Pengajuan KTA sering menjadi opsi bagi backpacker Indonesia yang ingin mewujudkan impian liburan ke luar negeri tanpa harus menunggu tabungan terkumpul terlalu lama.
Jepang pun kerap masuk daftar teratas destinasi impian karena menawarkan perpaduan budaya, teknologi, dan alam yang unik. Sayangnya, rute populer seperti Tokyo-Osaka-Kyoto, biaya hidupnya relatif tinggi.
Padahal, Jepang menyimpan banyak hidden gems yang tak kalah menarik. Kamu bisa pilih kota yang tenang atau punya pemandangan indah.
Destinasi-destinasi ini bukan hanya lebih terjangkau, tetapi juga memberi pengalaman perjalanan yang lebih santai dan autentik. Cocok bagi backpacker Indonesia yang ingin menjelajah Jepang dengan cara berbeda.
Rekomendasi Destinasi Hidden Gems untuk Backpacker
Kalau ke Jepang, kamu sekarang punya opsi buat ke beberapa hidden gems ini. Inilah biaya hidupnya lebih murah, jadi kamu bisa berkunjung ke banyak tempat sekaligus:
1. Kanazawa
Kanazawa sering disebut sebagai “Kyoto versi lebih tenang”. Kota ini memiliki distrik samurai Nagamachi, kawasan geisha Higashi Chaya, serta Kenrokuen, salah satu taman terindah di Jepang.
Bedanya, biaya hidup di Kanazawa relatif lebih rendah dibanding Kyoto. Untuk backpacker, Kanazawa cocok karena bisa dijelajahi dengan berjalan kaki atau bus harian yang terjangkau.
Hostel dan guesthouse juga cukup banyak, dengan harga ramah kantong. Kuliner lokal seperti seafood segar dari Laut Jepang bisa dinikmati tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Asyik bukan?
2. Nagano
Terkenal sebagai lokasi Olimpiade Musim Dingin 1998, Nagano menawarkan alam pegunungan yang menenangkan. Di sini, kamu bisa melihat monyet salju yang sedang berendam di onsen saat musim dingin. Namanya Jigokudani Monkey Park. Wow!
Nagano juga punya banyak kuil bersejarah, seperti Zenko-ji, yang bisa dikunjungi gratis atau dengan donasi kecil.
Untuk kaum yang suka backpacker-an, Nagano cocok dijadikan base untuk hiking sembari menikmati desa-desa kecil, seperti ke Hakuba atau Matsumoto (ini sebenarnya kota, tapi suasananya jauh lebih tenang).
Nagano terhubung baik dengan Shinkansen, tetapi untuk menjelajahi area pegunungan dan desa kecil, bus lokal atau regional pass lebih sering digunakan. Kamu bisa sambil lihat pemandangan kalau pakai transportasi ini.
3. Fukuoka
Sebagai kota terbesar di Pulau Kyushu, Fukuoka sering luput dari radar backpacker internasional. Padahal, kota ini terkenal sebagai salah satu kota dengan biaya hidup paling terjangkau di Jepang.
Daya tarik utama Fukuoka adalah yatai, kedai makanan kaki lima yang buka malam hari. Dengan budget terbatas, kamu sudah bisa menikmati ramen Hakata yang legendaris.
Transportasi kota yang efisien dan banyaknya penginapan murah menjadikan Fukuoka destinasi ideal untuk backpacker Indonesia. Kamu tinggal melakukan pengajuan KTA sebelum berangkat, biar perjalanan juga lebih mudah.
4. Takayama
Terletak di Pegunungan Alpen Jepang, Takayama menawarkan suasana kota tua dengan bangunan kayu klasik yang terawat. Jalanan Sanmachi Suji menjadi daya tarik utama, menghadirkan nuansa Jepang tempo dulu.
Takayama cocok untuk backpacker yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus budaya lokal. Jika ingin lebih hemat, kamu bisa menginap di hostel atau ryokan sederhana, serta menjelajahi kota dengan berjalan kaki.
Jangan lupa mencicipi Hida beef versi street food yang lebih terjangkau. Kuliner lokal ini bisa kamu dapatkan di pasar atau sepanjang Sanmachi Suji.
5. Beppu
Beppu dikenal sebagai kota onsen dengan jumlah sumber air panas terbanyak di Jepang. Meski terdengar mahal, Beppu justru cukup ramah untuk backpacker. Banyak onsen publik dengan tarif murah, bahkan ada yang gratis.
