Menyiapkan Dana Darurat Demi Kenyaman Masa Depan

Menyiapkan Dana Darurat Demi Kenyaman Masa Depan

Pernah dengar konsep saving to income ratio? Saving to income ratio adalah rata-rata proporsi pendapatan seseorang yang berhasil disimpan.

 

Bank sentral biasanya merilis data mengenai rasio tersebut secara berkala sebagai bagian dari survei konsumen. Data tersebut dapat berubah naik atau turun sesuai kondisi terkini konsumen.

 

Sebagai contoh, berdasarkan data Bank Indonesia pada Maret 2020, porsi tersebut meningkat menjadi 18,6% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pada bulan Maret setahun sebelumnya, porsi tersebut mencapai 20%.

 

Untuk apa sebagian dari pendapatan tersebut disimpan? Salah satu manfaat menyimpan sebagian pendapatan tersebut adalah alokasi dana untuk keperluan dana darurat.

 

Dana darurat akan berperan sangat penting di masa depan, apalagi di tengah kondisi ketidakpastian seperti sekarang. Kesadaran orang untuk menyediakan emergency fund benar-benar teruji di kondisi saat ini.

 

Selain menghadirkan perasaan nyaman dan aman, dana darurat akan membantu kita untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Dana darurat tersebut dapat disiapkan sejak dini demi masa depan kita.

Dana Darurat

 

Secara umum, dana darurat merupakan dana yang disiapkan untuk menghadapi berbagai peristiwa yang tidak diharapkan. Dana itu digunakan untuk membayar biaya-biaya yang muncul secara tidak terduga. Sehingga, ada prinsip fleksibilitas yang terjamin dalam kondisi pengaturan keuangan personal kita.

 

Dana darurat berperan sebagai penyangga keuangan untuk membayar berbagai biaya tersebut tanpa harus meminjam kepada orang lain yang kemudian dapat menjadi beban baru di masa mendatang.

 

Besaran dana darurat tersebut cukup personal dan bervariasi tergantung dari kondisi masing-masing orang. Pada umumnya, dana darurat dianjurkan sebesar 6 sampai 12 kali pengeluaran bulanan.

 

Besaran dana darurat tersebut berbeda bagi orang yang masih lajang, telah memiliki pasangan dan anak atau masih menanggung kebutuhan hidup orangtua, anggota keluarga lain atau sanak saudara. Tetapi secara rule of thumb, semakin banyak orang yang ditanggung biaya hidupnya maka semakin besar dana darurat yang perlu dikumpulkan.

 

Sebagai contoh, seorang pekerja memiliki seorang istri dan dua orang anak, pengeluaran keluarga pekerja tersebut mencapai Rp5 juta per bulan. Dengan demikian, ia perlu mengumpulkan dana sekitar minimal Rp30 juta (Rp5 juta dikali 6) sebagai dana darurat untuk mengantisipasi berbagai peristiwa tidak terduga.

 

Tidak ada kata terlambat untuk mengumpulkan dana darurat. Dengan perencanaan yang tepat dan disiplin yang kuat, kita bisa mengumpulkan dana darurat demi kenyamanan dan keamanan finansial di masa depan.

Tabungan

 

Idealnya, dana darurat tersebut disimpan dalam produk keuangan yang mudah diakses, dapat ditarik sewaktu-waktu dan berisiko rendah. Hal ini agar memenuhi prinsip likuiditas dalam pengaturan portfolio.

 

Karena prinsip-prinsip ini, dana darurat dapat ditempatkan dalam tabungan di bank karena bisa ditarik sewaktu-waktu, bisa diakses kapan saja (24 jam x 7 hari seminggu) dan berisiko rendah karena tidak terpengaruh gejolak pasar keuangan.

 

Dengan menyimpan dana darurat di tabungan, kita tidak perlu menunggu waktu hingga jatuh tempo untuk dapat menggunakan uang tersebut. Kita juga bisa mengambil uang tersebut di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kapan saja tanpa harus datang ke suatu tempat di hari kerja.

 

Dana darurat ini bisa disimpan di rekening yang berbeda dari rekening gaji atau rekening untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Menyimpan dana darurat di rekening yang berbeda bertujuan untuk mengamankan dana tersebut agar tidak digunakan untuk kebutuhan yang tidak mendesak.

 

Dengan kata lain, dana yang tersimpan di rekening dana darurat hanya akan digunakan dalam situasi darurat, terpisah dari uang yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

 

Dana darurat tersebut dapat disimpan di tabungan di aplikasi digibank by DBS. Menyimpan dana darurat di tabungan digibank itu simpel banget. Kita bisa membuka rekening tanpa harus pergi ke kantor bank, antri panjang dan mengisi dokumen yang berlembar-lembar

 

Kita hanya perlu memiliki e-KTP dan melakukan sidik jari untuk verifikasi. Dengan tabungan di aplikasi digibank by DBS, kita bisa transfer melalui aplikasi dan tarik tunai di berbagai ATM secara gratis.

 

Jadi, tunggu apalagi? Segera persiapkan dana darurat demi kenyamanan masa depan di tabungan di aplikasi digibank by DBS!

 

 

Terima kasih atas masukan Anda

Apakah informasi ini bermanfaat?

Terima kasih atas masukan Anda
Bagaimana informasi ini membantu Anda?
Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini
Beri kami masukan untuk kemajuan halaman ini
Mohon hanya menggunakan a-z,A-Z,0-9,@!>$&-()',./

Terima kasih! Kami menghargai umpan balik Anda.

Bagaimana Anda menilai halaman ini?

Masalah apa yang Anda hadapi hari ini?

500

Harap masukkan hanya a-z, A-Z, 0-9, @!? $ & - () ',. /