Undangan pernikahan sering datang di momen yang serba tak terduga. Kadang sahabat dekat, kadang sepupu, kadang rekan kerja yang sudah lama satu tim. Sebagai orang yang diundang, rasanya wajar kalau kita ingin memberi kado yang benar-benar berkesan, bukan sekadar formalitas belaka.
Masalahnya, keinginan memberi hadiah spesial sering berbenturan dengan realita keuangan pribadi. Ada kebutuhan rutin yang tetap harus jalan, tabungan yang sedang dibangun, dan dana darurat yang sebaiknya tidak disentuh.
Di titik inilah banyak orang mulai bertanya. Bisa tidak ya, kasih kado pernikahan yang punya nilai, namun dompet tetap aman? Jawabannya bisa, asal direncanakan dengan bijak.
Memberi Kado Pernikahan: Antara Niat Baik dan Kondisi Keuangan
Sebagai teman, sahabat, atau kerabat, memberi kado pernikahan bukan soal harga, tetapi soal makna. Namun, untuk orang-orang terdekat, sering kali muncul keinginan memberi lebih, sesuatu yang benar-benar berguna di awal kehidupan rumah tangga mereka.
Beberapa jenis kado pernikahan bernilai yang kini semakin populer, antara lain:
- Uang tunai premium sebagai modal awal rumah tangga;
- Honeymoon fund, membantu pasangan menikmati perjalanan pertama mereka sebagai suami-istri;
- Kontribusi perabotan rumah tangga besar, seperti sofa, lemari, atau peralatan elektronik utama
Jenis kado seperti ini tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit dan sering kali tidak bisa sepenuhnya diambil dari satu bulan penghasilan tanpa mengganggu cashflow. Tenang saja, kamu bisa dapat solusinya kok di sini!
Mindset Finansial Sehat: Memberi dengan Tulus, Tapi Tetap Jaga Diri Sendiri
Memberi kado pernikahan seharusnya berangkat dari niat baik, bukan karena rasa sungkan, gengsi, atau tekanan sosial.
Apalagi, jika yang menikah adalah orang terdekat, rasanya wajar kalau kamu ingin memberi sesuatu yang lebih dari sekadar simbolis. Namun, niat baik tetap perlu dibarengi dengan kesadaran finansial.
Mindset finansial yang sehat bukan berarti pelit atau perhitungan berlebihan. Justru sebaliknya, ini tentang memahami batas diri dan tahu bagaimana cara memberi tanpa harus mengorbankan kestabilan keuangan pribadi.
Ada beberapa prinsip yang sebaiknya tetap kamu pegang saat merencanakan kado pernikahan bernilai, antara lain:
- Dana darurat tetap aman;
- Tabungan dan rencana keuangan pribadi tidak terganggu;
- Pengeluaran rutin tetap berjalan normal.
Memberi kado besar bukan berarti harus mengorbankan stabilitas keuangan sendiri, ya. Justru, keputusan yang matang menunjukkan kepedulian, baik kepada pasangan yang sedang menikah maupun kepada kondisi finansial pribadi.
Baca Juga: 9 Tren Pernikahan 2025 ala Gen Z, Menarik untuk Dicoba!
Mengatur Timing Pengeluaran dengan Lebih Fleksibel
Di banyak situasi, tantangan memberi kado pernikahan sebenarnya bukan soal mampu atau tidak melainkan soal waktu pengeluarannya.
Dalam satu bulan, kamu sudah punya komitmen rutin, yaitu kebutuhan harian, tabungan, dana darurat, hingga rencana pribadi lain yang tidak bisa ditunda. Ketika harus mengeluarkan dana besar sekaligus untuk kado pernikahan, cashflow pun bisa langsung terasa berat.
Di sinilah pentingnya mengatur timing pengeluaran dengan lebih bijak. Alih-alih mengambil dana besar dari satu periode keuangan atau misal dari satu bulan, kamu bisa menyebar pengeluaran tersebut ke jangka waktu yang lebih panjang dan terukur.
Dengan begitu, kebutuhan memberi kado tetap terpenuhi, sementara kondisi keuangan pribadi tetap stabil. Pendekatan ini juga membantu kamu menjaga prinsip finansial yang sehat. Dana darurat tetap aman, tabungan tidak perlu dikorbankan, dan pengeluaran rutin tetap berjalan seperti biasa.
