7 Rahasia Orang Yang Percaya Diri

7 Rahasia Orang Yang Percaya Diri

Bukan kesuksesan yang membuat seseorang menjadi percaya diri. Rasa percaya diri sudah terlebih dahulu ada sebelum kesuksesan datang.
Ketika kita tidak percaya pada diri sendiri, bagaimana orang lain bisa percaya pada kita? Bahkan kemampuan diri yang sebenarnya tinggi pun bisa luntur gara-gara rasa percaya diri yang rendah. Ini terutama kebanyakan terjadi pada perempuan.

Berbagai penelitian yang menelusuri kesenjangan performa antara perempuan dan laki-laki dalam hal matematika dan kemampuan spasial menemukan bahwa percaya diri ternyata memegang peranan penting. Perempuan yang harus mengidentifikasi jenis kelaminnya sebelum mengerjakan tes spasial cenderung menunjukkan performa yang kurang baik. Tapi performa perempuan lebih baik ketika diminta menganggap dirinya lelaki. Kedua gender menunjukkan performa yang baik ketika sebelumnya diberitahu bahwa jenis kelaminnya memperlihatkan kinerja yang lebih baik daripada lawan jenisnya. Lebih menarik lagi kesenjangan performa antar gender menghilang ketika partisipan diminta menjawab semua pertanyaan. Ketika perempuan diperbolehkan melewati pertanyaan, ini bukan karena kurang pengetahuan, tapi kurang percaya diri.

Katy Perry pernah berkata, “If you’re presenting yourself with confidence, you can pull off pretty much anything.” Di balik rasa percaya diri yang ditampilkan seseorang, ada 7 rahasia yang tersimpan.
  1. Mengerti Kelebihan dan Kekurangan Dirinya
    Orang percaya diri tidak sungkan melakukan refleksi atas hal-hal yang sudah dilakukannya. Mereka mengerti tidak ada orang yang sempurna. Mereka sadar akan kekurangan dan kelebihan dirinya. Ini yang membedakan orang PD dengan orang yang sombong. Orang yang arogan cenderung melebih-lebihkan kemampuannya. Rasa percaya diri yang sehat justru sangat berpegang pada realita. Sehingga kita harus berani mengevaluasi diri dan menghadapi segala kekurangan. Hadapi kekurangan dengan berusaha menghilangkan dan meminimalisir dampak negatifnya. Bukan malah menutup-nutupinya.
  2. Enggak Suka Cari Perhatian
    Mereka yang senang menjadi pusat perhatian, justru patut dipertanyakan rasa percaya dirinya. Sejatinya orang yang PD tidak akan menyombongkan prestasinya. Lebih baik kerja keras daripada membuktikan dirinya penting. Mereka mendapatkan keyakinan diri dari dirinya sendiri bukan dari pujian orang lain. Malahan bila ada orang yang memuji prestasinya, ia justru akan menunjukkan semua tak akan berarti tanpa bantuan orang-orang yang telah membantunya.
  3. Asertif bukan agresif
    Ketika bawahannya menunjukkan kinerja yang kurang baik, ia tidak akan menyerang secara agresif. Orang percaya diri akan memberikan kritik yang konstruktif agar orang lain mau berubah jadi lebih baik. Karena rasa kepercayaan dirinya tidak muncul dari mengintimidasi orang lain.
  4. Tidak menghindari kritik dan konflik.
    Konflik bagi orang percaya diri justru merupakan bagian dari perkembangan dirinya. Ia akan berusaha fokus pada solusi bukan pada masalah. Ia siap mendengarkan berbagai pendapat dan tidak merasa dirinya yang paling benar.
    Pada dasarnya kritik baginya bukan sesuatu hal yang akan menghancurkannya, tapi malah justru bisa membangun dirinya.
  5. Memiliki inisiatif tinggi
    Tanpa harus disuruh atau diminta, orang percaya diri akan berusaha melakukan sesuatu agar suatu hal menjadi lebih lancar atau problem terselesaikan. Ini karena mereka ingin orang lain bisa percaya pada dirinya.
  6. Tidak Mudah Menyerah
    Bila jalan A gagal, maka orang percaya diri akan mencari jalan B, jalan C dan seterusnya sampai menemukan jalan yang akan menyelesaikan masalahnya. Kesalahan dan kegagalan merupakan tantangan yang harus dihadapi bukan tembok penghalang kesuksesan. Kesalahan justru menjadi bagian dari koreksi diri agar tidak melakukan hal yang sia-sia.
  7. Berpakaian Untuk Mencapai Kesuksesan
    Bahasa kerennya, ‘dress for success.’ Bukan rahasia lagi cara berpakaian menentukan perspektif orang saat melihat kita. Jangan anggap remeh hal ini. Orang yang PD tahu pakaian yang nyaman bagi dirinya. Ia tidak akan mengikuti tren bila dirasa tidak sesuai dengan karakternya. Contohnya Jokowi yang sering memakai kemeja putih dan celana hitam, begitu pula Steve Jobs dengan turtle neck hitam, jeans dan sneakersnya. Kedua orang itu merupakan contoh pemimpin yang memilih jenis pakaian tertentu tanpa peduli pada tren atau omongan orang. Apapun gaya pribadimu, ekspresikan sebaik mungkin melalui gayamu berpakaian dengan Kartu Kredit digibank Live Fresh, karena kamu bisa ikutan Payday Madness 25% OFF di tanggal 25 – 31 setiap bulannya plus lebih hemat lagi dengan cashback 25%.

Terima kasih atas masukan Anda

Apakah informasi ini bermanfaat?

Terima kasih atas masukan Anda
Bagaimana informasi ini membantu Anda?
Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini
Beri kami masukan untuk kemajuan halaman ini
Mohon hanya menggunakan a-z,A-Z,0-9,@!>$&-()',./

Terima kasih! Kami menghargai umpan balik Anda.

Bagaimana Anda menilai halaman ini?

Masalah apa yang Anda hadapi hari ini?

500

Harap masukkan hanya a-z, A-Z, 0-9, @!? $ & - () ',. /