Daftar kartu kredit
03 Dec 2025

Kesalahan Sepele yang Bikin Kartu Kredit Rentan Disalahgunakan

Banyak kesalahan sepele yang sering dilakukan oleh masyarakat setelah daftar kartu kredit. Padahal, berbagai kesalahan tersebut membuat kartu lebih rentan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, lho!

Oleh sebab itu, kamu perlu menghindarinya. Ulasan di bawah ini bisa disimak untuk memudahkanmu dalam menghindarinya.

Kesalahan Sepele untuk Dihindari setelah Daftar Kartu Kredit

Kartu kredit perlu dijaga dengan baik agar tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang berniat jahat. Caranya dengan menghindari sejumlah kesalahan berikut:

●      Menyimpan Data Kartu di Banyak Situs

Menyimpan data di berbagai situs memang bisa memudahkanmu untuk belanja secara daring. Namun, hal ini cukup berbahaya karena peluang pencurian data semakin tinggi dan akan semakin sulit untuk ditelusuri.

Risiko ini meningkat kalau situs tersebut tidak mempunyai keamanan yang baik. Umumnya, hal ini terjadi pada website tidak resmi atau ilegal yang menyalahi aturan.

●      Membagikan Foto Kartu Kredit di Media Sosial

Media sosial memang sering digunakan untuk mengunggah foto, caption, atau momen-momen menarik lainnya oleh warganet. Tujuannya pun beragam, mulai dari ingin menyimpannya secara digital atau membagikan kepada teman lainnya.

Tidak jarang, foto kartu kredit pun diunggah. Padahal, hal ini dapat meningkatkan peluang pencurian data. Terlebih lagi kalau unggahan tersebut bisa dilihat oleh masyarakat umum.

●      Menggunakan Kata Sandi Lemah atau Sama untuk Semua Akun

Kata sandi kerap dibutuhkan untuk mendaftar di akun setelah kamu apply kartu kredit gampang. Tujuannya agar kartu kreditmu tidak mudah dibobol secara digital oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Namun, banyak orang masih menggunakan kata sandi lemah. Bahkan, ada yang menggunakan password sama untuk semua akun. Hal ini dapat meningkatkan peluang pencurian data di banyak tempat.

●      Mengabaikan Notifikasi Transaksi

Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah mengabaikan notifikasi transaksi. Banyak yang acuh karena menganggap hal tersebut hanya iklan dari pihak penyedia kartu kredit.

Padahal, tidak semua notifikasi berasal dari mereka. Terkadang, ada juga yang berasal dari penipu. Jika diabaikan, tentu pengguna kartu kredit tidak mengetahui bahwa kejahatan sedang terjadi.

●      Menyimpan Kartu Kredit di Tempat Mudah Diakses Orang Lain

Setelah daftar kartu kredit dan mendapatkannya, banyak orang menyimpannya di tempat yang mudah diakses orang lain. Misalnya, di dompet yang ditinggal begitu saja di tempat umum.

Hal ini memudahkan pihak lain untuk mencuri dan menggunakannya tanpa tanggung jawab. Pada akhirnya, pemiliklah yang harus melunasi semuanya jika tidak segera diurus ke bank dan kepolisian.

●      Menghubungkan Kartu Kredit ke Wi-Fi Publik

Saat ini, ada banyak tempat umum yang menyediakan akses Wi-Fi secara terbuka. Tujuannya adalah untuk memudahkan pengunjung dalam mengakses internet demi memenuhi berbagai kebutuhan mereka.

Namun, hal ini bisa membawa bahaya terutama kalau kamu menghubungkan data-data sensitif, seperti kartu kredit. Pengguna Wi-Fi lainnya bisa membobol dan mengakses kartumu untuk hal-hal tidak bertanggung jawab.

●      Tidak Keluar dari Akun E-Commerce

E-Commerce atau lokapasar menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi saat masyarakat ingin membeli sesuatu. Dengan membukanya, mereka tidak perlu repot-repot keluar rumah untuk membeli barang.

Kartu kredit pun kerap digunakan ketika ingin melakukan pembayaran. Sayangnya, tidak semua orang mengeluarkan akunnya terutama saat memakai Wi-Fi publik, VPN, atau gawai digunakan pihak lain. Akibatnya, peluang pembobolan pun semakin besar.

●      Mengabaikan Update Keamanan Aplikasi dan Browser

Keamanan siber penting dimiliki oleh setiap aplikasi maupun peramban. Tujuannya untuk mencegah terjadinya kejahatan siber yang semakin merajalela, seperti pencurian data kartu kredit.

Namun, keamanan tersebut perlu diperbarui secara berkala agar bisa melindungi dengan maksimal. Bila diabaikan, maka berbagai bentuk kejahatan terbaru bisa membobolnya dengan mudah.

●      Terlalu Mudah Memberikan OTP ke Orang Lain

OTP adalah kode yang sering dikirimkan secara digital untuk melanjutkan transaksi. Dengan memasukkannya, kamu bisa bertransaksi secara aman di berbagai situs maupun aplikasi.

