Perencanaan keuangan membutuhkan strategi yang terstruktur agar mampu menyesuaikan dengan berbagai kebutuhan finansial. Dalam investasi Reksadana, pemilihan strategi juga menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara likuiditas, pertumbuhan aset, serta perlindungan kekayaan.
Salah satu strategi yang dapat Anda pahami dan bisa digunakan, yaitu The Three Bucket Framework. Pendekatan ini akan membagi pengelolaan aset ke dalam tiga tujuan utama tersebut.
Melalui kerangka ini, Anda dapat mengalokasikan dana secara lebih sistematis sesuai tingkat risiko dan horizon investasi, sehingga pengelolaan portofolio menjadi lebih terarah.
Mengapa 3 Bucket Method Membuat Keputusan Finansial Lebih Jernih?
Metode 3 bucket bekerja dengan cara memisahkan dana berdasarkan fungsi yang jelas, seperti likuiditas, pertumbuhan, dan perlindungan kekayaan alih-alih menyatukan seluruh dana dalam satu portofolio dan menebak-nebak penggunaannya. Dengan demikian, setiap tujuan keuangan memiliki porsinya masing-masing.
Menerapkan strategi ini sangat menguntungkan karena membuat arus kas menjadi lebih rapi. Tidak hanya itu, investasi juga menjadi lebih konsisten dan keputusan yang Anda ambil pun berdasarkan ketenangan bukan kepanikan.
Bucket 1: Dana Harian untuk Stabilitas dan Kemudahan
Bucket 1 merupakan dasar dari strategi The Bucket Framework, karena memiliki fungsi untuk menjaga kelancaran uang sehari-hari. Tujuan dari bucket ini bukan untuk mengejar keuntungan melainkan untuk memastikan bahwa kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi dengan baik tanpa mengganggu rencana jangka panjang.
● Apa Saja yang Masuk Bucket 1?
Dana yang tergolong ke dalam bucket 1, yaitu mencakup kebutuhan rutin, seperti tagihan rumah tangga, biaya transportasi, dan termasuk juga kebutuhan gaya hidup.
● Prinsip Operasional Bucket 1
Prinsip yang digunakan oleh bucket 1 ini, yaitu fokus pada kelancaran dan bukan return. Dana juga harus mudah untuk diakses serta dapat digunakan kapan saja.
Bucket ini berperan sebagai buffer likuid sebelum dialokasikan ke instrumen investasi lain. Salah satu cara yang bisa dilakukan agar dana Anda mudah diakses, namun tetap produktif, yaitu meletakkannya pada instrumen investasi Reksadana Pasar Uang.
Bucket 2: Dana Rencana Besar untuk Tujuan yang Punya Timeline
Bucket kedua ini digunakan sebagai tempat untuk rencana yang lebih besar dan memiliki tujuan serta jangka waktu tertentu. Berbeda dengan bucket sebelumnya, dana di bucket 2 dipersiapkan untuk kebutuhan penting di masa mendatang. Dengan penempatan yang tepat, adanya bucket ini dapat membantu perencanaan Anda.
● Contoh Rencana Besar
Dana pada bucket 2 umumnya dialokasikan untuk kebutuhan, seperti biaya pendidikan, rencana perjalanan, dan pembayaran uang muka rumah. Seluruh tujuan tersebut memiliki timeline yang relatif jelas sehingga membutuhkan pengelolaan dana yang lebih terencana.
● Strategi Menempatkan Bucket 2
Bucket 2 umumnya cocok untuk tujuan dengan horizon menengah, sekitar satu hingga beberapa tahun, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Untuk membantu menjaga ritme pertumbuhan yang lebih stabil, dana dapat dikombinasikan ke dalam instrumen investasi Reksadana Pendapatan Tetap untuk fleksibilitas dan Obligasi apabila ingin mendapatkan kupon reguler serta peluang capital gain.
Baca juga
Bucket 3: Wealth Building untuk Pertumbuhan Jangka Panjang
Fokus pada bucket 3 ialah pada pembangunan kekayaan jangka panjang melalui strategi yang terstruktur. Dana di bucket ini ditujukan untuk menciptakan pertumbuhan aset yang berkelanjutan. Berikut penjelasannya:
● Tujuan Bucket 3
Bucket 3 memiliki tujuan untuk membangun aset yang bisa tumbuh secara konsisten dalam jangka panjang. Disiplin dalam menempatkan dana menjadi kunci penting agar proses wealth building menjadi lebih terarah di tengah dinamika pasar.
● Instrumen yang Relevan
Reksadana berperan sebagai mesin pertumbuhan yang terdiversifikasi. Dikelola secara profesional oleh manajer investasi, instrumen ini membantu menyebarkan risiko ke berbagai aset sehingga Anda tidak bergantung pada satu sumber saja.
