SYARAT DAN KETENTUAN SBN


DEFINISI

“DBSI” atau “Bank” merujuk kepada PT Bank DBS Indonesia.
“Informasi Produk” adalah dokumen informasi yang berisikan rangkuman atas fitur produk SBN yang ditawarkan oleh Bank.
“Memorandum Informasi” adalah informasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia mengenai SBN yang diterbitkan.
“Pemesanan” adalah pengajuan pemesanan pembelian SBN oleh Nasabah melalui Bank di Pasar Perdana.
“Pembelian” adalah pengajuan pembelian SBN oleh Nasabah kepada Bank di Pasar Sekunder.
“Pencairan” adalah pengajuan penjualan kembali SBN kepada pemerintah melalui Bank pada masa pencairan yang telah ditentukan, untuk seri obligasi SBR dan ST.
“Penjualan” adalah pengajuan penjualan kembali SBN kepada Bank di Pasar Sekunder.
“Pasar Perdana” adalah pasar dimana SBN diperdagangkan untuk pertama kalinya oleh penerbit.
“Pasar Sekunder” adalah pasar dimana SBN dapat dibeli dan dijual dari dan/atau ke pihak lain “SBN” adalah surat berharga yang diterbitkan pemerintah Indonesia, termasuk di dalamnya SBSN, seri obligasi Saving Bond Retail (SBR), Obligasi Negara Ritel (ORI), FR dan INDON.
“SBSN” atau Surat Berharga Syariah Negara adalah surat berharga yang diterbitkan pemerintah Indonesia berdasarkan prinsip syariah, termasuk di dalamnya seri Sukuk Tabungan (ST) dan Sukuk Ritel (SR).


Hal-hal lain yang tidak didefinisikan dan diatur secara khusus pada Syarat dan Ketentuan SBN merujuk pada Definisi dan ketentuan pada Syarat dan Ketentuan Umum digibank.

