Perubahan Tubuh Yang Kita Pikir Aneh
12 Mar 2019

Normal atau Enggak ya?

Akhirnya kita berhasil mengumpulkan nyali untuk menjadi member gym! Selama setahun ke depan kita berkomitmen menyisihkan waktu serta energi menempa otot dan mengeluarkan keringat demi kesehatan. Berbagai olahraga baru kita coba. Dari yang dulunya cuma jalan-jalan di mal saja, sekarang rutin ikut kelas spinning. Mulai latihan mengangkat beban supaya cita-cita lengan berotot ala The Rock tercapai. Tapi baru beberapa minggu latihan, ada perubahan dalam tubuh yang cukup mengganggu, nih. Normal atau enggak, ya?
  1. Gangguan perut

Ketika kita mulai menekuni olahraga lari, kadang muncul gangguan dalam perut yang nama kerennya runner’s trot. Artinya yaitu penyakit diare yang dialami pelari. “Banyak orang tidak melaporkan problem ini karena malu. Tapi riset membuktikan 20-50 persen pelari dalam maraton 10 km mengalami gejala yang diasosiasikan dengan runner’s trots,” ujar Dr. Schnoll-Sussman. Penyebab utamanya masih misterius, tapi secara teori ini merupakan dipengaruhi oleh kombinasi gerakan dorong mendorong, kontraksi di dinding abdominal yang terasa seperti dipijat dan perubahan ketersediaan oksigen di saluran pencernaan.

Tips: - Kurangi asupan makanan yang mengandung serat tinggi selama dua hari sebelum mengikuti maraton atau race training.

  • Minum banyak air untuk menjaga hidrasi.
  • Hindari atau batasi asupan produk yang mengandung susu atau yang memancing pengeluaran pencernaan beberapa hari sebelum perlombaan atau training.

  1. Mual

Kondisi ini biasa dialami oleh kita yang mulai melakukan olahraga strength-training, seperti angkat beban dan cross fit. Menurut Laura Arndt, instruktur pilates dan CEO perusahaan kesehatan digital untuk ibu, Matriarc, rasa mual yang muncul sesungguhnya normal. “Banyak klien saya yang muntah saat pertama kali mengangkat beban, bahkan ketika bebannya tidak terlalu berat. Tubuh kita membangun karbondioksida dan lactic acid yang meningkatkan kadar keasaman dan memancing rasa mual.”

Tips: - Batasi porsi makanan kita menjadi lebih sedikit saat akan menjelang melakukan olahraga.

  • Di awal mulai berolahraga, jangan langsung mengeluarkan kekuatan penuh. Biarkan tubuh beradaptasi dengan tekanan hingga mual menghilang.

 

  1. Berat badan yang naik

Angka di timbangan umumnya menjadi patokan keberhasilan seseorang melakukan olahraga. Anehnya setelah rutin berolahraga, berat badan justru meningkat dibandingkan sebelumnya. Apakah yang terjadi? Dr. Calabrese, Senior Director of Rehabilitation and Sports Therapy di Cleveland Clinic mengatakan kenaikan berat badan umum terjadi saat seseorang mulai rutin berolahraga. Aktivitas olahraga meningkatkan stres di syaraf otot kita yang menyebabkan terjadinya robekan-robekan mikro, atau disebut micro trauma dan sedikit peradangan.  Tubuh berusaha memperbaiki tekanan dan robekan kecil dalam otot dengan menahan lebih banyak air. Jadi berat badan yang meningkat itu sebenarnya hanya sementara karena air yang tertahan.

 

Tips:

- Tetap jaga kadar hidrasi kita. Rumus mudahnya, 1ml air perkalori yang dimakan dan tambahan 2-3 gelas cairan setelah berolahraga.

- Jangan berpatokan keberhasilan olahraga hanya dari angka pada timbangan. Perhitungkan juga daya tahan tubuh kita terhadap penyakit, kualitas tidur, ketahanan terhadap stres. Manfaatkan aplikasi canggih yang dapat membantu kamu mengatur waktu tidurmu, seperti Apple Bedtime dan Calm.

