Daftar kartu kredit online
05 Apr 2026

A–Z Visa Schengen: Panduan Lengkap Biar Lolos ke Eropa

Visa Schengen harus dibawa dan ditunjukkan ke petugas saat ingin berlibur atau singgah di negara tertentu, seperti Jerman, Belanda, dan Swiss. Jadi, kamu perlu mengajukannya terlebih dahulu setelah daftar kartu kredit online.

Supaya proses pengajuannya berjalan dengan lancar, berbagai hal perlu diketahui terlebih dahulu. Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahuinya.

Tentang Visa Schengen, Seberapa Penting untuk Liburan ke Eropa?

Para wisatawan di Indonesia kerap membutuhkan visa untuk mengunjungi sejumlah negara di dunia, termasuk Eropa. Itulah mengapa banyak orang mengajukan visa Schengen terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan.

Visa Schengen adalah izin tinggal sementara bagi WNA yang ingin memasuki kawasan Schengen. Kawasan tersebut meliputi 29 negara di Eropa. Tak hanya untuk liburan, visa ini juga perlu dimiliki oleh pebisnis hingga pelajar dari Indonesia.

Visa ini memang bisa diajukan maksimal 15 hari sebelum keberangkatan. Namun akan lebih baik lagi kalau kamu melakukan pengajuan beberapa bulan sebelumnya agar tidak terburu-buru dan bisa mengantisipasi kondisi di luar ekspektasi.

Prosedur Pengajuan Visa Schengen

Setelah daftar kartu kredit online, kamu perlu melalui prosedur khusus untuk mengajukan visa Schengen agar bisa berlibur ke negara tertentu di Eropa. Prosedur tersebut memuat beberapa langkah, seperti:

●       Mengajukan Permohonan

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menetapkan negara tujuan utama terlebih dahulu. Negara ini akan menjadi tempat tinggal terlamamu selama berlibur di Eropa. Jadi, kamu tidak perlu repot-repot mengajukan ke semua negara yang dituju.

Di Indonesia, umumnya pengurusan visa Schengen ditangani oleh pihak ketiga. Pihak tersebut akan menjadi tempat penyerahan semua berkas yang diperlukan tanpa langsung ke gedung kedutaan.

Pengajuan visa Schengen juga bisa lewat situs atau aplikasi pihak ketiga. Di sana, kamu akan dipandu untuk melakukan semua tahapan yang dibutuhkan.

●       Membuat Janji Temu

Penyerahan berkas visa umumnya diserahkan secara langsung ke petugas. Namun, kamu tidak bisa datang begitu saja. Daftarlah secara online terlebih dahulu untuk memilih tanggal dan jam kedatangan.

Kuota janji temu tersebut terbatas dan sering tidak sebanding dengan banyaknya orang yang mengajukan, Maka dari itu, cobalah untuk mengajukannya jauh-jauh hari agar tidak kehabisan, ‘ya!

●       Menyerahkan Berkas Permohonan

Semua berkas permohonan perlu diserahkan saat janji temu tersebut. Berkas ini meliputi formulir yang sudah terisi, bukti keuangan berupa rekening koran, hingga reservasi tiket dan hotel.

Pastikan berkas tersebut sudah lengkap sebelum diserahkan supaya kamu tidak perlu bolak-balik ke tempat penyerahan. Jadikan berkas-berkas tersebut dalam satu wadah berupa map agar tidak tercecer.

●       Wawancara, Pembayaran, dan Pemrosesan

Selain penyerahan berkas permohonan, kamu juga perlu menjalani wawancara dengan petugas setempat. Jawablah wawancara tersebut dengan jujur dan meyakinkan agar petugas percaya denganmu.

Selain itu, kamu tentu perlu melakukan pembayaran. Saat ini, biaya pembuatan visa Schengen berada di angka Rp1,5 juta hingga 1,7 juta di luar biaya layanan agen. Kamu juga akan diminta untuk melakukan tahapan biometrik.

Umumnya, visa bisa diambil atau dikirim maksimal 15 hari kerja. Selama waktu tersebut, pihak ketiga akan memproses permohonanmu dengan seksama.

Baca juga: Perbedaan Kartu Kredit Digital dan Kartu Kredit Biasa

Berkas Penting saat Mengajukan Visa Schengen setelah Apply Kartu Kredit Gampang

Ada sejumlah berkas penting yang perlu kamu bawa saat mengajukan visa tersebut sesuai dengan standar terbaru pada tahun 2026. Berkas-berkas ini meliputi:

●       Formulir Permohonan

Formulir tersebut harus diisi dengan lengkap dan jujur supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Kamu bisa mengisinya secara online atau cetak sesuai dengan kebijakan negara tujuan.

Jangan lupa untuk menandatangani formulir tersebut, ‘ya! Pastikan juga bahwa semua data sudah sesuai dengan yang tertera di paspormu.

●       Pas Foto Terbaru

Berkas lain yang tak boleh ketinggalan adalah pas foto terbaru. Biasanya, agen membutuhkan dua lembar foto berukuran 3,5 x 4,5 cm dengan latar belakang putih yang diambil dalam 6 bulan terakhir.

