Investasi reksadana cocok bagi Anda yang ingin mendiversifikasi portofolio. Namun sebelum melakukannya, Anda perlu mengetahui apa saja faktor yang memengaruhinya. Dengan demikian, Anda bisa membuat strategi yang cerdas.
Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah tren ekonomi dunia. Itulah mengapa kondisinya perlu dipahami. Anda bisa melihat penjelasan selengkapnya tentang faktor tersebut dalam ulasan berikut.
Tren Utama Ekonomi Global Terkini Ekonomi dunia terus berubah sepanjang waktu. Secara umum, inilah yang terjadi saat ini:
● Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral Global Sebelumnya, bank sentral utama, seperti ECB di Eropa dan The Fed di Amerika Serikat, menerapkan kebijakan moneter yang ketat. Namun saat ini, kondisi tersebut mulai beralih menjadi lebih longgar.
Situasi ini ditandai dengan pemangkasan suku bunga akibat terkendalinya inflasi. Harapannya, ekonomi yang sebelumnya melambat akibat bunga tinggi pada masa sebelumnya bisa tumbuh lagi.
● Inflasi dan Perlambatan Ekonomi Dunia Banyak negara maju telah mampu mengendalikan inflasinya hingga mendekati target, yaitu 2%. Namun, hal ini bukan tanpa risiko. Peluang terjadinya resesi sering menghantui karena tingginya biaya pinjaman di masa sebelumnya.
Tingginya biaya tersebut membuat investasi perusahaan dan konsumsi masyarakat menjadi tertekan. Bila tidak dikendalikan dengan baik, pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat.
● Ketidakpastian Pasar Keuangan dan Geopolitik Berbagai konflik di negara-negara lain membuat harga komoditas menjadi naik turun. Salah satunya adalah minyak. Begitu pula kebijakan tarif dagang global. Hal ini membuat banyak investor beralih ke instrumen yang lebih aman, seperti emas.
Pengaruh Tren Global terhadap Investasi Reksadana Semua tren global ekonomi di atas membawa dampak terhadap Reksadana, tergantung pada jenisnya. Berikut penjelasannya:
● Dampak ke Reksadana Saham Sesuai namanya, sebagian besar dana dalam investasi ini dialokasikan ke saham. Saham inilah yang sangat sensitif terhadap sentimen global serta pertumbuhan ekonomi dunia.
Penurunan suku bunga memang membawa dampak positif bagi emiten karena berkurangnya beban utang. Bagaimanapun juga, kondisi geopolitik yang masih bergejolak dapat membuat investor asing menjual asetnya secara mendadak.
● Dampak ke Reksadana Pasar Uang Bila Anda mencari instrumen yang paling stabil di tengah gejolak ekonomi global, maka Reksadana Pasar Uang layak untuk dipertimbangkan. Hal ini disebabkan portofolionya berisi pasar uang jangka pendek.
Dengan kondisi tersebut, jatuh temponya menjadi sangat singkat. Risiko gagal bayarnya pun rendah. Itulah mengapa banyak investor yang memilihnya sebagai jangkar untuk menjaga keamanan modal serta likuiditas bila dibutuhkan.
● Dampak ke Reksadana Pendapatan Tetap Penurunan suku bunga membuat investasi Reksadana Pendapatan Tetap menjadi pilihan yang tak kalah menarik. Hal ini terjadi karena sifat dari aset utama instrumen tersebut, yaitu obligasi.
Saat suku bunga turun, harga aset ini akan cenderung naik. Jadi, investor bisa menjualnya untuk mendapatkan keuntungan atau capital gain selain dari bunga obligasi itu sendiri.
● Pergerakan Dana Asing di Dalam Negeri Kondisi ekonomi global akan mempengaruhi pergerakan dana asing. Pergerakan tersebut juga akan berdampak pada reksadana karena mampu menggerakkan harga aset yang ada di dalamnya, seperti saham dan obligasi.
Ketidakpastian global akan berefek terhadap aliran dana tersebut. Misalnya, penurunannya membuat lebih banyak dana asing masuk ke berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia.
Kondisi ini dapat membuat pasar modal domestik menjadi lebih kuat. Bagaimanapun juga, jumlahnya tidak menentu dan tergantung pada selisih suku bunga antara negara asing dengan Indonesia.
Baca juga: Berkenalan dengan Hedge Fund dan Bedanya dengan Investasi Reksadana
Indikator yang Perlu Diperhatikan Saat Anda memilih investasi reksadana untuk diversifikasi, beberapa indikator yang berkaitan dengan ekonomi global perlu diperhatikan, di antaranya:
● Kebijakan Suku Bunga dan Inflasi Data inflasi yang dirilis oleh pemerintah Amerika Serikat perlu diperhatikan dengan baik. Dengan memahaminya, Anda dapat mengetahui ke mana arah pergerakan harga berbagai aset investasi.
Selain itu, BI-Rate yang ditetapkan oleh Bank Indonesia juga tak kalah penting untuk diperhatikan sebagai penunjuk arah harga. BI-Rate diumumkan setiap bulan melalui Rapat Dewan Gubernur bank sentral tersebut.