 

  1. Kehilangan keseimbangan

Dampak dari rutin berolahraga adalah pembentukan memori dalam otot. Otak kita mempelajari gerakan baru. Di kali kedua berolahraga, otak membantu kita membentuk serat otot lebih cepat sehingga lebih efektif. “Tapi ketika pertama kali berolahraga, otak dan tubuh akan tidak sinkron sehingga kita akan merasa ‘goyang’ sesaat setelahnya. Apalagi kalau olahraganya melibatkan gerakan keseimbangan,” jelas Laura Arndt.

 

Tips:Bersabar dan terus berolahraga. Karena semakin sering olahraga, maka otak dan tubuh akan semakin sinkron. Jika kamu menggunakan smart watch, manfaatkan aplikasi (seperti Health pada Apple Watch dan iPhone) untuk memonitor gerak dan energi aktif juga perkiraan kalori yang kamu gunakan selama berolahraga dan beraktivitas. Tak perlu ragu membeli smart watch karena kamu bisa membelinya lebih hemat dengan cashback 25% dengan Kartu Kredit digibank Live Fresh (link: go.dbs.com/id-livefresh), ditambah lagi kamu bisa mengubah transaksimu menjadi cicilan 0% diAplikasi digibank by DBS

 

Akhirnya kita berhasil mengumpulkan nyali untuk menjadi member gym! Selama setahun ke depan kita berkomitmen menyisihkan waktu serta energi menempa otot dan mengeluarkan keringat demi kesehatan. Berbagai olahraga baru kita coba. Dari yang dulunya cuma jalan-jalan di mal saja, sekarang rutin ikut kelas spinning.  Mulai latihan mengangkat beban supaya cita-cita lengan berotot ala The Rock tercapai. Tapi baru beberapa minggu latihan, ada perubahan dalam tubuh yang cukup mengganggu, nih. Normal atau enggak, ya?

 

1. Gangguan perut

Ketika kita mulai menekuni olahraga lari, kadang muncul gangguan dalam perut yang nama kerennya runner’s trot. Artinya yaitu penyakit diare yang dialami pelari. “Banyak orang tidak melaporkan problem ini karena malu. Tapi riset membuktikan 20-50 persen pelari dalam maraton 10 km mengalami gejala yang diasosiasikan dengan runner’s trots,” ujar Dr. Schnoll-Sussman. Penyebab utamanya masih misterius, tapi secara teori ini merupakan dipengaruhi oleh kombinasi gerakan dorong mendorong, kontraksi di dinding abdominal yang terasa seperti dipijat dan perubahan ketersediaan oksigen di saluran pencernaan.

Tips: - Kurangi asupan makanan yang mengandung serat tinggi selama dua hari sebelum mengikuti maraton atau race training.

-        Minum banyak air untuk menjaga hidrasi.

-        Hindari atau batasi asupan produk yang mengandung susu atau yang memancing pengeluaran pencernaan beberapa hari sebelum perlombaan atau training.

 

 

2. Mual

Kondisi ini biasa dialami oleh kita yang mulai melakukan olahraga strength-training, seperti angkat beban dan cross fit. Menurut Laura Arndt, instruktur pilates dan CEO perusahaan kesehatan digital untuk ibu, Matriarc, rasa mual yang muncul sesungguhnya normal. “Banyak klien saya yang muntah saat pertama kali mengangkat beban, bahkan ketika bebannya tidak terlalu berat. Tubuh kita membangun karbondioksida dan lactic acid yang meningkatkan kadar keasaman dan memancing rasa mual.”

Tips: - Batasi porsi makanan kita menjadi lebih sedikit saat akan menjelang melakukan olahraga.

-        Di awal mulai berolahraga, jangan langsung mengeluarkan kekuatan penuh. Biarkan tubuh beradaptasi dengan tekanan hingga mual menghilang.

 

3. Berat badan yang naik

Angka di timbangan umumnya menjadi patokan keberhasilan seseorang melakukan olahraga. Anehnya setelah rutin berolahraga, berat badan justru meningkat dibandingkan sebelumnya. Apakah yang terjadi? Dr. Calabrese, Senior Director of Rehabilitation and Sports Therapy di Cleveland Clinic mengatakan kenaikan berat badan umum terjadi saat seseorang mulai rutin berolahraga. Aktivitas olahraga meningkatkan stres di syaraf otot kita yang menyebabkan terjadinya robekan-robekan mikro, atau disebut micro trauma dan sedikit peradangan.  Tubuh berusaha memperbaiki tekanan dan robekan kecil dalam otot dengan menahan lebih banyak air. Jadi berat badan yang meningkat itu sebenarnya hanya sementara karena air yang tertahan.