TRANSAKSI SBN RITEL ONLINE

  1. Sebelum berinvestasi pada SBN, Nasabah telah mempelajari dan memahami sepenuhnya informasi mengenai SBN terkait dimana transaksi Pemesanan, Pembelian, Pencairan, Penjualan dilakukan melalui Aplikasi digibank by DBS.
  2. Pemesanan, Pembelian, Pencairan, Penjualan yang telah dilakukan tidak dapat diubah/dibatalkan.
  3. Pemesanan pada Pasar Perdana yang tidak dilakukan pembayarannya dalam periode yang telah ditentukan setelah menerima kode billing maka secara otomatis pemesanan batal/menjadi kedaluarsa
  4. Nasabah dengan ini memberikan wewenang kepada Bank dan oleh karenanya untuk dan atas nama Nasabah, Bank berwenang untuk:
    (i) melaksanakan instruksi yang diberikan Nasabah melalui Aplikasi digibank by DBS termasuk namun tidak terbatas pada Pemesanan, Pembelian, Pencairan, Penjualan, pendebitan / pengkreditan rekening Nasabah terkait transaksi yang dilakukan
    (ii) melakukan pencatatan investasi SBN apapun atas nama Bank atau pihak yang ditunjuk, harus tetap menjalankan pencatatan kepemilikan Nasabah tersebut dalam SBN yang bersangkutan.
  5. Nasabah setuju untuk menguasakan (wakalah) pengelolaan dana investasi pada Sukuk Tabungan dan seluruh hak terkait Aset SBSN Sukuk Tabungan kepada Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia sebagai Wali Amanat untuk kegiatan investasi yang menghasilkan keuntungan (Untuk Sukuk Tabungan, dalam hal telah menjadi pemegang atau pemilik Sukuk Tabungan).
  6. SBN tidak boleh dibeli atau dikuasai oleh maupun dipindahtangankan kepada pemodal yang merupakan "United State Person" sebagaimana yang dimaksud sebagai berikut yaitu setiap warga Negara, setiap penduduk, setiap perusahaan, partnership atau badan hukum lain yang didirikan berdasarkan dan tunduk di bawah hukum Negara Bagian maupun, wilayah atau kepemilikan dari Negara Amerika Serikat, setiap estate atau perwali-amanatan dimana pelaksana, administrator atau wali amanatnya adalah "United States Person", setiap perwakilan atau cabang dari badan hukum asing yang terletak di Amerika Serikat, setiap kekayaan yang dikelola secara mutlak maupun tidak oleh seseorang yang telah dipercaya untuk maksud itu bagi kepentingan dari seorang "United State Person" atau setiap partnership asing atau perusahaan yang dibentuk oleh seorang "United State Person" khususnya untuk melakukan investasi di sekuritas yang tidak terdaftar.
  7. SBR (Saving Bond Retail) dan ST (Sukuk Tabungan) tidak dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder dan berlaku ketentuan sebagai berikut:
    1. Nasabah dapat melakukan Pencairan sebagian SBR dan ST yang dimilikinya sesuai dengan ketentuan yang telah diatur oleh SBN pada Kementerian Keuangan dengan memilih pencairan pada portofolio SBN yang dimiliki menggunakan Aplikasi digibank by DBS.
    2. Pencairan hanya dapat dilakukan apabila memasuki periode Pencairan yang telah ditetapkan untuk setiap SBN tersebut dan jumlahnya tidak melebihi 50% dari transaksi pemesanan yang dilakukan. Dalam hal Nasabah ingin menambah jumlah pengajuan Pencairan, maka Nasabah dapat membuat transaksi Pencairan kembali melalui Aplikasi digibank by DBS apabila masih memenuhi ketentuan tersebut.
    3. Tanggal setelmen adalah tanggal penyelesaian dimana portofolio SBN akan bertambah (dalam hal Pemesanan), atau berkurang (dalam hal Pencairan) dan dana dikreditkan ke rekening Nasabah (dalam hal Pencairan).
  8. ORI (Obligasi Negara Ritel), SR (Sukuk Retail), FR dan INDON dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder dan berlaku ketentuan sebagai berikut :
    1. Nasabah dapat menjual sebagian atau seluruh SBN yang dimilikinya sejak dimulainya Pasar Sekunder.
    2. Nasabah memahami bahwa transaksi Pembelian/Penjualan SBN di Pasar Sekunder akan menggunakan harga pembelian atau penjualan yang ditetapkan oleh Bank.
    3. Tanggal setelmen adalah tanggal penyelesaian dimana dana Pembelian atau Penjualan SBN akan didebit (dalam hal Pembelian) atau dikreditkan (dalam hal Penjualan) ke rekening Nasabah dan portofolio SBN akan bertambah (dalam hal Pembelian) atau berkurang (dalam hal Penjualan) yang akan diinformasikan melalui Aplikasi digibank by DBS,.
    4. Bunga berjalan (interest accrued amount) merupakan jumlah kupon (bunga/imbal hasil) yang dihitung dari pembayaran kupon terakhir hingga tanggal setelmen Pembelian atau Penjualan.
    5. Total Pembelian adalah jumlah nominal pembelian x harga pembelian dan ditambah dengan bunga berjalan. Dana sebesar Total Pembelian akan diblokir di sistem (tidak dapat digunakan oleh nasabah) dan akan didebit pada Tanggal Setelmen.
    6. Total Penjualan adalah jumlah nominal penjualan x harga penjualan dan ditambah dengan bunga berjalan dan dikurangi dengan pajak penjualan dan perhitungan pajak akan menggunakan sistem urutan atas pemesanan sebelumnya yang dilakukan nasabah.
    7. Dalam kondisi yang tidak normal, Pembelian atau Penjualan oleh Nasabah dapat saja tidak terlaksana atau tertunda dikarenakan ketiadaan.
    8. Jika penjualan kembali ditunda karena adanya penundaan sementara maka Penjualan kembali akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem urutan First In First Out (FIFO) pada kesempatan Pencairan berikutnya.
    9. Penjualan kembali atas sebagian atau seluruh SBN dapat ditolak jika Bank berpendapat bahwa penyertaan dan/atau jaminan dari Nasabah tidak benar atau menjadi tidak benar, atau bahwa kepemilikan oleh Nasabah tersebut akan menimbulkan risiko yang berhubungan dengan peraturan atau perpajakan terhadap SBN. Bank akan memberitahukan nasabah apabila hal ini terjadi.