Tentu kode ini tidak boleh diberikan ke orang lain. Kalau kamu memberikannya dengan mudah, peluang kartu kreditmu digunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab akan semakin tinggi.

Baca Juga:  Anti Boncos! Terapkan Mindful Spending pada Kartu Kredit

Cara Menghindari Penyalahgunaan Kartu Kredit

Berbagai kesalahan di atas dan bentuk penyalahgunaan kartu kredit bisa diatasi dengan cara-cara tertentu. Misalnya adalah, sebagai berikut:

●       Menjaga Kerahasiaan Data

Hal pertama yang perlu kamu perhatikan setelah daftar kartu kredit adalah menjaga datanya dengan baik. Jangan sampai data tersebut bocor ke orang lain terutama pihak yang tidak bertanggung jawab.

Maka dari itu, simpanlah di tempat yang terpercaya, misalnya pada aplikasi khusus yang bersifat offline dan sulit untuk diakses. Selain itu, jangan pernah membagikan nomor kartu kredit, CVV, PIN, OTP, User ID, maupun password kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai perwakilan bank.

●       Gunakan di Situs atau Merchant Terpercaya

Selalu gunakan kartu kredit di situs, aplikasi, maupun merchant terpercaya. Pastikan keamanannya tidak mudah dibobol sehingga datamu aman dari pencurian siber saat maupun setelah melakukan transaksi.

Selain itu, hindari untuk menggunakannya di terlalu banyak situs maupun aplikasi. Pilih saja dengan jumlah terbatas sesuai keinginan dan keamanan yang diberikan agar terhindar dari kejahatan siber.

●       Gunakan Kata Sandi Kuat

Setelah apply kartu kredit, jangan lupa untuk menggunakan kata sandi yang kuat saat memanfaatkannya di berbagai transaksi. Kata sandi ini biasanya berupa huruf kecil dan besar, angka, serta simbol tertentu.

Tidak hanya itu, usahakan untuk menggunakan password berbeda di setiap aplikasi atau situs. Hal ini akan menyulitkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk meretasnya.

●       Jangan Mudah Percaya Orang Lain

Di era digital, penipuan bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan oleh orang yang terlihat meyakinkan. Oleh karena itu, jangan mudah percaya kepada pihak lain jika berkaitan dengan informasi sensitif kartu kredit.

Gunakan kartu kredit secara mandiri dan hindari meminjamkannya kepada orang lain. Jika menerima pesan atau e-mail mencurigakan, jangan klik tautan yang diberikan, periksa ejaan alamat situs dengan teliti, dan pastikan sumbernya benar-benar resmi.

●       Simpan di Tempat yang Aman

Kartu kredit perlu disimpan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan orang-orang jahat. Terlebih lagi kalau kamu berencana untuk pergi ke luar kota atau tempat umum yang dikunjungi banyak orang.

Bila perlu, pisahkan kartu kredit di dompet khusus yang tidak tercampur dengan uang. Jadi kalau kamu kecopetan, kartu tersebut tetap aman dan kamu masih bisa melakukan berbagai transaksi.

Daftar Kartu Kredit Digital DBS untuk Transaksi Aman

Ulasan di atas perlu dipahami agar kamu terhindar dari berbagai kejahatan yang dapat merugikanmu. Bila perlu, gunakan Kartu Kredit Digital DBS yang telah dilengkapi dengan keamanan khusus.

Kartu kredit pertama di Indonesia ini juga bisa langsung digunakan setelah disetujui tanpa membutuhkan bentuk fisiknya. Kamu bisa daftar lewat Aplikasi DBS digibank dengan proses hanya 60 detik saja, lho!

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan gratis iuran tahun pertama kalau belanja dengan minimal Rp1 juta dalam 60 hari pertama. Menarik sekali, kan?

Tidak hanya memudahkanmu dalam melakukan transaksi, Kartu Kredit Digital DBS juga bisa membuatmu lebih aman. Jadi, apa lagi yang kamu tunggu? Segeralah daftar kartu kredit ini!

By the way, jika kamu punya wishlist travelling ke luar negeri, ada juga DBS Visa Travel Signature yang bisa dukung kamu buat wujudin impian jalan-jalanmu. Yuk sekalian apply produk DBS digibank satu ini juga, dan dapatkan banyak penawaran menarik khusus untukmu!

Publikasi ini telah dikurasi oleh tim internal PT Bank DBS Indonesia (DBSI) dan didistribusikan oleh DBSI.

DBSI berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Publikasi ini bukan merupakan bagian dari penawaran, rekomendasi, atau ajakan kepada Anda untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun sebagaimana dijelaskan, juga tidak ditujukan untuk mengundang atau mengizinkan pembuatan penawaran kepada publik untuk membeli atau melakukan transaksi apa pun untuk mendapatkan uang tunai atau imbalan lainnya dan tidak boleh dipandang seperti demikian.

Baca Juga:

Ingin Limit Kartu Kreditmu Naik? Ini Cara Gampangnya!

7 Alasan Kenapa Kamu Sudah Harus Punya Kartu Kredit

Belanja Ramadhan Pakai Kartu Kredit? Hindari Kesalahan Ini!