Di dalam dunia investasi, Reksadana masih menjadi pilihan popular bagi investor dengan profil dan toleransi risiko rendah. Lalu, apakah Anda tahu perbedaan Reksadana Indeks dan Reksadana Aktif?
Keduanya mungkin tidak sefamiliar Reksadana Pasar Uang atau Reksadana Pendapatan Tetap. Namun, Reksadana Indeks dan Reksadana Aktif memiliki peran signifikan untuk meningkatkan potensi profit bagi investor.
Artikel kali ini akan membahas lebih detail terkait pengertian Reksadana Indeks dan Reksadana Aktif. Penting untuk dipahami sebagai salah satu cara untuk mengevaluasi portofolio investasi Anda.
Apa Itu Reksadana Indeks dan Reksadana Aktif?
Perbedaan antara Reksadana Indeks dan Reksadana Aktif perlu diketahui terlebih dahulu dari pengertian masing-masing. Reksadana Indeks disebut juga sebagai Reksadana Pasif yang pengelolaannya bertujuan untuk menyerupai performa indeks yang dijadikan acuan.
Contoh beberapa indeks yang menjadi acuan adalah IHSG, IDX30, ESGQ45 IDX KEHATI dan LQ45. Sehingga, dengan kata lain Manajer Investasi akan menyesuaikan portofolio Reksadana Indeks Anda serupa dengan komposisi indeks tersebut.
Lalu, Reksadana Aktif justru sebaliknya. Reksadana jenis satu ini dikelola secara aktif oleh Manajer Investasi dan bertujuan untuk mendominasi kinerja market.
Cara kerjanya adalah Manajer Investasi akan melakukan analisis secara mandiri dalam memilih portofolio saham. Bukan seperti Reksadana Indeks (Pasif) yang meniru portofolio indeks yang terdapat pada market.
Keunggulan Integrasi Reksadana Pasif dan Aktif dalam Portofolio
Beberapa investor melakukan implementasi integrasi antara Reksadana Indeks (Pasif) dan Reksadana Aktif. Tujuannya tentu tetap agar mendapatkan imbal hasil atau keuntungan yang maksimal.
Berikut keunggulan yang investor dapatkan jika memilih portofolio Reksadana Indeks dan Reksadana Aktif, antara lain:
● Stabilitas Dalam Pertumbuhan Portofolio
Saat Anda mengintegrasikan Reksadana Aktif dan Pasif, maka keunggulan yang Anda dapatkan adalah stabilitas dalam pertumbuhan portofolio atau core-satellite.
Hal tersebut dikarenakan dalam implementasinya, Reksadana Indeks unggul dalam hal stabilitas (core). Sedangkan Reksadana Pasif sangat cocok untuk Anda yang mengejar return lebih tinggi, terutama saat market sedang kondusif (satellite).
● Optimalisasi Imbal Hasil
Integrasi antara keduanya akan mengoptimalisasi imbal hasil. Karena masing-masing memiliki perbedaan biaya manajemen yang disesuaikan oleh kebutuhan investor.
Reksadana Aktif memiliki biaya manajemen yang relatif tinggi, namun Manajer Investasi akan lebih leluasa untuk mengatur strategi optimalisasi imbal hasil.
Berikutnya, Reksadana Indeks (Pasif) juga memiliki “jalan” tersendiri untuk mengoptimalisasi imbal hasil. Caranya adalah dengan biaya manajemen yang lebih rendah dan transparan.
● Lebih Baik Dalam Diversifikasi Risiko Investasi
Keunggulan integrasi implementasi Reksadana Indeks dan Aktif berikutnya adalah diversifikasi risiko investasi yang lebih baik. Mengapa?
Karena saat Anda memilih keduanya, maka proses diversifikasi portofolio akan lebih luas dengan dibantu pemilihan sektor potensial tertentu dari Reksadana Aktif.
Sehingga, integrasi keduanya akan mengurangi kerugian portofolio karena strategi diversifikasi risiko yang lebih baik.
● Adanya Fleksibilitas dan Transparansi
Di dalam memilih Reksadana Indeks dan Aktif, investor akan mendapatkan keunggulan fleksibilitas dan transparansi yang baik. Aspek fleksibilitas akan didapat dari Reksadana Aktif, sedangkan aspek transparansi dari Reksadana Pasif.
Aspek keduanya akan memberikan keunggulan bagi investor, terutama pada hal yang berkaitan dengan insight terkait peluang market agar dapat berinvestasi dengan baik dan menguntungkan.
Baca Juga: Mengapa Investasi Reksadana Menjanjikan di Masa Kini? Ini Alasannya
Strategi Implementasi Passive & Active Play
Setelah Anda memahami pengertian dan keunggulan dari Reksadana Indeks dan Reksadana Aktif, tentu Anda perlu mengetahui strategi dalam pengimplementasiannya. Berikut penjelasannya:
● Alokasi Berdasarkan Horizon Investasi
Untuk mencapai imbal hasil yang optimal, investor wajib mengalokasikan dana berdasarkan horizon investasi yang telah ditentukan.
Jika Anda memiliki horizon investasi yang tepat, maka implementasi passive dan active pada Reksadana akan optimal. Ingat, Reksadana Indeks berfokus pada indeks dengan kapitalisasi besar dan likuid sehingga cocok untuk stabilitas portofolio (jangka panjang).
