Obligasi kerap dipandang sebagai instrumen investasi yang relatif stabil. Namun, tingkat risiko dan karakteristiknya sangat ditentukan oleh siapa pihak penerbitnya. Memahami perbedaan ini menjadi langkah awal untuk membangun portofolio yang selaras dengan profil risiko Anda.
Ya, jenis obligasi memang dipengaruhi oleh pihak yang menerbitkan. Mari cari tahu siapa saja yang berhak menerbitkan obligasi dan seperti apa implikasinya bagi risiko portofolio Anda.
Apa yang Dimaksud dengan Penerbit Obligasi? Obligasi merupakan surat utang berjangka menengah hingga panjang yang diterbitkan oleh pihak tertentu, seperti pemerintah, BUMN, maupun perusahaan swasta. Surat utang ini dianggap sebagai bukti perjanjian antara investor dan pihak penerbit. Fungsinya adalah sebagai pengakuan utang dan pembayaran dengan nilai bunga tertentu.
Penerbit obligasi adalah pihak yang mengeluarkan obligasi atau surat utang tersebut. Pihak ini juga bisa disebut sebagai peminjam dana dari investor dan nantinya punya kewajiban mengembalikan dana tersebut di waktu yang sudah ditentukan.
Perlu diketahui bahwa penerbit punya andil besar dalam menentukan risiko juga imbal balik yang nanti akan diterima oleh investor.
Penerbit akan menentukan berapa besar nilai bunga atau kupon yang akan diterima oleh investor nantinya. Jadi tingkat profit yang bisa diperoleh sangat dipengaruhi oleh faktor penerbit obligasi.
Kemudian pihak penerbit juga punya pengaruh besar terhadap risiko investasi. Obligasi pemerintah memiliki risiko paling rendah dan obligasi korporasi atau perusahaan swasta dianggap punya risiko paling tinggi.
Pemerintah sebagai Penerbit Obligasi Mari bahas dulu obligasi pemerintah yaitu obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah. Di sini pemerintah menjadi pihak yang mengeluarkan surat utang dan umumnya surat utang tersebut digunakan untuk membiayai anggaran negara.
Ada beberapa jenis obligasi yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah. Beberapa contohnya yaitu ORI (obligasi negara ritel), FR (fixed rate), dan SBR (savings bond ritel).
Obligasi pemerintah memiliki tingkat risiko relatif rendah karena pembayaran pokok dan kuponnya dijamin oleh negara berdasarkan Undang-Undang yang berlaku. Kemudian pembayaran kuponnya akan dilakukan secara terjadwal.
Jenis obligasi ini sangat cocok bagi investor konservatif hingga moderat termasuk HNWI.
Peran BUMN dalam Menerbitkan Obligasi Berikutnya ada BUMN yang juga punya peran dalam menerbitkan obligasi. Tujuan penerbitan obligasi oleh BUMN yaitu untuk pendanaan, investasi infrastruktur, ekspansi, juga refinancing utang.
Jika dibandingkan dengan obligasi pemerintah, jenis obligasi ini memang lebih berisiko. Risiko obligasi BUMN umumnya berada di antara obligasi pemerintah dan korporasi swasta, bergantung pada kondisi keuangan dan peran strategis BUMN tersebut.
Beberapa contohnya BUMN yang menerbitkan obligasi yaitu BRI, Hutama Karya, Waskita Karya, dan masih banyak lagi.
Jenis obligasi yang diterbitkan oleh BUMN ini lebih cocok untuk investor moderat karena risikonya masih lebih tinggi daripada obligasi pemerintah.
Perusahaan Swasta dalam Menerbitkan Obligasi Selain pemerintah dan BUMN, ada perusahaan swasta yang juga memegang peran dalam menerbitkan obligasi. Tujuannya sama yaitu untuk mendapatkan pinjaman dana dari investor agar bisa digunakan dalam pengembangan perusahaan.
Perlu diketahui bahwa obligasi korporasi ini memiliki risiko yang paling besar di antara kedua jenis obligasi yang disebutkan sebelumnya. Obligasi korporasi memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah dan BUMN, sehingga investor perlu mencermati kualitas kredit dan fundamental perusahaan penerbit.
Jika memang ingin berinvestasi di instrumen obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan swasta, maka penting untuk memperhatikan beberapa faktor. Mulai dari kinerja keuangan, industri, kredit, dan masih banyak lagi.
Baca Juga: 7 Alasan Obligasi Pemerintah Cocok untuk Investasi Konservatif
Perbedaan Obligasi Pemerintah, BUMN, dan Korporasi Sebelum memilih obligasi mana yang paling layak dijadikan pilihan sesuai tujuan investasi Anda, mari pahami dulu seperti apa perbandingannya. Berikut adalah perbedaan obligasi pemerintah, BUMN, dan korporasi.
Aspek Utama
Obligasi Pemerintah
Obligasi BUMN
Obligasi Korporasi
Penerbit
Diterbitkan langsung oleh negara melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Diterbitkan oleh perusahaan milik negara di bawah pembinaan Kementerian BUMN.
Diterbitkan oleh perusahaan swasta (bank, properti, manufaktur, dan lain-lain).
Tingkat Risiko
Paling rendah karena didukung oleh negara.
Risiko menengah, tergantung kesehatan bisnis BUMN.