Selain berendam, backpacker bisa menikmati Beppu Jigoku (neraka Beppu) atau menjelajah kota dengan sepeda sewaan. Penginapan bergaya guest house di Beppu cukup banyak, cocok untuk solo traveler maupun backpacker berkelompok.
Baca Juga: 8 Wisata Edukasi di Jepang, Cocok untuk Liburan Keluarga
6. Prefektur Kochi
Terletak di Pulau Shikoku, Prefektur Kochi masih jarang dikunjungi wisatawan asing. Padahal, wilayah ini layaknya permata tersembunyi di Jepang.
Kochi punya pantai-pantai yang indah dan sungai sangat jernih, seperti Sungai Shimanto. Ada juga Kastil Kochi yang jadi salah satu dari sedikit Kastil di Jepang dengan bangunan utama (donjon) dan gerbang aslinya yang selamat dari era feodal.
Biaya hidup di Kochi relatif rendah, terutama untuk makanan dan penginapan. Backpacker bisa menikmati suasana santai, jauh dari keramaian kota besar, sekaligus merasakan keramahan penduduk lokal yang hangat.
7. Pulau Kyushu
Selain Fukuoka dan Beppu, Pulau Kyushu secara keseluruhan adalah surga hidden gems bagi backpacker. Daerah seperti Kagoshima, Miyazaki, dan Kumamoto menawarkan kombinasi alam vulkanik, pantai, serta kota kecil yang menarik.
Transportasi di Kyushu cukup terjangkau dengan regional pass. Dengan perencanaan matang, backpacker bisa menjelajahi banyak kota tanpa banyak biaya, sambil menikmati Jepang dari sisi yang lebih santai dan alami.
8. Kurashiki
Kurashiki di Prefektur Okayama terkenal dengan Bikan Historical Quarter, kawasan kanal dengan bangunan putih bergaya Edo. Suasananya romantis dan fotogenik, cocok untuk traveler yang suka eksplor santai.
Kawasan ini sering dijadikan destinasi one-day trip dari Okayama atau Osaka atau Kyoto karena lokasinya yang strategis di jalur kereta Sanyo. Untuk itu, Kurashiki menawarkan penginapan murah dan suasana yang tidak terlalu ramai.
Aktivitas yang bisa kamu lakukan adalah berjalan santai, naik perahu dayung di kanal (dengan biaya terjangkau), dan menikmati kafe, museum seni, atau toko kerajinan lokal yang dibangun di dalam bangunan bersejarah.
Mau Backpacker-an ke Jepang? Yuk Pengajuan KTA dulu Di sini!
Menjelajah Jepang tidak selalu harus mahal dan dipenuhi keramaian wisatawan. Dengan memilih hidden gems yang tepat, backpacker Indonesia bisa menikmati sisi Jepang yang lebih autentik, tenang, dan ramah di dompet.
Kota-kota seperti Kanazawa, Fukuoka, hingga wilayah Kyushu menawarkan pengalaman liburan yang punya keunikan budaya, alam, dan kuliner yang tak kalah menarik dibanding destinasi populer.
Kuncinya ada pada perencanaan rute yang matang, pemilihan penginapan hemat, serta keberanian keluar dari jalur mainstream untuk menemukan cerita perjalanan yang lebih berkesan.
Agar rencana liburan bisa segera terwujud tanpa harus menunggu tabungan terkumpul terlalu lama, opsi pendanaan yang fleksibel juga patut dipertimbangkan.
Salah satunya melalui DBS KTA, yang menawarkan bunga flat mulai 0,88% per tahun, cicilan ringan hingga 36 bulan, serta limit pinjaman sampai Rp300 juta.
sehingga kamu bisa merencanakan perjalanan dengan lebih tenang dan terukur. Yuk lakukan pengajuan KTA dan cek simulasi DBS KTA sebelum apply. Kamu juga berkesempatan dapat eVoucher hingga Rp1 juta dengan mengisi formulir pengajuan.
PT Bank DBS Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Publikasi ini bukan merupakan bagian dari penawaran, rekomendasi, atau ajakan kepada Anda untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun sebagaimana dijelaskan, juga tidak ditujukan untuk mengundang atau mengizinkan pembuatan penawaran kepada publik untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun untuk mendapatkan uang tunai atau imbalan lainnya dan tidak boleh dipandang seperti demikian.
Baca Juga:
Ini 5 Theme Park Terbesar di Dunia yang Wajib Kamu Kunjungi
7 Destinasi untuk Slow Travelling, Rileks dan Santai!
Liburan ke Skotlandia? 7 Tempat Ini Seindah Edinburgh, Lho!