Sementara itu, Obligasi berfungsi sebagai penyeimbang dalam portofolio dan pembentuk income stream dari kupon reguler yang kompetitif.
Dengan pembagian peran yang jelas, pertumbuhan aset menjadi lebih tenang. Growth yang berkelas tidak hanya seputar hasil yang besar, tetapi juga soal kekuatan strukturnya.
Menentukan Porsi yang Tepat untuk Setiap Bucket
Menentukan porsi setiap bucket bukan perkara mencari komposisi paling benar, melainkan menemukan struktur yang paling nyaman dan realistis untuk kondisi keuangan Anda.
● Mulai dari 3 Pertanyaan
Untuk menentukan porsi yang nyaman, Anda bisa memulai dari tiga pertanyaan. Pertama, seberapa stabil pemasukan Anda? Semakin stabil arus pendapatan, semakin mudah menentukan alokasi dana jangka pendek dan panjang.
Kemudian, seberapa besar rencana Anda? Apakah akan ada perjalanan besar dalam kurun waktu tersebut atau biaya pendidikan yang perlu dibayarkan?
Terakhir, seberapa nyaman Anda melihat fluktuasi portofolio? Hal ini penting karena akan memengaruhi seberapa besar porsi dana yang ditempatkan pada instrumen bertumbuh.
● Ilustrasi Porsi
Untuk dijadikan sebagai gambaran, berikut ilustrasinya. Seorang professional dengan pendapatan stabil umumnya lebih leluasa menempatkan dana pada bucket pertumbuhan jangka panjang karena kebutuhan rutinnya relatif terprediksi.
Sementara entrepreneur variable income cenderung memberi porsi lebih besar pada bucket likuid untuk menjaga fleksibilitas.
Meskipun demikian, perlu diingat bahwa sebaiknya porsi setiap bucket disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko Anda, bukan meniru orang lain.
Rutinitas Review Bulanan: Checklist 15 Menit
Membangun strategi keuangan yang rapi tidak cukup hanya di awal, tetapi perlu konsisten melalui rutinitas review sederhana. Review ini membantu Anda memastikan setiap bucket tetap berjalan sesuai fungsi.
● Apa yang Dicek?
Secara singkat, ada beberapa hal yang perlu Anda periksa. Pada bucket 1, fokuskan perhatian pada pengeluaran harian. Apakah pengeluaran sudah terkendali?
Lalu pada bucket 2, perhatikan progres target dan kebutuhan penyesuaian. Apakah rencana Anda masih sesuai atau memerlukan penyesuaian?
Sementara itu, bucket 3 cukup dilakukan evaluasi berdasarkan konsistensi strategi, bukan reaksi berdasarkan fluktuasi pasar yang berjangka pendek.
● Eksekusi digital
Agar proses lebih praktis, seluruh pemantauan sebaiknya dilakukan secara digital. Semua bucket bisa dipantau dan dieksekusi bersama mitra tepercaya DBS Treasures di aplikasi DBS digibank.
Wealth Growth yang Terarah Dimulai dari Struktur
Strategi Three-Bucket Framework membantu menempatkan setiap dana agar bekerja sesuai dengan fungsinya. Likuiditas untuk kebutuhan harian, dana terencana untuk tujuan jangka menengah, dan investasi untuk pertumbuhan jangka panjang.
Saat ini, Anda dapat mulai menyusun bucket dan menempatkannya pada instrumen investasi Reksadana serta Obligasi melalui mitra perbankan prioritas DBS Treasures.
Bersama mitra ini, Anda dapat berinvestasi dengan aman karena dikelola oleh manajer investasi berpengalaman dan melakukan strategi diversifikasi untuk meminimalisir risiko. Anda juga akan diberikan wawasan oleh tim ahli finansial sebagai panduan.
Kemudahan juga ditawarkan dengan adanya aplikasi DBS digibank yang akan membantu Anda registrasi SID (Single Investor Identification) hingga melakukan transaksi, seperti jual, beli, dan switch.
Anda juga mendapatkan dukungan analisis pasar terkurasi dari tim ahli finansial, diperkaya Artificial Intelligence dan Machine Learning (AI-ML), yang disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan portofolio Anda. Insight tersebut dilengkapi solusi terkurasi terkait investasi (Grow) dan asuransi (Protect), sehingga Anda dapat cepat dan yakin berinvestasi melalui media sesuai preferensi.
Didukung akses ke berbagai pilihan instrumen investasi Reksadana dan pendampingan wealth management, perbankan prioritas DBS Treasures memberikan kemudahan untuk membangun portofolio yang terdiversifikasi dan selaras dengan tujuan keuangan yang berkembang.