Paling tinggi, sangat tergantung kondisi keuangan perusahaan.
Imbal Hasil (Kupon)
Cenderung lebih rendah tetapi stabil.
Biasanya lebih tinggi dari obligasi pemerintah.
Umumnya paling tinggi sebagai kompensasi risiko.
Sumber Pembayaran
Dari APBN (pajak & penerimaan negara).
Dari pendapatan dan arus kas perusahaan BUMN.
Dari keuntungan dan arus kas perusahaan swasta.
Persepsi Keamanan Investor
Dianggap paling aman di pasar domestik dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dianggap cukup aman, tetapi tetap ada risiko bisnis.
Bergantung reputasi & rating kredit perusahaan penerbit.
Bagaimana Investor Membeli Obligasi dari Berbagai Penerbit? Selain memahami karakteristik penerbit, investor juga perlu mengetahui mekanisme pembelian obligasi dari masing-masing pihak penerbit. Setiap jenis obligasi memiliki jalur pembelian dan karakter pasar yang berbeda.
Cara investor membeli obligasi dari masing-masing penerbit tidak sepenuhnya sama. Obligasi pemerintah umumnya dapat dibeli secara ritel melalui mitra distribusi resmi di pasar perdana, seperti bank dan platform investasi digital, dengan nominal yang relatif terjangkau.
Sementara itu, obligasi BUMN dan korporasi biasanya ditawarkan melalui mekanisme pasar perdana terbatas atau diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga investor perlu memperhatikan likuiditas, rating kredit, serta profil risiko emiten. Memahami jalur pembelian ini membantu investor menyesuaikan strategi investasi dengan tujuan, jangka waktu, dan toleransi risiko yang dimiliki, serta mengoptimalkan potensi imbal hasil secara lebih terukur.
Lakukan Investasi Obligasi dengan Aman dan Nyaman Bersama DBS Treasures Pastikan Anda memilih lembaga yang tepat dan tepercaya agar investasi obligasi dapat dilakukan dengan lebih aman. Melalui perbankan prioritas DBS Treasures, Anda dapat berinvestasi obligasi dengan dukungan reputasi, standar keamanan, dan tata kelola yang telah terbukti.
Melalui DBS Treasures, Anda dapat berinvestasi obligasi dengan lebih mudah dan percaya diri. Obligasi memberikan kupon reguler sebagai pendapatan pasif yang relatif stabil, serta menawarkan peluang capital gain apabila dijual ketika harga pasar meningkat. Sebagai instrumen pendapatan tetap, obligasi juga menawarkan tingkat kupon yang kompetitif, yang umumnya berada di atas rata-rata bunga deposito, sehingga imbal hasil berpotensi lebih optimal.
DBS Treasures menawarkan pilihan obligasi pemerintah seri Fixed Rate (FR) yang komprehensif dan beragam, dengan struktur kupon sesuai ketentuan yang berlaku. Karakteristik kupon tetap dan terjadwal menjadikan obligasi FR sebagai fondasi yang stabil dalam strategi alokasi aset jangka menengah hingga panjang.
Investor juga memperoleh kemudahan dalam menyusun strategi investasi obligasi yang selaras dengan tujuan finansial dan profil risiko. Pemilihan seri obligasi dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan struktur kupon, tenor, serta kondisi pasar, sehingga peran obligasi dalam portofolio dapat dioptimalkan.
Seluruh proses investasi dapat dilakukan secara digital melalui Aplikasi DBS digibank, termasuk registrasi Single Investor Identification (SID) serta transaksi beli dan jual obligasi di pasar sekunder secara efisien dan transparan.
Selain itu, Anda akan didukung oleh analisis pasar terkurasi dari tim ahli finansial yang dikomunikasikan secara proaktif. Rekomendasi peluang obligasi disesuaikan dengan kebutuhan portofolio dan profil risiko Anda, dimotori teknologi Artificial Intelligence dan Machine Learning (AI-ML). Insight ini dilengkapi solusi terkurasi untuk investasi (Grow ) dan perlindungan asuransi (Protect ), sehingga Anda dapat mengambil keputusan investasi dengan lebih cepat, terarah, dan penuh keyakinan melalui kanal komunikasi sesuai preferensi.
Posisikan reksadana ini sebagai bagian dari kerangka alokasi aset jangka panjang yang terukur. Untuk pendampingan berbasis strategi, mulai dari perencanaan, seleksi instrumen, hingga evaluasi portofolio berkala, DBS Treasures dapat menjadi mitra yang relevan.
Publikasi ini telah dikurasi oleh tim internal PT Bank DBS Indonesia (DBSI) dan didistribusikan oleh DBSI.
DBSI berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Publikasi ini bukan merupakan bagian dari penawaran, rekomendasi, atau ajakan kepada Anda untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun sebagaimana dijelaskan, juga tidak ditujukan untuk mengundang atau mengizinkan pembuatan penawaran kepada publik untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun untuk mendapatkan uang tunai atau imbalan lainnya dan tidak boleh dipandang seperti demikian.
Baca Juga:
Raih Passive Income Stabil di Usia 20-an dengan Obligasi Pemerintah
Strategi Optimalkan Investasi Obligasi untuk Dana Darurat
Tak Banyak Orang Tahu, Inilah Profil Seth Klarman Penganut Value Investing!