Kamu tidak sedang menutupi kekurangan biaya melainkan mengatur arus kas agar tetap seimbang. Mengatur timing pengeluaran juga memberi rasa tenang secara mental. Kamu bisa memberi kado dengan niat tulus, tanpa perasaan khawatir setelahnya.
Tidak ada rasa bersalah karena mengganggu rencana keuangan sendiri, dan tidak ada tekanan untuk balik modal di bulan berikutnya.
Untuk kebutuhan seperti ini, solusi finansial yang fleksibel, transparan, dan bertanggung jawab menjadi relevan. Bukan untuk mendorong pengeluaran impulsif, melainkan membantu kamu mengelola pengeluaran besar yang memang sudah direncanakan sejak awal.
Salah satu solusi yang bisa mendukung pendekatan ini adalah Kredit Tanpa Agunan (KTA) dari DBS digibank. Ini bisa membantu mengatur pengeluaran besar agar lebih ringan secara cashflow, tanpa harus mengorbankan stabilitas keuangan pribadi.
DBS KTA sebagai Alat Pengelolaan Cashflow untuk Memberi Kado Spesial
DBS KTA dirancang untuk membantu pengelolaan keuangan yang lebih fleksibel, termasuk saat kamu ingin memberikan kado pernikahan bernilai tanpa mengganggu rencana keuangan lainnya.
Produk ini bukan ditujukan untuk konsumsi impulsif melainkan sebagai alat bantu mengatur arus kas, terutama untuk kebutuhan besar yang sudah direncanakan dengan matang.
Beberapa keunggulan DBS KTA yang relevan untuk kebutuhan ini, antara lain:
- Limit pinjaman hingga Rp300 juta, memberi ruang untuk berbagai jenis kado bernilai tinggi;
- Pilihan tenor cicilan hingga 36 bulan, agar beban pembayaran lebih ringan;
- Suku bunga kompetitif mulai dari 0,88%;
- Proses pengajuan secara online yang praktis;
- Terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dengan pembagian cicilan yang jelas, kamu tetap bisa memberi hadiah terbaik tanpa harus mengorbankan tabungan atau dana darurat.
Tahapan Pengajuan DBS KTA yang Mudah Dipahami
Proses pengajuan DBS KTA dibuat sederhana dan bisa dilakukan secara online, baik untuk nasabah maupun non-nasabah Bank DBS. Di bawah ini tahapan-tahapannya.
- Klik “Apply di sini” pada laman formulir DBS KTA dan isi data diri singkat;
- Klik “Kirim”;
- Pihak DBS menghubungi melalui telepon untuk melanjutkan proses persetujuan pinjaman;
- Lampirkan formulir fisik yang telah ditandatangani;
- Lampirkan fotokopi e-KTP, NPWP, dan kartu kredit bank lain dengan minimal limit Rp7,5 juta;
- Tunggu proses persetujuan;
- Terima notifikasi SMS jika pinjaman disetujui.
Seluruh proses dilakukan dengan standar keamanan perbankan sehingga kamu bisa mengambil keputusan dengan lebih nyaman dan terinformasi.
Memberi Kado Terbaik Tanpa Mengganggu Rencana Keuangan
Kado pernikahan yang baik bukan hanya soal nominal, tetapi juga tentang niat dan perencanaan. Dengan pendekatan yang bijak, kamu bisa tetap hadir sebagai orang terdekat yang memberi dukungan nyata, tanpa harus mengorbankan kestabilan keuangan pribadi.
Berikan kado terbaik tanpa mengganggu rencana keuangan kamu, ya! Karena pada akhirnya, kado yang paling berarti selalu datang dari niat tulus yang dibarengi perencanaan matang.
Langsung cek simulasi kredit DBS KTA atau kamu bisa juga mengisi formulir untuk raih eVoucher hingga Rp1 juta.
PT Bank DBS Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Publikasi ini bukan merupakan bagian dari penawaran, rekomendasi, atau ajakan kepada Anda untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun sebagaimana dijelaskan, juga tidak ditujukan untuk mengundang atau mengizinkan pembuatan penawaran kepada publik untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun untuk mendapatkan uang tunai atau imbalan lainnya dan tidak boleh dipandang seperti demikian.
Baca Juga:
9 Kiat Mempersiapkan Pernikahan agar Sesuai Rencana
6 Strategi Usaha Souvenir Pernikahan, Intip di Sini!
Tips Pilih Fotografer Pre-Wedding, Pernikahan menjadi Mewah!