RISIKO-RISIKO

  1. Risiko Kredit (Credit risk)
    • Nasabah akan terkait pada risiko kredit Republik Indonesia.
    • Investasi pada SBN bukan merupakan deposito atau kewajiban atau dijamin oleh Bank serta tidak termasuk dalam cakupan objek atau penjaminan simpanan.
  2. Risiko Suku Bunga (Interest rate risk)
    • Investasi pada SBN dapat dipengaruhi oleh suku bunga yang berlaku. Secara umum apabila suku bunga mengalami kenaikan maka harga SBN memiliki potensi mengalami penurunan. Sebaliknya apabila suku bunga mengalami penurunan maka harga SBN memiliki potensi mengalami kenaikan.
    • Tingkat sensitivitas SBN akan dipengaruhi oleh jangka waktunya. Semakin panjang waktunya maka akan lebih sensitif terhadap pergerakan suku bunga sehingga lebih berfluktuasi dari segi harga.
  3. Risiko Perubahan Kondisi Ekonomi dan Politik (Risk of economic and political changes)
    Perubahan atau memburuknya kondisi perekonomian dan politik di dalam maupun di luar negeri dapat mempengaruhi perspektif pendapatan yang dapat pula berdampak pada kinerja penerbit surat berharga.
  4. Risiko Likuiditas (Liquidity risk)
    Pencairan kembali atas SBN yang diinstruksikan oleh nasabah hanya dapat dilakukan dalam periode pencairan yang telah ditentukan sebagai mana diatur dalam term sheet produk SBN.
  5. Risiko dari Pihak – Pihak Terkait (Related Party Risk)
    Dalam berinvestasi pada SBN Pemegang SBN menanggung risiko wanprestasi (default) dari pihak-pihak terkait dalam mekanisme transaksi SBN.
  6. Risiko perubahan peraturan (Risk of change in regulation)
    Perubahan peraturan terutama terkait dengan perpajakan SBN dapat mempengaruhi hasil investasi efektif yang diterima oleh Nasabah.

 


PENCAIRAN / PENJUALAN KEMBALI

  1. Permintaan pencairan / penjualan SBN Ritel Online yang telah disubmit melalui aplikasi digibank by DBS tidak dapat diubah/dibatalkan.
  2. Untuk jenis SBN Ritel Online yang tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, yaitu SBR (Saving Bond Retail) dan ST (Sukuk Tabungan), Nasabah dapat mencairkan kembali sebagian SBN Ritel Online yang dimilikinya sesuai dengan ketentuan yang telah diatur oleh sistem e-SBN dengan memilih pencairan pada portfolio SBN Ritel Online yang dimiliki menggunakan aplikasi digibank by DBS. Pencairan hanya dapat dilakukan apabila sudah memasuki periode pencairan yang telah ditetapkan untuk setiap SBN Ritel Online tersebut. Dalam hal Nasabah ingin menambah jumlah pengajuan pencairan kembali, maka Nasabah dapat membuat transaksi pencairan kembali melalui aplikasi digibank by DBS apabila masih memenuhi ketentuan tersebut.
  3. Untuk jenis SBN Ritel Online yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder, yaitu ORI (Obligasi Negara Ritel) atau SR (Sukuk Retail) berlaku ketentuan sebagai berikut :

    i. Nasabah dapat menjual sebagian atau seluruh SBN Ritel Online yang dimilikinya. Penjualan dapat dilakukan setelah memasuki pasar sekunder, yaitu setelah tanggal pembayaran kupon kedua.

    ii. Nasabah memahami bahwa penjualan kembali SBN Ritel Online ORI atau SR ke Bank akan menggunakan harga penjualan yang ditetapkan oleh Bank. Penjualan kembali dapat dilakukan setelah memasuki masa pasar sekunder, yaitu setelah pembayaran kupon kedua.

    iii. Tanggal setelmen adalah tanggal perkiraan dimana penjualan SBN Ritel akan selesai (settled) dan dana akan dikreditkan ke rekening Nasabah.

    iv. Bunga berjalan (interest accrued amount) merupakan jumlah kupon (bunga/imbal hasil) yang dihitung dari pembayaran kupon terakhir hingga tanggal setelmen penjualan. Bunga berjalan tercantum hanya merupakan indikasi. Bunga berjalan final akan dicantumkan dalam notifikasi pada saat penjualan obligasi telah selesai (settled).

