Volatilitas pasar yang meningkat kerap menjadi kekhawatiran bagi investor. Pasalnya pergerakan harga yang tajam berpotensi memengaruhi kinerja portofolio secara signifikan jika tidak dikelola dengan baik.
Dalam situasi tersebut, upaya menjaga stabilitas portofolio menjadi aspek yang sangat penting. Investor dituntut untuk bersikap objektif dan menyesuaikan strategi investasi dengan perkembangan kondisi pasar. Untuk memahami strateginya, simak pembahasan berikut.
Apa yang Dimaksud dengan Volatilitas Pasar Volatilitas pasar adalah tingkat perubahan harga instrumen keuangan dalam periode tertentu, di mana volatilitas tinggi mencerminkan pergerakan harga yang lebih tajam. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi ekonomi, kebijakan suku bunga, inflasi, serta sentimen global.
Volatilitas yang tinggi dapat menyebabkan nilai portofolio berfluktuasi signifikan, terutama pada aset berisiko tinggi. Hal ini membuat pemahaman terhadap volatilitas sangat penting untuk mengelola risiko dan menjaga stabilitas portofolio.
Kenapa Stabilitas Portofolio Itu Penting? Stabilitas portofolio merupakan salah satu aspek dasar dalam pengelolaan investasi, tidak terkecuali saat terjadi gejolak pasar. Berikut alasan mengapa kestabilan portofolio itu penting.
● Mengurangi Stres dan Keputusan Emosional Terkelolanya portofolio dengan baik membuat fluktuasi lebih terkendali sehingga membantu investor tetap tenang dan terhindar dari keputusan yang didorong kepanikan.
● Menjaga Tujuan Investasi Tetap di Jalur Stabilitas portofolio mencerminkan bahwa strategi investasi berjalan selaras dengan tujuan keuangan yang direncanakan.
● Melindungi Nilai Aset dalam Jangka Menengah-Panjang Portofolio yang stabil dapat meminimalisir potensi kerugian dalam jangka menengah hingga panjang.
Prinsip Dasar Menjaga Portofolio Tetap Stabil Mengelola portofolio agar siap menghadapi tren pasar tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Berikut prinsip dasar yang bisa diterapkan agar portofolio tetap stabil.
● Fokus pada Tujuan, Bukan Pergerakan Harian Ketika berinvestasi, fokus utama Anda harus kepada tujuan yang sudah direncanakan alih-alih pergerakan harian yang sifatnya sementara.
● Memahami Risiko Setiap Aset Setiap instrumen memiliki potensi risiko yang berbeda. Baik itu instrumen saham maupun obligasi, masing-masing menawarkan tingkat risiko yang beragam.
● Menjaga Keseimbangan Risiko dan Return Keseimbangan risiko dan return penting untuk menjaga stabilitas portofolio. Pasalnya mengejar return tinggi tanpa mempertimbangkan risiko dapat meningkatkan volatilitas, sementara strategi terlalu konservatif dapat membatasi pertumbuhan aset.
Diversifikasi sebagai Fondasi Stabilitas Diversifikasi merupakan strategi yang dikenal sebagai fondasi stabilitas dan berguna untuk meminimalisir risiko. Berikut ini penjelasannya.
● Diversifikasi Antar Kelas Aset Alokasi dana ke berbagai instrumen membantu menyeimbangkan kinerja sehingga penurunan pada satu aset dapat diimbangi aset lainnya.
● Diversifikasi Dalam Kelas Aset Selain antar kelas, diversifikasi juga dapat dilakukan dalam satu jenis aset, misalnya dengan memilih saham dari berbagai sektor atau ukuran perusahaan.
Peran Obligasi dalam Menjaga Stabilitas Obligasi memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas portofolio karena menawarkan pendapatan tetap dengan risiko yang lebih rendah.
● Obligasi Sebagai Penahan Volatilitas Ketika pasar Saham bergejolak, Obligasi menunjukkan volatilitas yang lebih rendah. Karakteristik ini menjadikan Obligasi efektif sebagai penahan volatilitas.
● Income Rutin dan Proteksi Nilai Pendapatan kupon yang rutin membantu menjaga arus kas dan memberikan perlindungan nilai di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
● Peran dalam Portofolio Defensif Dalam portofolio defensif, Obligasi berfungsi menjaga kestabilan dan likuiditas, sekaligus membantu menurunkan risiko keseluruhan portofolio.
Baca Juga: Obligasi ORI vs Deposito: Mana yang Lebih Menguntungkan?
Peran Reksadana Berisiko Rendah-Menengah Reksadana berisiko rendah hingga menengah memiliki peran dalam menjaga keseimbangan dan stabilitas portofolio. Berikut penjelasannya.
● Reksadana Pasar Uang Reksadana Pasar Uang berinvestasi pada instrumen berjangka pendek seperti deposito, surat utang jangka pendek, dan instrumen pasar uang lainnya. Instrumen tersebut memiliki risiko rendah yang sering dimanfaatkan untuk menyimpan dana sementara saat kondisi pasar tidak menentu.
● Reksadana Pendapatan Tetap Instrumen ini menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi dengan tingkat risiko moderat. Reksadana Pendapatan Tetap berperan dalam memberikan pendapatan rutin.
Kombinasi dua instrumen memungkinkan investor menciptakan portofolio yang seimbang karena membantu mengurangi volatilitas sekaligus mendukung pertumbuhan nilai portofolio.