Sedangkan, Reksadana Aktif fokusnya adalah fleksibilitas dalam memilih portofolio yang berpotensi keuntungan besar. Mengombinasikan keduanya, Anda akan mendapatkan compound interest (keuntungan majemuk) yang lebih baik.
● Penyesuaian Berdasarkan Profil Risiko
Masing-masing investor pasti memiliki profil risiko yang berbeda-beda. Hal ini yang perlu Anda pahami sebelum mengimplementasikan integrasi Reksadana Indeks (Pasif) dan Aktif.
Contoh, Reksadana Indeks menjadi salah satu pilihan terbaik bagi investor yang baru ingin memulai investasi dan masih memiliki profil risiko rendah.
Lalu, seiring dengan berkembangnya insight yang dimiliki, investor tentu ingin meningkatkan peluang portofolionya. Pada saat itulah, pemilihan Reksadana Aktif dapat dipilih sebagai cara untuk mengoptimalkan imbal hasil.
Saat investor sudah memiliki profil risiko yang lebih tinggi, atau bersifat moderat dan agresif, maka Reksadana Aktif tepat untuk dipilih.
● Rebalancing Periodik dan Evaluasi
Untuk mengimplementasikan integrasi Reksadana Indeks dan Aktif juga berguna sebagai rebalancing dan bahan untuk evaluasi portofolio Anda.
Anda dapat menyesuaikan porsi investasi dengan tujuan dan horizon yang diinginkan di awal. Seiring waktu, Anda tentu akan melakukan evaluasi portofolio dan jika tidak sesuai, tentu Anda akan melakukan rebalancing.
Reksadana Indeks dan Reksadana Pasif akan membantu Anda untuk mencapai rebalancing yang ideal. Sehingga, keuntungan investasi yang Anda dapatkan juga lebih maksimal.
Evaluasi Performa dan Biaya Portofolio
Anda juga dapat mampu memahami keduanya berdasarkan perbedaan dalam aspek evaluasi performa dan biaya portofolio. Berikut penjelasannya:
● Evaluasi Performa
Reksadana Indeks memiliki performa yang bertujuan untuk menyerupai hasil indeks market. Caranya dengan mengevaluasi tracking error antara kinerja produk portofolio dengan indeks acuannya. Jika indeks pasar turun, maka portofolio Reksadana ikut turun.
Berbeda dengan reksadana Aktif yang mana Manajer Investasi memiliki fleksibilitas atau keluwesan dalam evaluasi performa portofolio. Cara kerjanya adalah evaluasi portofolio agar mampu menghasilkan return yang konsisten di atas benchmark.
● Biaya Portofolio
Terkait aspek biaya portofolio, Reksadana Indeks memiliki expense ratio yang jauh lebih rendah. Mengapa? Hal ini dikarenakan dalam implementasinya tidak diperlukan riset yang intensif dan proses jual beli yang rutin.
Hal ini kebalikan dari Reksadana Aktif yang memiliki biaya portofolio lebih tinggi karena ada tim Manajer Investasi dan analisis yang bekerja untuk menjaga kinerja portofolio konsisten dalam jangka panjang.
Tingkatkan Performa Portofolio Reksadana dengan Investasi Optimal Bersama Perbankan Prioritas DBS Treasures
Jadi, dapat disimpulkan bahwa investor dapat memilih Reksadana Indeks dan Aktif dalam waktu bersamaan. Namun, perlu diperhatikan beberapa aspek seperti profil risiko, horizon dan tujuan investasi.
Untuk memilih produk investasi Reksadana unggulan, Anda dapat mengandalkan Perbankan Prioritas DBS Treasures sebagai mitra terpercaya. Didukung oleh tim ahli yang andal dan proaktif, sehingga analisa peluang pasar terkini disampaikan dengan panduan yang lengkap.
Selain itu, Relationship Manager DBS dapat memberikan strategi untuk diversifikasi portofolio bekerja dengan optimal. Anda dapat melakukan aktivitas investasi seperti jual, beli, switching dan registrasi SID (Single Investor Identification) dengan praktis 24/7 melalui Aplikasi DBS digibank.
Anda juga akan mendapat dukungan berupa akses ke beragam event terkurasi yang menghadirkan diskusi pakar finansial dan industri se-Asia pasifik serta networking bersama mitra usaha potensial.
Maksimalkan potensi imbal hasil Reksadana Anda dengan menjadi mitra Perbankan Prioritas DBS Treasures. Dan lengkapi wawasan berinvestasi Anda agar dapat menemukan peluang terbaik.
Publikasi ini telah dikurasi oleh tim internal PT Bank DBS Indonesia (DBSI) dan didistribusikan oleh DBSI.
DBSI berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Publikasi ini bukan merupakan bagian dari penawaran, rekomendasi, atau ajakan kepada Anda untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun sebagaimana dijelaskan, juga tidak ditujukan untuk mengundang atau mengizinkan pembuatan penawaran kepada publik untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun untuk mendapatkan uang tunai atau imbalan lainnya dan tidak boleh dipandang seperti demikian.
Baca Juga:
Wealth Preservation VS Wealth Growth: Cara Memilih Reksadana Sesuai Tujuan Finansial
Mengenal Strategi Investasi Ray Dalio: Bridgewater Principles
Kenali Strategi Market Timing dalam Investasi Reksadana
