The Swensen Model
30 Dec 2025

The Swensen Model: Strategi Alokasi Jangka Panjang untuk Kekayaan Berkelanjutan

Swensen Model adalah strategi investasi jangka panjang yang dipelopori oleh David Swensen, Chief Investment Officer legendaris Yale Endowment Fund.

Pendekatan ini lahir dari satu pemahaman mendasar, yakni kekayaan yang bertahan lama tidak dibangun dari keputusan impulsif, melainkan dari alokasi aset yang disiplin, terdiversifikasi, dan selaras dengan tujuan jangka panjang.

Mari memahami prinsip-prinsip utama di balik Swensen Model dan bagaimana strategi ini dapat diterapkan dalam pengelolaan kekayaan jangka panjang.

About The Swensen Model

Swensen Model merupakan strategi alokasi aset yang dikembangkan oleh David Swensen dalam mengelola dana Endowment Yale University. Selama puluhan tahun, Swensen berhasil mengembangkan portofolio institusi pendidikan tersebut dengan kinerja yang konsisten.

Berbeda dengan portofolio konvensional yang berfokus pada saham dan obligasi, Swensen Model mengadopsi diversifikasi yang lebih luas dengan mengalokasikan aset ke berbagai kelas investasi.

Alokasi tersebut mencakup saham domestik dan global, obligasi, real assets seperti real estate dan komoditas, hingga aset alternatif termasuk private equity serta instrumen dengan tingkat likuiditas terbatas.

Dalam hal ini, instrumen seperti obligasi ORI menjadi sumber pendapatan yang lebih stabil, sekaligus menjaga struktur portofolio Anda tetap seimbang di tengah fluktuasi pasar.

Strategi Swensen Model untuk Kekayaan Berkelanjutan

Alokasi aset menjadi strategi dalam mengelola kekayaan yang berkelanjutan. Berikut prinsip-prinsip utama Swensen Model yang menjadi fondasi strategi investasi jangka panjang.

1. Kurangi Risiko tanpa Mengorbankan Keuntungan

Swensen Model tidak bertujuan menghindari risiko, melainkan mengelola dengan cara diversifikasi dan keseimbangan antar aset. Dalam hal ini, instrumen defensif seperti obligasi ORI dapat membantu mengurangi volatilitas portofolio, sekaligus menciptakan stabilitas pendapatan Anda.

2. Diversifikasi ke Berbagai Kelas Aset

Diversifikasi lintas aset merupakan kunci utama dalam Swensen Model. Dengan mengombinasikan aset berisiko dan aset defensif seperti obligasi ORI, portofolio Anda menjadi lebih adaptif terhadap perubahan pasar.

3. Long Term Allocation

Kekuatan utama strategi ini terletak pada penekanan terhadap alokasi jangka panjang. Anda diarahkan untuk menyusun struktur portofolio yang selaras dengan tujuan hidup, jangka waktu, dan profil risiko, lalu mempertahankannya secara konsisten dari waktu ke waktu.

Pendekatan ini sejalan dengan karakter obligasi ORI yang dirancang untuk Anda miliki hingga jatuh tempo. Dengan kupon yang sudah terjadwal, obligasi ORI dapat menjaga disiplin investasi serta mendukung konsistensi strategi, sekalipun pasar berada dalam fase volatil.

4. Perbandingan Portofolio yang Baik

Swensen Model tidak menilai kinerja hanya dari angka, tetapi juga dari kesesuaiannya dengan tujuan investasi. Portofolio yang baik bukan yang selalu memberikan return tertinggi, melainkan yang konsisten, terukur, dan sesuai profil Anda.

Dengan memasukkan obligasi ORI ke dalam portofolio, Anda memiliki acuan yang lebih stabil untuk menilai kinerja aset lain secara lebih objektif.

Baca juga: Kenali Jenis Obligasi dan Cara Kerjanya

5. Premi Illiquidity

Dari perspektif investasi institusional, Swensen menyoroti konsep premi illiquidity, yakni imbalan tambahan yang diperoleh investor karena bersedia mengunci dana dalam jangka panjang.

Sebagai investasi yang tergolong likuid, obligasi ORI berperan penting dalam menjaga fleksibilitas portofolio Anda.

Tak hanya itu, kesabaran juga menjadi aset tersendiri dalam Swensen Model, karena investor yang berpikir jangka panjang sering kali memperoleh hasil lebih optimal dibandingkan mereka yang terlalu reaktif terhadap pergerakan pasar.

6. Manajemen Aktif untuk Higher Returns

Manajemen aktif menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan hasil investasi. Pemilihan instrumen, termasuk penempatan obligasi ORI pada struktur portofolio yang tepat harus dilakukan secara terukur dan selaras dengan profil risiko serta tujuan finansial Anda.

Menjaga Keberlanjutan Kekayaan melalui Strategi Swensen Model dan Obligasi ORI

Swensen Model menunjukkan bahwa keberlanjutan kekayaan dibangun melalui disiplin alokasi aset, diversifikasi yang terukur, serta fokus jangka panjang yang konsisten.

Dengan menyeimbangkan aset pertumbuhan dan aset defensif seperti obligasi ORI, strategi ini membantu Anda dalam menjaga ketahanan portofolio sekaligus tetap membuka ruang bagi pertumbuhan nilai.

Strategi jangka panjang memang membutuhkan konsistensi dan ketenangan saat mengambil keputusan. Investasi obligasi ORI melalui perbankan prioritas DBS Treasures hadir sebagai solusi untuk membangun fondasi portofolio Anda yang lebih stabil.

Melalui investasi ini, Anda bisa memperoleh kupon yang dibayarkan secara berkala serta potensi meraih capital gain.

Dengan tingkat kupon yang kompetitif, bahkan di atas rata-rata bunga deposito berjangka, investasi ORI dapat Anda kelola secara lebih nyaman, tanpa biaya transaksi tambahan, dan bisa diakses kapan saja selama 24 jam melalui aplikasi DBS digibank.

Cukup dengan aplikasi tersebut, Anda dapat melakukan pembelian, penjualan, switching, hingga registrasi SID (Single Investor Identification). Aplikasi ini juga terhubung dengan berbagai pilihan reksa dana dari fund house dan manajer investasi berdasarkan kategori produknya.

Anda juga akan didukung analisis pasar terkurasi dari tim ahli finansial yang mengomunikasikannya dan mendapatkan peluang terkini yang sudah disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan portofolio Anda, dimotori Artificial Intelligence/Machine Learning (AI-ML).

Insight tersebut dilengkapi solusi terkurasi terkait investasi (Grow) dan asuransi (Protect), sehingga Anda dapat cepat dan yakin berinvestasi melalui media sesuai preferensi.

Kini saatnya mengelola kekayaan dengan strategi yang terstruktur dan berjangka panjang! Melalui obligasi ORI bersama perbankan prioritas DBS Treasures, Anda dapat menata portofolio dengan lebih tenang untuk mendukung pertumbuhan nilai secara berkelanjutan.

Baca juga:

Investasi 101: Apa Itu Obligasi tanpa Kupon? 

Apa itu Obligasi Negara Ritel? Kenali di Sini

Lakukan Persiapan Outdoor Wedding dengan Investasi Obligasi