Menyesuaikan Portofolio dengan Profil Risiko Setiap investor memiliki profil risiko yang berbeda. Oleh karena itu, penting sekali menyesuaikan portofolio untuk menjaga stabilitas investasi.
● Investor Konservatif Investor konservatif mengedepankan keamanan modal sehingga portofolionya berisikan instrumen berisiko rendah seperti Reksadana Pasar Uang.
● Investor Moderat Untuk investor moderat, portofolionya diisi dengan kombinasi antara Saham dan Obligasi.
● Investor Agresif Portofolio investor agresif cenderung diisi oleh instrumen yang menawarkan risiko dan imbal hasil tinggi, seperti Saham.
Rebalancing secara BerkalaRebalancing merupakan strategi penting untuk menjaga stabilitas portofolio agar tetap selaras dengan tujuan dan profil risiko. Proses ini dilakukan dengan menyesuaikan kembali komposisi aset guna menjaga keseimbangan risiko dan return .
Rebalancing dapat dilakukan secara berkala, baik itu setiap enam bulan atau satu tahun sekali. Dengan alokasi aset yang ideal, Anda dapat mengendalikan risiko portofolio secara lebih efektif.
Hindari Kesalahan Umum saat Pasar Volatile Saat pasar volatile , Anda perlu menghindari keputusan emosional yang dapat merugikan portofolio.
● Panik dan Menjual saat Turun Hindari menjual aset terburu-buru saat pasar mengalami penurunan dan fokuslah pada tujuan jangka panjang.
● Terlalu Sering Mengubah Strategi Mengubah strategi investasi terlalu sering dapat mengganggu konsistensi portofolio dan berpotensi membuat arah investasi menjadi tidak jelas.
● Mengabaikan Tujuan Awal Tujuan awal investasi tidak seharusnya diabaikan karena merupakan dasar dalam menentukan strategi dan alokasi aset.
Peran Disiplin dan Konsistensi Disiplin dan konsistensi membantu Anda sebagai investor tetap berpegang pada strategi yang telah direncanakan serta meminimalisir dampak fluktuasi pasar jangka pendek.
Melalui pendekatan jangka panjang, Anda memiliki ruang yang lebih luas untuk menghadapi volatilitas pasar dan memanfaatkan pertumbuhan nilai aset. Selain itu, pengelolaan ekspektasi terhadap imbal hasil juga harus realistis demi menjaga ketenangan berinvestasi.
Kapan Perlu Bantuan Profesional Dalam pengelolaan investasi, terdapat kondisi di mana keputusan tidak lagi dapat diambil dengan sederhana dan memerlukan bantuan profesional.
Momen tersebut di antaranya saat kondisi pasar kompleks karena analisis menjadi lebih rumit, saat aset makin besar karena menuntut perencanaan yang lebih terstruktur, dan saat tujuan keuangan bertambah untuk penyusunan strategi baru.
Bangun Portofolio yang Siap Menghadapi Volatilitas Pasar Bersama DBS Treasures Volatilitas merupakan bagian dari investasi sehingga stabilitas portofolio perlu dibangun melalui strategi yang tepat, bukan sekadar prediksi pasar. Dengan diversifikasi, pengelolaan risiko, dan konsistensi jangka panjang, portofolio dapat menjadi lebih seimbang dan tahan terhadap gejolak pasar.
Sebagai upaya untuk mengelola investasi secara lebih terarah, berinvestasi Reksadana bersama DBS Treasures dapat menjadi pilihan yang tepat.
Mitra ini menawarkan pengelolaan investasi yang dilakukan oleh profesional dan strategi diversifikasi untuk meminimalisir risiko. Tidak hanya itu, Anda juga bisa mendapatkan wawasan tentang analisa pasar serta peluang terkini untuk memandu selama berinvestasi.
Dukungan Aplikasi DBS digibank juga dapat membantu Anda melakukan transaksi jual, beli, switching , dan pendaftaran SID (Single Investor Identification ) dengan mudah.
Anda juga akan mendapat dukungan dari analisis pasar terkurasi dari tim ahli finansial yang mengomunikasikannya dan mendapatkan peluang terkini yang sudah disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan portofolio Anda, dimotori Artificial Intelligence/Machine Learning (AI-ML). Insight tersebut dilengkapi solusi terkurasi terkait investasi (Grow ) dan asuransi (Protect ), sehingga Anda dapat cepat dan yakin berinvestasi melalui media sesuai preferensi.
Dengan pendekatan berbasis perencanaan yang matang, DBS Treasures dapat membantu Anda membangun portofolio yang seimbang dan lebih siap menghadapi dinamika serta volatilitas pasar.
Publikasi ini telah dikurasi oleh tim internal PT Bank DBS Indonesia (DBSI) dan didistribusikan oleh DBSI.
DBSI berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Publikasi ini bukan merupakan bagian dari penawaran, rekomendasi, atau ajakan kepada Anda untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun sebagaimana dijelaskan, juga tidak ditujukan untuk mengundang atau mengizinkan pembuatan penawaran kepada publik untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun untuk mendapatkan uang tunai atau imbalan lainnya dan tidak boleh dipandang seperti demikian.
Baca Juga:
Obligasi ORI: Alternatif Investasi Aman & Terjangkau untuk Milenial
Tips Investasi Jeff Bezos, Tidak Takut Ambil Risiko?
Seni Investasi ‘Contrarian’ Ala George Soros, Strategi Untung Lawan Arah Pasar