikan perangkat vital seperti pompa air, sistem kelistrikan, dan material bangunan berada dalam kondisi terbaik. Melakukan upgrade berkala membuat rumah kamu jauh lebih siap menghadapi banjir tanpa kerepotan besar nantinya.
Estimasi Biaya Renovasi Rumah Anti Banjir
Estimasi biaya renovasi rumah anti banjir bisa kamu siapkan lebih matang, apalagi kalau sejak awal mempertimbangkan opsi pengajuan KTA online sebagai cadangan dana. Untuk peninggian lantai, biayanya berkisar Rp10–12 juta untuk kenaikan 30 cm di rumah tipe 36.
Jika ingin meningkat area lebih luas bisa menghabiskan biaya Rp30–50 juta, dan Rp50–75 juta jika kamu ingin tinggi 50 cm.
Perbaikan ringan seperti pengecatan atau perbaikan plafon biasanya hanya membutuhkan Rp2–5 juta. Kalau kamu berencana renovasi skala sedang seperti menambah ruang atau memperbarui dapur dan kamar mandi, siapkan anggaran sekitar Rp200–500 juta.
Renovasi total dengan perombakan struktur dapat mencapai Rp500 juta hingga Rp1 miliar, tergantung kualitas material dan ukuran bangunan. Kamu bisa mempertimbangkan pengajuan KTA online sebagai solusi keuangan yang fleksibel.
Baca Juga: Mengembangkan Hobi Otomotif dengan DBS KTA
Tips Memilih Material Rumah Anti Banjir
Mau rumah kamu jauh lebih tahan menghadapi banjir tentu harus didukung dengan penggunaan material berkualitas tinggi. Ini dia tips memilih material yang bagus untuk rumah agar tahan banjir!
1. Pilih Material Struktur yang Kuat dan Tahan Genangan
Beton, bata solid, atau batu berlapis pelindung anti air bisa menjaga struktur rumah tetap kokoh meski terendam. Bahan-bahan ini tidak mudah mengelupas, melengkung, atau rusak ketika sering terkena air. Dengan struktur yang solid, rumah kamu punya tameng kuat saat debit air naik.
2. Gunakan Pintu dan Jendela dengan Seal Kedap Air
Pintu dan jendela tahan banjir didesain dengan segel rapat yang mencegah air menyelinap lewat celah kecil. Selain itu, penahan banjir portabel bisa jadi tambahan perlindungan yang mudah dipasang saat peringatan banjir datang. Kombinasi ini bantu memaksimalkan keamanan area masuk yang biasanya jadi titik paling rawan.
3. Pertimbangkan Material Lantai yang Tidak Mudah Rusak
Ubin keramik, granit, teraso, vinil, atau karet adalah pilihan aman karena tidak menyerap air. Material ini memudahkan kamu membersihkan lumpur dan sisa genangan tanpa meninggalkan kerusakan jangka panjang. Untuk area luar, gunakan paving porous atau batu alam kasar agar permukaan tetap stabil dan tidak licin.
4. Pakai Furnitur dan Interior yang Lebih Tahan Lama
Furnitur berbahan MDF atau kayu press sebaiknya kamu hindari karena cepat rusak kalau terendam. Lebih aman pakai aluminium, baja tahan karat, atau kayu solid dengan lapisan pelindung anti air. Pendekatan ini bikin interior kamu lebih awet dan tidak mudah rusak meski terkena banjir berulang.
5. Pilih Material Sesuai Anggaran yang Tersedia
Setiap material punya keunggulan dan kisaran harga yang berbeda, jadi pilih yang paling masuk akal untuk kebutuhan rumah kamu. Kalau budget perlu didorong sedikit, kamu bisa mempertimbangkan pengajuan KTA online sebagai opsi pendanaan tambahan yang praktis.
Renovasi Anti Banjir Tanpa Bikin Dompet Merinding dengan DBS KTA!
Renovasi untuk mitigasi banjir memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Banyak keluarga akhirnya memilih solusi smart budgeting dengan memanfaatkan layanan pengajuan KTA agar pengeluaran tetap terkendali.
DBS KTA menawarkan limit pinjaman hingga Rp300 juta dengan tenor cicilan fleksibel sampai 36 bulan dan bunga flat mulai 0,88%, sehingga rencana renovasi terasa lebih realistis dan bisa segera mengatasi risiko banjir.
Selain itu, kamu juga berkesempatan mendapatkan eVoucher Rp1 juta setelah mengisi formulir pengajuan. Prosesnya fleksibel kamu bisa mengisi e-form atau memulai pengajuan melalui halaman produk DBS KTA.
Lumayan banget untuk meringankan biaya renovasi, kan? Yuk, ajukan sekarang dan wujudkan rumah yang lebih aman!
Publikasi ini telah dikurasi oleh tim internal PT Bank DBS Indonesia (DBSI) dan didistribusikan oleh DBSI.
DBSI berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Publikasi ini bukan merupakan bagian dari penawaran, rekomendasi, atau ajakan kepada Anda untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun sebagaimana dijelaskan, juga tidak ditujukan untuk mengundang atau mengizinkan pembuatan penawaran kepada publik untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun untuk mendapatkan uang tunai atau imbalan lainnya dan tidak boleh dipandang seperti demikian.
Baca Juga:
Daftar Negara dengan Biaya Kuliah Termurah di Dunia
Ekstrem dan Unik! Kuliner Jepang yang Bikin Penasaran
Cara Mudah Beli Tiket Nonton Konser dengan DBS KTA