 

Tips:

- Tetap jaga kadar hidrasi kita. Rumus mudahnya, 1ml air perkalori yang dimakan dan tambahan 2-3 gelas cairan setelah berolahraga.

- Jangan berpatokan keberhasilan olahraga hanya dari angka pada timbangan. Perhitungkan juga daya tahan tubuh kita terhadap penyakit, kualitas tidur, ketahanan terhadap stres. Manfaatkan aplikasi canggih yang dapat membantu kamu mengatur waktu tidurmu, seperti Apple Bedtime dan Calm.

 

4. Kehilangan keseimbangan

Dampak dari rutin berolahraga adalah pembentukan memori dalam otot. Otak kita mempelajari gerakan baru. Di kali kedua berolahraga, otak membantu kita membentuk serat otot lebih cepat sehingga lebih efektif. “Tapi ketika pertama kali berolahraga, otak dan tubuh akan tidak sinkron sehingga kita akan merasa ‘goyang’ sesaat setelahnya. Apalagi kalau olahraganya melibatkan gerakan keseimbangan,” jelas Laura Arndt.

 

Tips: Bersabar dan terus berolahraga. Karena semakin sering olahraga, maka otak dan tubuh akan semakin sinkron. Jika kamu menggunakan smart watch, manfaatkan aplikasi (seperti Health pada Apple Watch dan iPhone) untuk memonitor gerak dan energi aktif juga perkiraan kalori yang kamu gunakan selama berolahraga dan beraktivitas. Tak perlu ragu membeli smart watch karena kamu bisa membelinya lebih hemat dengan cashback 25% dengan Kartu Kredit digibank Live Fresh (link: go.dbs.com/id-livefresh), ditambah lagi kamu bisa mengubah transaksimu menjadi cicilan 0% di Aplikasi digibank by DBS (https://secure.id.dbsdigibank.com/services/MB/Deeplink/?DYNA_PARAM=CD951JK456)

 

5. Pegal luar biasa

Setelah sekian lama enggak berolahraga, sangat wajar bila otot kita terasa sangat pegal. Ada istilah yang bernama DOMS, singkatan dari Delayed-Onset Muscle Soreness. Ini merupakan rasa pegal yang akan muncul antara 1-3 hari setelah berolahraga intensif dan biasanya terasa sakit ketika sedang stretching otot. Di poin nomor 3 kita tahu bahwa ada kadar air yang tertahan dalam rangka tubuh berusaha mengobati robekan mikro di otot. Inilah yang menyebabkan pegal yang menjalar dan pada dasarnya gejala yang normal.

 

Tips: Jalankan rencana olahraga yang intensitasnya bertahap. Jangan langsung memaksakan tubuh melakukan gerakan-gerakan yang terlalu intensif. Ambil waktu berkonsultasi dengan personal trainer akan sangat membantumu untuk melakukan latihan yang lebih efektif. Tenang, biaya personal trainer tak perlu mengganggu cashflow kamu karena kamu bisa memanfaatkan cicilan 0% di Aplikasi digibank by DBS (link: https://secure.id.dbsdigibank.com/services/MB/Deeplink/?DYNA_PARAM=CD951JK456) jika kamu membayar dengan Kartu Kredit digibank.

 

Tentunya hasil maksimal dari olahraga akan tercapai bila disertai pola makan yang sehat. Seperti halnya mesin, olahraga sangat bermanfaat untuk membakar karbohidrat, lemak dan protein dan mengubahnya menjadi otot. Tapi terlebih penting adalah menjaga pola makan untuk kebutuhan kalori yang seimbang.

 

Manfaatkan aplikasi (seperti LifeSum) untuk membantumu memonitor jumlah intake kalori dari makanan yang kamu makan sehari-hari. Kamu juga bisa mulai membuat resep makanan sehat yang sesuai untuk kebutuhanmu. Gunakan Kartu Kredit digibank untuk mendapatkan voucher Farmers dan Ranch Market hingga Rp100 ribu yang bisa kamu manfaatkan untuk membeli bahan makanan segar dan berkualitas. Yuk, semangat hidup sehat!