    v. Total sebelum pajak adalah jumlah nominal penjualan x harga penjualan dan ditambah dengan perkiraan bunga perjalanberjalan. Dana yang dikreditkan ke rekening Nasabah adalah jumlah ini dikurangi dengan pajak, sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku di Republik Indonesia. Penjualan dan perhitungan pajak akan menggunakan sistem urutan masuk pertama keluar pertama (FIFO) atas pemesanan sebelumnya yang dilakukan nasabah.

    vi. Dalam kondisi yang tidak normal, penjualan kembali oleh Nasabah dapat saja tidak terlaksana dikarenakan ketiadaan permintaan dan penawaran yang terdapat dipasar sekunder obligasi.

    vii. Jika penjualan kembali ditunda karena adanya penundaan sementara maka penjualan kembali akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem urutan masuk pertama keluar pertama (FIFO) pada kesempatan pencairan berikutnya.

    viii. Penjualan kembali atas seluruh atau sebagian SBN Ritel Online dapat ditolak, jika DBSI berpendapat bahwa penyertaan dan/atau jaminan dari Nasabah tidak benar atau menjadi tidak benar, atau bahwa kepemilkan oleh Nasabah tersebut akan menimbulkan risiko yang berhubungan dengan peraturan atau perpajakan terhadap SBN Ritel Online. Bank akan memberitahukan nasabah apabila hal ini terjadi.



INFORMASI UMUM

  1. Seluruh surat-menyurat dan informasi sehubungan dengan investasi SBN akan ditujukan kepada Nasabah sesuai dengan alamat surat-menyurat dan/atau nomor telepon (SMS) dan/atau e-mail yang terdaftar pada Bank.
  2. Nasabah wajib melakukan pembayaran atas jumlah Pemesanan dan Pembelian yang dilakukan melalui Aplikasi digibank by DBS. Pembayaran dapat dilakukan melalui saluran-saluran pembayaran yang telah ditentukan dalam jangka waktu yang telah diinformasikan oleh Bank yang mana penempatan efektifnya baru dihitung sejak tanggal setelmen.
  3. Pertanyaan atau permintaan informasi tambahan mengenai SBN di digibank dapat dilakukan melalui Aplikasi digibank by DBS, atau mengunjungi laman https://go.dbs.com/id-dgsbn.
  4. Nasabah akan mendapatkan laporan bulanan yang berisikan informasi mengenai kepemilikan SBN atas nama N Harga Indikasi yang tertera dalam laporan tersebut merupakan harga SBN yang ditetapkan oleh Bank atas kebijakannya dengan bersumber kepada informasi dari pihak ketiga yang menurut penilaian Bank dengan merujuk pada ketentuan yang berlaku kompeten dalam menentukan penilaian terhadap harga SBN.
  5. PT Bank DBS Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan.
  6. Syarat dan Ketentuan ini telah disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan termasuk ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.