Dalam foto ini, wajahmu harus terlihat jelas sekitar 70-80% dari frame. Kamu bisa memastikannya dengan studio foto agar sesuai dengan aturan. Kamu juga bisa menanyakan kepada agen apakah di sana menyediakan foto secara langsung atau tidak.

●       Paspor yang Masih Berlaku

Kamu pasti tahu kalau semua perjalanan ke luar negeri membutuhkan paspor yang masih berlaku, bukan? Hal ini disebabkan oleh fungsinya sebagai identitasmu selama berada di sana.

Hal ini juga berlaku saat kamu jalan-jalan ke Eropa setelah pengajuan kartu kredit. Masa berlakunya minimal 3 hingga 6 bulan setelah keluar dari wilayah Schengen. Selain itu, pastikan juga masih ada dua halaman kosong di sana.

●       Bukti Tiket Pesawat dan Akomodasi

Dokumen reservasi tiket pergi dan pulang juga harus dilampirkan saat mengajukan visa Schengen. Hal ini menjadi bukti bagi petugas kalau kamu tidak akan melebihi batas tinggal di sana. Tak perlu khawatir karena kamu tidak harus melunasi tiketnya dulu.

Selain itu, berikan juga bukti pemesanan hotel atau surat dari penyedia tempat tinggal. Pastikan durasinya sesuai dengan tanggal di tiket pesawatmu.

●       Asuransi Perjalanan

Asuransi perjalanan harus dimiliki sebelum mengajukan visa Schengen. Biasanya, asuransi tersebut harus memiliki pertanggungan minimal sekitar Rp500 juta yang mencakup biaya medis hingga pemulangan jenazah di semua negara Schengen.

●       Bukti Keuangan

Pihak agen tentu ingin tahu kalau kamu bisa membiayai seluruh perjalanan setelah pengajuan kartu kredit diterima. Jadi, kamu perlu melampirkan rekening koran 3 bulan terakhir. Saldo yang disarankan minimal Rp50-70 juta.

Tips Mengurus Visa yang Perlu Diperhatikan

Tak perlu khawatir ditolak saat mengurus visa Schengen selama kamu sudah mempersiapkannya dengan baik dan jujur. Jika masih ragu, sejumlah tips di bawah ini bisa diperhatikan:

●       Cek Detail dan Hindari Kesalahan Umum

Pastikan bahwa tidak ada salah tulis pada formulir terutama nama serta nomor paspor. Pastikan juga pas foto sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal-hal seperti ini akan meminimalkan risiko visa ditolak.

●       Persiapkan Dokumen dengan Lengkap

Susunlah semua dokumen sesuai urutan yang diminta agar peluang diterima semakin besar. Selain itu, pastikan rekening koran menunjukkan aliran dana yang sehat alih-alih setoran tunai berjumlah besar secara mendadak.

●       Jadwalkan Wawancara Sesegera Mungkin

Setelah pengajuan kartu kredit diterima, jadwalkan wawancara permohonan visa sesegera mungkin agar tidak kehabisan kuota. Kuota tersebut akan lebih cepat habis saat musim liburan tiba, ‘lho!

Sudah Paham Cara Mengajukan Visa Schengen?

Sekarang kamu sudah paham cara mengajukan visa Schengen, kan? Cara di atas bisa langsung kamu aplikasikan kalau berencana bepergian dalam waktu dekat.

Agar perjalananmu makin praktis dan nyaman, kamu bisa memanfaatkan Kartu Kredit DBS Travel Visa Signature. Kartu ini dirancang khusus untuk kebutuhan traveling, mulai dari kemudahan transaksi internasional hingga berbagai promo dan keuntungan eksklusif saat di luar negeri.

Selain itu, kamu juga bisa apply Kartu Kredit Digital DBS dengan proses approval yang cepat, bahkan hanya sekitar 60 detik. Semua transaksi dapat dipantau secara real-time 24/7 langsung melalui aplikasi, tanpa perlu repot membawa kartu fisik.

Jadi, sebelum berangkat ke Eropa, pastikan kamu sudah menyiapkan metode pembayaran yang aman, praktis, dan menguntungkan. Yuk, daftar sekarang melalui E-Form Kartu Kredit Digital DBS dan nikmati perjalanan tanpa ribet!

Publikasi ini telah dikurasi oleh tim internal PT Bank DBS Indonesia (DBSI) dan didistribusikan oleh DBSI.

DBSI berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Publikasi ini bukan merupakan bagian dari penawaran, rekomendasi, atau ajakan kepada Anda untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun sebagaimana dijelaskan, juga tidak ditujukan untuk mengundang atau mengizinkan pembuatan penawaran kepada publik untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun untuk mendapatkan uang tunai atau imbalan lainnya dan tidak boleh dipandang seperti demikian.

Baca juga:

Mau Liburan Sesuai Budget? Ikuti 5 Tips Ini!

Inilah Cara Aman Belanja di Luar Negeri Pakai Kartu Kredit

Tips Memanfaatkan Kartu Kredit Agar Liburan ke Luar Negeri Irit!