● Pergerakan Indeks Global Pergerakan indeks global juga perlu diperhatikan. Terlebih lagi bila Anda memilih Reksadana Saham yang mana sebagian besar asetnya dipengaruhi oleh indeks tersebut.
Indeks saham luar negeri sering memberi dampak psikologis bagi investor di pasar saham lokal atau IHSG. Salah satunya adalah S&P 500. Pergerakan harga saham bisa berubah akibat dampak psikologis tersebut.
● Kurs IDR terhadap USD Melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS dapat membawa dampak negatif bagi biaya operasional perusahaan importir. Akibatnya, investor asing merasa perusahaan tersebut tidak lagi menguntungkan.
Jika kondisi ini terjadi, dana asing pun akan keluar. Alhasil, pasar model domestik melemah dan mempengaruhi harga aset reksadana.
● Data Ekonomi Global Apa yang terjadi pada ekonomi negara-negara besar akan mempengaruhi harga instrumen investasi di Indonesia, begitu pula reksadana. Pertumbuhan ekonomi yang positif akan memberi dampak positif bagi instrumen ini.
Maka dari itu, pertumbuhannya di negara-negara tersebut perlu diperhatikan, seperti di Tiongkok dan Amerika Serikat. Data ini meliputi Produk Domestik Bruto, suku bunga kebijakan, harga komoditas global, dan lain sebagainya.
Strategi Menghadapi Ekonomi Global Ekonomi global memang mampu mempengaruhi investasi reksadana. Bagaimanapun juga, Anda tetap dapat mengantisipasinya secara baik dengan cara berikut:
● Diversifikasi Jenis Reksadana Seperti yang sudah dibahas, masing-masing jenis reksadana mempunyai efek berbeda terhadap kondisi ekonomi. Maka dari itu, Anda perlu memilih lebih dari satu untuk diversifikasi demi menjaga keamanan modal dan memaksimalkan keuntungan.
● Fokus Jangka Panjang vs Jangka Pendek Anda bisa memilih instrumen jangka pendek untuk memenuhi tujuan keuangan tertentu. Namun perlu diketahui bahwa instrumen jangka panjang mampu meredam dampak fluktuasi sesaat sehingga layak untuk dipertimbangkan.
● Menyesuaikan dengan Profil Risiko Sesuaikan porsi instrumen dengan profil Anda. Misalnya, jika Anda adalah investor konvensional, maka jangan sampaii porsi instrumen agresif melebihi toleransi yang membuat perasaan tidak tenang.
● Investasi Bertahap Anda bisa memulai untuk investasi bertahap secara rutin. Hal ini efektif untuk mendapatkan harga rata-rata yang optimal. Jadi, risiko pembelian aset saat harga sedang tinggi dapat diminimalkan.
Memaksimalkan Reksadana di Tengah Kondisi Ekonomi Global Kondisi ekonomi global bisa berubah sepanjang waktu. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari sentimen pasar hingga kondisi geopolitik. Alhasil, reksadana pun ikut terpengaruh.
Mitra tepercaya diperlukan untuk mengantisipasinya, seperti perbankan prioritas DBS Treasures. Dengannya, dana akan dikelola oleh manajer investasi terkemuka agar lebih optimal. Risiko pun dapat diminimalkan melalui diversifikasi.
Selain itu, wawasan dari tim ahli finansial untuk memandu Anda berinvestasi juga akan diperoleh. Menariknya, beragam pilihan reksadana dapat dipilih dengan mudah melalui Aplikasi digibank DBS.
Kesempatan untuk didukung analisis pasar terkurasi dari tim ahli finansial yang akan mengomunikasikannva dan mendapatkan peluang terkini yang sudah disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan portofolio Anda, dimotori Artificial Intelligence/Machine Learning (AI-ML).
Insight tersebut dilengkapi solusi terkurasi terkait investasi dan asuransi , sehingga Anda dapat cepat dan yakin berinvestasi melalui media sesuai preferensi.
Perbankan prioritas DBS Treasures akan menemani Anda dalam menghadapi segala kemungkinan yang bisa terjadi di ekonomi global. Dengan demikian, investasi reksadana menjadi lebih maksimal. Mulailah sekarang untuk mewujudkannya!
Publikasi ini telah dikurasi oleh tim internal PT Bank DBS Indonesia (DBSI) dan didistribusikan oleh DBSI.
DBSI berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Publikasi ini bukan merupakan bagian dari penawaran, rekomendasi, atau ajakan kepada Anda untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun sebagaimana dijelaskan, juga tidak ditujukan untuk mengundang atau mengizinkan pembuatan penawaran kepada publik untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun untuk mendapatkan uang tunai atau imbalan lainnya dan tidak boleh dipandang seperti demikian
Baca juga:
Diversifikasi Investasi: Manfaat & Strategi agar Menguntungkan
Oversight Illusion: Monitoring Portofolio Terus Menerus Tidak Sama dengan Controlling
The Wealth Calendar: Menentukan Momentum Rebalancing secara Presisi