Apa Itu Trading Halt?
Penyebab Munculnya Kondisi Trading Halt
- Krisis Ekonomi Global
- IHSG Turun Drastis
- Sentimen Negatif Pasar Modal
- Volatilitas Harga Saham
Dampak Trading Halt Pada Investasi Reksadana Saham
- Investor Mengatur Ulang Strategi
- Mencegah Panic Selling
- Muncul Ketidakpastian
- Menjaga Stabilitas Pasar Modal
Pilih Perbankan Prioritas DBS Treasures, Mitra Terpercaya untuk Investasi Anda!
Transaksi investasi Reksadana Saham dan instrumen investasi lainnya terjadi di tempat yang disebut dengan pasar modal. Pasar modal menjadi tempat terjadinya transaksi investasi yang harganya dipengaruhi oleh berbagai situasi baik internal maupun eksternal.
Ada masa di mana fluktuasi harga di pasar modal begitu cepat dan tak terduga karena faktor tertentu. Situasi esktrem tersebut tentu menimbulkan kepanikan di kalangan investor.
Maka dari itu, BEI (Bursa Efek Indonesia) memberlakukan kebijakan bernama trading halt yang dapat Anda pahami artinya pada artikel ini. Mari simak pembahasannya sampai tuntas!
Apa Itu Trading Halt?
Memahami istilah trading halt berarti Anda harus tahu definisi dari istilah tersebut. Trading halt merupakan proses penghentian atau pembekuan sementara transaksi jual dan beli (perdagangan) instrumen investasi di pasar modal IHSG (Indeks Saham Gabungan). Proses penghentian ini biasanya dilakukan karena kondisi penurunan harga yang ekstrem pada periode tertentu.
Kebijakan trading halt diberlakukan untuk menangani kondisi darurat perdagangan efek. Tujuannya tentu untuk transaksi perdagangan efek yang lebih teratur dan efisien di tengah penurunan harga yang cepat dan ekstrem.
Trading halt merupakan kebijakan yang sudah disiapkan oleh BEI untuk mengatasi situasi di luar dugaan atau darurat. Salah satu contoh trading halt yang terjadi baru-baru ini yaitu tanggal 8 April 2025.
Penyebab Munculnya Kondisi Trading Halt
Lalu, apa yang menjadi penyebab terjadinya kondisi trading halt? Ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab terjadinya trading halt, berikut ini ulasannya:
● Krisis Ekonomi Global
Penyebab pertama yaitu kondisi krisis ekonomi global yang tidak stabil. Krisis ekonomi yang dialami oleh berbagai negara di dunia pasti berdampak pada pasar efek domestik. Kasus yang terjadi beberapa tahun lalu yaitu saat pandemi Covid-19, indeks pasar modal mengalami tekanan berat.
Hal ini yang membuat investor di seluruh dunia melakukan transaksi jual investasi besar-besaran. Jadi, IHSG harus memberlakukan trading halt untuk mengatasi masalah agar lebih efisien.
● IHSG Turun Drastis
IHSG yang turun secara drastis menjadi penyebab diberlakukannya trading halt. Biasanya harga efek di IHSG mengalami penurunan drastis karena dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal.
Kebijakan trading halt bukan hal yang jarang terjadi karena beberapa kali IHSG mengalami kondisi penurunan efek secara ekstrem. Salah satu contohnya saat pandemi Covid-19 dan saat Rusia menginvasi Ukraina pada tahun 2014.
● Sentimen Negatif Pasar Modal
Kebijakan trading halt juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti sentimen negatif pasar modal.
Beberapa faktor seperti lonjakan inflasi, kondisi politik domestik tidak stabil, konflik geopolitik dan suku bunga tinggi menjadi alasan investor melakukan panic selling.
Hal ini mengharuskan BEI memberlakukan trading halt. Sentimen negatif ini sangat memengaruhi sentimen investor yang lebih mudah panik ketika kondisi eksternal sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja.
● Volatilitas Harga Saham
BEI dapat memberlakukan kebijakan trading halt apabila volatilitas harga saham terjadi.
Ketika harga saham mengalami kenaikan atau penurunan secara cepat dan ekstrim dalam waktu singkat, pasar modal dapat memberlakukan trading halt untuk mencegah manipulasi pasar.
Pergerakan harga saham yang liar dapat membuat pasar modal menjadi terancam, sehingga sudah menjadi kewajiban bursa efek untuk menghindari transaksi yang dapat membahayakan pasar modal.
Baca juga: Liburan Keluarga ke San Diego? Persiapkan dengan Reksadana
Dampak Trading Halt Pada Investasi Reksadana Saham
Kebijakan trading halt memungkinkan proses open order dibatalkan dan dapat terjadi sewaktu-waktu. Anda mungkin bertanya, apakah kebijakan ini berdampak pada investasi Reksa Dana Saham, mengingat aset dasarnya berupa saham-saham yang terdaftar di bursa.
