Ekonomi AS: Perlambatan yang Tertunda
DBS iWealth16 Jul 2025
Article image
Read More

Poin Utama:

  • Perekonomian AS tetap menunjukkan resiliensi dengan pertumbuhan PDB kuartal II diproyeksikan di atas 3%, pasar keuangan mulai pulih, meskipun risiko meningkat.
  • Kurangnya tenaga kerja, tekanan biaya produksi akibat tarif, serta ketidakpastian kebijakan fiskal dan perdagangan berpotensi menekan pertumbuhan dan margin laba korporasi.
  • Proyeksi pertumbuhan PDB 2026 dipangkas menjadi 1,5%, dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter secara bertahap oleh The Fed di tengah inflasi yang tetap tinggi.

 

 

Di tengah berbagai gejolak global — konflik geopolitik di Timur Tengah, fluktuasi tarif perdagangan, dan pengetatan kebijakan imigrasi — perekonomian dan pasar finansial AS tetap menunjukkan resiliensi. Nowcast dari Federal Reserve Atlanta memproyeksikan pertumbuhan PDB riil AS kuartal II 2025 di atas 3%, sehingga total pertumbuhan semester I 2025 berada di kisaran 1,5%+, setelah kuartal I yang stagnan. Pasar saham (Nasdaq dan S&P 500) juga berhasil pulih dari koreksi terkait pengumuman tarif, dan kini kembali mencatatkan kinerja positif secara year-to-date (ytd).

 

Meskipun ekspektasi inflasi dan ketidakpastian ekonomi mulai mereda, sejumlah risiko tetap membayangi. Guncangan harga minyak, inflasi lanjutan akibat tarif impor, dan ketidakpastian arah kebijakan fiskal (misalnya, rencana pemangkasan pajak) berpotensi mengganggu perbaikan sentimen pasar. Rencana pemangkasan pajak, meskipun lebih banyak menguntungkan segmen berpenghasilan tinggi (dengan kecenderungan marjinal untuk konsumsi yang rendah), tetap berpotensi mendukung konsumsi domestik.

 

Namun, beberapa faktor masih menjadi penghambat:

  1. Krisis suplai tenaga kerja akibat kebijakan deportasi, yang mempengaruhi sektor-sektor padat karya seperti pertanian, konstruksi, dan logistik.
  2. Pelemahan belanja pegawai sektor publik, terkait dengan dinamika politik, mulai terlihat dalam data ketenagakerjaan.
  3. Defisit fiskal tetap melebar, didorong oleh beban pembayaran bunga utang, pengeluaran pertahanan, dan program jaminan sosial, meskipun ada pemangkasan pada sektor lain, seperti bantuan luar negeri dan pendidikan.

 

Ke depan, perlambatan ekonomi diperkirakan akan didorong oleh:

  • Keterbatasan pasokan tenaga kerja,
  • Peningkatan biaya produksi karena tekanan upah dan tarif impor, serta
  • Pelemahan investasi sektor non-AI akibat ketidakpastian kebijakan perdagangan dan fiskal.

 

Upah pekerja kerah biru legal mungkin mengalami kenaikan, tetapi prospek ketenagakerjaan untuk pekerja kerah putih semakin tertekan. Oleh karena itu, proyeksi pertumbuhan PDB 2026 direvisi turun menjadi 1,5%, mencerminkan pertumbuhan di bawah potensi meskipun bukan resesi. The Fed diperkirakan akan melakukan pelonggaran moneter sebesar 50bps tahun ini dan 50bps lagi tahun depan, untuk menjaga keseimbangan antara dukungan pertumbuhan dan pengendalian inflasi struktural.

 

Berikut beberapa produk yang dapat dipertimbangkan:

Reksa Dana Indeks

BNP Paribas Sri-Kehati

BNP Paribas IDX Growth 30

Reksa Dana Saham Kapitaliasai Besar

Eastspring Investment Value Discovery

Manulife Dana Saham

Reksa Dana Offshore Sharia

Manulife Saham Syariah Asia Pacific

BNP Paribas Greater China

BNP Tech Titans 50

Obligasi Pemerintah

Rupiah : FR104, FR103, FR106, FR107

Dolar AS : INDON33, INDON35, INDON52N, INDON53, INDON54N

 

 

Siap mengambil keputusan?

Yakin mengambil keputusan dengan insight dan solusi khusus untuk Anda.

 

Segera raih peluang di Aplikasi digibank by DBS.

 

Diskusikan strategi manajemen kekayaan Anda.

 

Temukan insight terkini yang dianalisis para pakar DBS.

 

 

 

DISCLAIMER

Publikasi ini didistribusikan oleh PT Bank DBS Indonesia (DBSI). DBSI berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Publikasi ini bukan merupakan bagian dari penawaran, rekomendasi, atau ajakan kepada Anda untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun sebagaimana dijelaskan, juga tidak ditujukan untuk mengundang atau mengizinkan pembuatan penawaran kepada publik untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun untuk mendapatkan uang tunai atau imbalan lainnya dan tidak boleh dipandang seperti demikian.

 

Topic

Explore more

Fund Insights
Sanggahan
 
PT Bank DBS Indonesia (“DBSI”) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan. Informasi di dalam publikasi ini diterbitkan oleh DBSI. Informasi ini berlandaskan pada informasi yang diperoleh dari sumber yang diyakini dapat diandalkan, tetapi DBSI tidak membuat pernyataan atau jaminan, tersurat maupun tersirat, sehubungan dengan keakuratan, kelengkapan, aktualitas, atau kebenaran untuk tujuan tertentu. Pendapat yang diungkapkan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Setiap rekomendasi yang terkandung di sini tidak berkaitan dengan tujuan investasi secara spesifik, situasi keuangan dan  kebutuhan khusus dari penerima tertentu. Informasi ini diterbitkan hanya untuk informasi penerima dan tidak akan diambil sebagai pengganti pelaksanaan penilaian oleh penerima yang harus mendapatkan nasihat hukum atau keuangan terpisah. DBSI atau individu yang terkait dengan DBSI tidak bertanggungjawab atas kerugian langsung, khusus, tidak langsung, konsekuensial, insidental, atau kehilangan atau kerugian lain apa pun yang timbul dari penggunaan informasi apa pun di sini (termasuk kesalahan, kelalaian atau kekeliruan pemberian pernyataan di sini, lalai atau lainnya) atau komunikasi lebih lanjut, bahkan jika DBSI atau orang lain telah diberitahu tentang kemungkinannya. Informasi di sini tidak dapat ditafsirkan sebagai penawaran atau permintaan penawaran untuk membeli atau menjual surat berharga, kontrak berjangka, opsi atau instrumen keuangan lainnya atau untuk memberikan saran atau layanan investasi. DBSI, direktur, pejabat, dan/atau karyawan dapat memiliki posisi atau kepentingan lain dan  dapat mempengaruhi transaksi dalam sekuritas/surat berharga yang disebutkan di sini dan juga dapat melakukan atau berupaya melakukan perantaan, investasi perbankan dan layanan perbankan atau keuangan lainnya untuk perusahaan-perusahaan ini. Informasi di sini tidak dimaksudkan untuk disebarluaskan kepada, atau digunakan oleh, orang atau badan mana pun di yurisdiksi atau negara mana pun dimana distribusi atau penggunaannya akan bertentangan dengan hukum atau peraturan. Sumber untuk semua grafik dan tabel adalah CEIC dan Bloomberg kecuali ditentukan lain.