Urban Farming
14 May 2024

Mengenal Manfaat Urban Farming Untuk Masa Depan Pangan

Urban farming atau pertanian perkotaan mengacu pada praktik budidaya, pengolahan, dan distribusi makanan di dalam atau sekitar wilayah perkotaan, mendekati pemukiman penduduk. Tidak seperti pertanian tradisional yang seringkali dilakukan di pedesaan, konsep urban farming ini membantu masyarakat  jadi lebih dekat dengan bahan pangan karena memproduksinya sendiri.

Inisiatif urban farming berawal di Kuba, saat ada larangan lalu lintas sehingga masyarakat tidak bisa mendapatkan bahan pangan dan memulai teknik urban farming. Dalam beberapa tahun terakhir, konsep urban farming ini menarik banyak masyarakat kota yang memiliki kekhawatiran terhadap ketersediaan pangan. Pesatnya urbanisasi dan pertumbuhan penduduk membawa tantangan dalam hal akses makanan bergizi yang terjangkau.

Di artikel ini, kita akan membahas insiatif urban farming dan manfaatnya untuk ketahanan pangan dan berkelanjutan di daerah perkotaan.

Teknik Urban Farming

Inisiatif urban farming atau pertanian perkotaan mencakup beragam teknik dan tipe, masing-masing memiliki tantangan dan keunikannya. Simak selengkapnya di bawah ini, ya!

1. Rooftop Garden

Sesuai namanya, rooftop garden adalah kebun yang dibuat pada atap bangunan, bisa di perumahan kecil hingga pusat perbelanjaan atau gedung komersial. Banyaknya sinar matahari sangat cocok untuk menjadikan atap sebagai lahan berkebun, misalnya budidaya aneka sayur-mayur. Jika kamu tidak memiliki pekarangan rumah, kamu bisa memanfaatkan atap.

Nantinya, saat waktu panen, kamu bisa langsung memasak dan menikmati sayur hasil berkebunmu, seru kan?

2. Vertical Farming

Vertical farming atau sering disebut juga vertical garden adalah pertanian yang memanfaatkan ruang vertikal seperti dinding untuk menanam tanaman. Sangat hemat lahan karena cara penanaman dilakukan bertingkat dan hemat penggunaan pestisida serta pupuk. Teknik vertical farming ini memang paling banyak dimanfaatkan untuk tanaman hias karena bisa disusun membentuk motif tertentu, tapi bisa juga untuk hidroponik atau aeroponik yang hasilnya bisa dikonsumsi.

3. Pot dan Polybag

Penggunaan pot dan polybag banyak dimanfaatkan masyarakat urban untuk berkebun karena hemat tempat dan bisa dilakukan di rumah kecil sekalipun. Pot dan polybag hadir dalam berbagai ukuran, bisa dipilih dan disesuaikan dengan ukuran tanaman yang kita inginkan.

Salah satu kelebihan teknik ini adalah mudah dipindah-pindah, sehingga bisa menyesuaikan dengan kondisi cuaca, seperti menaruhnya di luar saat cerah agar mendapat cahaya matahari lebih banyak. Biayanya pun cukup murah dan sistem drainasenya mudah dikontrol.

4. Akuaponik dan Hidroponik

Teknik urban farming yang satu ini tidak memerlukan tanah karena mengandalkan air. Akuaponik menggabungkan akuakultur (ternak ikan) dengan hidroponik (menanam tanaman di air) dalam hubungan simbiosis mutualisme, di mana kotoran ikan menjadi nutrisi tanaman, sementara tanaman membantu menjernihkan air untuk ikan. Hidroponik, di sisi lain, adalah teknik penanaman yang dilakukan dalam larutan air kaya nutrisi.

Peran Urban Farming Dalam Keamanan Pangan

Urban farming menghadirkan berbagai solusi terhadap tantangan keamanan pangan, seperti:

1. Kemudahan Mendapat Produk Segar

Dengan mendekatkan produksi pangan pada konsumen di area perkotaan, urban farming mengurangi jarak perjalanan produk dari lahan pertanian sampai ke piring. Distribusi yang singkat berarti mengurangi jejak karbon juga, mulai dari proses pengolahan bahan baku, penyimpanan, hingga penyalurannya. Selain itu, produk juga sampai lebih cepat dan segar!

2. Memperbanyak Ruang Terbuka Hijau

Wilayah perkotaan cenderung dipadati oleh bangunan gedung atau perumahan, sehingga sedikit sekali taman atau ruang terbuka hijau. Padahal, ruang terbuka hijau sangat bagus untuk mengurangi polusi di kota, sehingga udara jadi lebih bersih dan segar. Urban farming dapat memanfaatkan area-area sempit dan tidak terpakai seperti atap, balkon, atau dinding sebagai ruang hijau.

3. Meningkatkan Kesehatan Fisik dan Mental

Budidaya makanan dengan teknik urban farming dapat membuat seseorang jadi rutin melakukan aktivitas fisik ringan, yang tentunya meningkatkan kesehatan mereka. Selain itu, rutinitas bercocok tanam juga dapat mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati setelah aktivitas yang padat.

Jika kamu ingin turut berperan dalam menjaga bumi dari krisis iklim dengan membangun serta meningkatkan keamanan pangan melalui urban farming, kamu berada di jalan yang tepat! Namun, jika kamu ingin menumbuhkan tanaman sekaligus keuangan pribadi, kamu bisa gunakan fitur Invest Better pada Live Better yang ada dalam Aplikasi digibank by DBS. Mulai dari Rp100 ribu, kamu bisa investasi hijau pada perusahaan yang tidak hanya memprioritaskan keuntungan finansial, tapi juga menggunakan teknologi ramah lingkungan, keadilan bagi karyawannya, dan juga mengutamakan transparansi.

Yuk, mulai mengambil peran untuk melestarikan bumi!