Jawabannya: tentu ada. Dampaknya memang tidak langsung, namun tetap berpengaruh terhadap investasi Reksa Dana Saham. Berikut penjelasannya:
● Investor Mengatur Ulang Strategi
Dampak kebijakan trading halt bagi para investor Reksadana Saham adalah dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengatur ulang strategi berinvestasi. Trading halt dapat berlangsung selama 30 menit atau lebih, tergantung pada kebijakan dan kondisi di masing-masing bursa.
Investor disarankan untuk menggunakan waktu ini untuk mengatur dan menyesuaikan strategi berinvestasi. Pastikan untuk tidak mengambil keputusan berdasarkan emosional semata yang hanya dapat meningkatkan kerugian.
● Mencegah Panic Selling
Pemberlakuan trading halt dapat mencegah panic selling yang diakibatkan oleh investor yang panik karena harga efek yang menurun drastis. Panic selling biasanya dilatarbelakangi oleh keputusan tidak rasional yang dilakukan investor.
Jika trading halt tidak diberlakukan dan panic selling tetap terjadi, maka harga instrumen investasi di pasar modal akan semakin anjlok. Hal ini yang dihindari oleh pasar efek di seluruh dunia.
● Muncul Ketidakpastian
Trading halt dapat menimbulkan ketidakpastian bagi investor, yang pada akhirnya memengaruhi keputusan investasi.
Kebijakan ini dapat membuat investor ragu untuk kembali berinvestasi karena muncul kekhawatiran bahwa instrumen yang dimiliki tidak akan memberikan keuntungan di masa depan.
Namun, dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, Reksadana Saham tetap menjadi pilihan yang relatif aman saat kondisi pasar tidak stabil.
Karena itu, penting bagi investor untuk tetap rasional dan berpikir positif dalam menghadapi situasi pasar yang memburuk.
● Menjaga Stabilitas Pasar Modal
Walaupun beberapa kasus, kondisi trading halt memberikan dampak buruk, tetapi ternyata ada dampak positif yang dapat diambil. Salah satunya adalah menjaga stabilitas pasar modal. Trading halt digunakan oleh pasar modal sebagai alat stabilisasi.
Tujuannya agar perdagangan efek tetap berlangsung secara adil, tertib, dan efisien. Dengan adanya kebijakan trading halt, pasar modal menjadi lebih stabil dan terhindar dari gejolak harga yang lebih ekstrem.
Pilih Perbankan Prioritas DBS Treasures, Mitra Terpercaya untuk Investasi Anda!
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kebijakan trading halt hadir sebagai alat stabilitas pasar modal.
Walaupun dalam beberapa kasus, kebijakan ini membuat banyak investor mengalami kepanikan. Salah satu cara agar Anda tidak mudah panik dalam berinvestasi adalah memilih produk investasi yang tepat.
Perbankan prioritas DBS Treasures hadir sebagai mitra terpercaya agar Anda dapat memilih instrumen investasi tepat dan menguntungkan.
Keunggulan produk investasi DBS Treasures adalah pengelolaan investasi dengan profesional sehingga Anda tidak perlu khawatir dengan ketidakpastian, terlebih saat kondisi trading halt.
Lalu, Anda juga secara proaktif akan diberikan wawasan oleh para tim finansial perbankan prioritas DBS Treasures. Wawasan tersebut bertujuan agar Anda mampu menganalisa secara baik peluang investasi terkini.
Selanjutnya, dengan memilih produk Reksadana dari perbankan prioritas DBS Treasures, risiko kerugian dapat diminimalisir melalui diversifikasi.
Keunggulan lainnya, keberadaan Aplikasi digibank by DBS yang memudahkan Anda jual, beli, switching investasi dan registrasi SID (Single Investor Identification) hanya dalam genggaman tangan.
Anda juga akan didukung analisis pasar terkurasi dari tim ahli finansial yang mengomunikasikannya dan mendapatkan peluang terkini yang sudah disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan portofolio Anda, dimotori Artificial Intelligence/Machine Learning (AI-ML). Insight tersebut dilengkapi solusi terkurasi terkait investasi (Grow) dan asuransi (Protect), sehingga Anda dapat cepat dan yakin berinvestasi melalui media sesuai preferensi.
Jadi, mari berinvestasi Reksadana Saham yang tepat bersama perbankan prioritas DBS Treasures sebagai mitra tepercaya untuk potensi imbal hasil maksimal. Klik di sini untuk informasi lebih lengkapnya.
Baca juga:
Cara Bijak Pakai Return Reksadana untuk Atasi Finansial
Kenali Portofolio Investasi: Cara Menyusun dan Mengelolanya
Catat! 6 Mitos Reksadana yang Perlu Ditinggalkan
Hubungi Kami Diskusikan strategi manajemen kekayaan Anda.