PERNYATAAN DAN JAMINAN

  1. Data-data yang Saya berikan dalam Aplikasi digibank by DBS adalah benar dan apabila ada perubahan, Saya akan memberitahukan kepada Bank dengan mengunjungi cabang Bank terdekat.
  2. Saya telah menerima penjelasan yang memadai dan juga informasi dari Bank termasuk di dalamnya risiko-risiko dan konsekuensinya.
  3. Saya telah membaca dan memahami Memorandum Informasi dan/atau Informasi Produk, serta telah menerima, membaca, mempelajari dan setuju untuk memenuhi sepenuhnya isi dari syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan SBN dan dengan ini setuju untuk mengikatkan diri dengan Syarat dan Ketentuan ini.
  4. Saya telah mengerti dan memahami bahwa produk ini BUKAN merupakan produk Bank sehingga sepenuhnya merupakan kewajiban penerbit SBN, BUKAN kewajiban dan tidak dijamin oleh Bank (termasuk grup atau afiliasinya); BUKAN merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat jangka waktu tertentu serta tidak termasuk cakupan objek program penjaminan pemerintah; merupakan produk pasar modal; mengandung risiko investasi termasuk kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan; SBN dalam bentuk mata uang asing memiliki risiko nilai tukar mata uang asing yang dapat mengakibatkan risiko kehilangan modal yang diinvestasikan; dan oleh karena itu keputusan investasi dalam SBN yang Saya lakukan adalah tanggung jawab penuh Pribadi sendiri dan oleh karenanya Bank (termasuk grup atau afiliasinya) tidak memiliki kewajiban apapun atas kerusakan, kerugian atau penurunan investasi tersebut atau ketidaktersediaannya atau pengurangan dana sehubungan dengan investasi tersebut.
  5. Saya dengan ini membebaskan Bank dari segala tuntutan, risiko atas SBN dan termasuk terhadap ongkos, biaya, pengeluaran, utang, kewajiban, denda, klaim, tuntutan, tindakan, tindakan hukum, keputusan pengadilan, gugatan, kerugian (termasuk kerugian peluang investasi), atau kerugian bersifat apapun juga yang diderita atau ditimbulkan oleh Saya akibat sehubungan dengan pembelian, penjualan kembali SBN atau transaksi lainnya yang dilakukan atau lalai Saya lakukan.
  6. Saya mengetahui dan memahami akan adanya minimum jumlah pembelian, adanya biaya-biaya yang terkandung di dalam jumlah investasi SBN (termasuk namun tidak terbatas pada biaya pembelian, biaya penyimpanan, biaya transaksi), dan adanya pajak yang akan dikenakan pada saat pembayaran kupon sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku.
  7. Saya memahami sepenuhnya bahwa produk ini hanya diperbolehkan untuk dibeli oleh Nasabah dengan minimal usia 18 tahun pada Pasar Perdana dan dengan minimal usia 21 tahun.pada Pasar Sekunder
  8. Saya tidak menerima nasihat apapun sehubungan dengan hukum, pajak, akunting atau keuntungan dari SBN apapun dan secara independen dan tanpa bergantung pada Bank maupun petugas Bank membuat penilaian dan keputusan sendiri untuk setiap melakukan instruksi dan atau transaksi investasi.
  9. Saya mengetahui, memahami dan setuju untuk memberi kuasa kepada Bank untuk membuka rekening atas nama Saya di DBSI Kustodian untuk tujuan pencatatan transaksi, pemesanan, pembelian, penjualan dan pencairan kembali SBN. Saya juga memahami dan setuju bahwa segala hal yang terkait dengan dengan kewajiban perpajakan yang berlaku di Republik Indonesia sehubungan dengan SBN, termasuk namun tidak terbatas pada penilaian mandiri (self assessment) dan pelaporan kepada otoritas yang pajak yang berwenang, merupakan tanggung jawab Saya sepenuhnya dan dengan ini membebaskan Bank dari segala kewajiban perpajakan tersebut.
  10. Saya setuju bahwa Bank dapat memberikan informasi yang saya berikan, berkaitan dengan transaksi SBN, kegiatan usahanya atau dalam memenuhi peraturan atau perundang-undangan yang berlaku, kepada pihak ketiga manapun termasuk akan tetapi tidak terbatas pada grup, perusahaan asosiasi dan afiliasinya, manajer investasi dan bank dimana rekening investasi tersebut disimpan dan kepada lembaga pemerintah yang berwenang termasuk Kementerian Keuangan.
  11. Saya menyatakan bahwa dana yang saya berikan tidak didapatkan atau berasal dari pencucian uang atau kegiatan lain yang melanggar hukum di wilayah Republik Indonesia.
  12. Deklarasi Status Wajib Pajak Indonesia: Saya menyatakan dan menjamin bahwa Saya adalah Warga Negara Indonesia dan hanya menjadi wajib pajak di Indonesia serta bukan merupakan wajib pajak negara lain selain Indonesia, termasuk bukan merupakan wajib pajak Amerika Serikat. Dalam hal terdapat perubahan informasi tentang status wajib pajak Saya, maka Saya akan menyampaikan pemberitahuan dalam 30 hari sejak terjadi perubahan dan apabila diperlukan, Saya bersedia untuk menyerahkan Formulir Pernyataan atas Status Perpajakan dan dokumen pendukung lainnya atas pernyataan ini kepada Bank atau regulator terkait.