Webinar eTalk Series dengan tema Economic Recovery in the Perspective of Business & Investment. Bank DBS Indonesia memberikan informasi dan peluang terkini di tengah pemulihan ekonomi yang dipicu oleh sektor riil dan perdagangan dengan mengundang Rosan P. Roeslani, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) serta Wakil Ketua Komite Penanganan COVID19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, dan Michael T. Tjoajadi, Presiden Direktur PT Schroder Investment Management Indonesia.
 
Melalui eTalk Series ini ada beberapa wawasan menarik yang perlu diketahui, yaitu:
  1. Pandemi COVID-19 menyebabkan kontraksi di sektor ekonomi Indonesia, terutama di pasar modal, ekonomi makro, dan UMKM. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 diperkirakan hanya -04% hingga 1% dengan peningkatan pemutusan hubungan kerja dan pengangguran serta tingkat kemiskinan.
  2. Pada Q3 2020, Indonesia menunjukkan perbaikan indeks manufaktur, consumer confidence, dan aktivitas bisnis. Sektor consumer goods, kesehatan, dan telekomunikasi terus bertahan, sementara rumah sakit, perbankan, properti, minyak sawit, dan pertambangan perlahan membaik.
  3. Dampak PSBB di Jakarta bagian kedua masih belum dapat diketahui dan sangat bergantung pada lama penerapan, seberapa ketat peraturannya, serta kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.
  4. Seluruh negara di dunia dengan memberikan stimulus ekonomi dengan cepat dan skala besar, hingga 10 kali lipat dibandingkan krisis ekonomi pada tahun 2008, untuk mendorong kembalinya siklus ekonomi normal.
  5. Untuk meringankan tekanan perekonomian dan kesehatan dan menuju pemulihan ekonomi Indonesia, sangat penting mengejar testing yang lebih luas untuk pembuatan kebijakan yang tepat sasaran, serta penyerapan stimulus yang lebih cepat dan menyeluruh di sisi supply maupun demand.
  6. Dominasi dolar Amerika tetap terjaga dengan upaya pemerintah AS menjaga suku bunga rendah, namun investor perlu mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi Asia Pasifik terutama Cina, serta mengawasi situasi geopolitik yang dapat timbul akibat pemilu presiden AS.
  7. Indonesia memiliki pasar domestik yang tinggi, sehingga ekspor impor masih terhitung surplus. Namun Rupiah melemah karena tidak banyak perusahaan kesehatan dan teknologi di Indonesia yang go public di pasar modal, sementara investor asing banyak yang memilih memindahkan investasinya ke kedua industri tersebut dalam kondisi sekarang ini.
  8. Selain penemuan vaksin yang diperkirakan terjadi di 2021, hal yang dapat menjadi game changer dalam iklim investasi Indonesia adalah Omnibus Law yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia dibanding negara-negara tetangga. Saat ini sudah dicapai banyak kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian bersama dengan para serikat kerja. Untuk pasal-pasal sisanya sedang dicarikan solusi yang lebih baik untuk target sidang paripurna di bulan Oktober 2020.
  9. Diharapkan pasar obligasi Indonesia akan kembali naik seiring dengan perbaikan perekonomian global karena Indonesia memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan banyak negara lain.
 
Bank DBS Indonesia terus berupaya menjadi mitra terpercaya dalam pengelolaan, pengembangan dan perlindungan kekayaan Anda.  Di era investasi baru ini Bank DBS Indonesia menyediakan berbagai produk Reksa Dana, termasuk diantaranya kategori Reksa Dana Pendapatan Tetap dengan fokus Investasi pada instrumen obligasi.
 
Untuk informasi lebih lanjut hubungi Relationship Manager Anda.
 
 
 
 
 
INFORMASI PENTING
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DATANG.
Pandangan dan pendapat yang terkandung dalam material/video ini adalah pendapat pembicara dan mungkin tidak serta merta mewakili pandangan yang diungkapkan atau tercermin dalam komunikasi, strategi atau produk Schroders lainnya. Materi ini dimaksudkan untuk tujuan informasi saja dan tidak dimaksudkan sebagai bahan promosi dalam hal apapun. Materi ini tidak dimaksudkan sebagai penawaran atau ajakan untuk pembelian atau penjualan instrumen keuangan apa pun. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menyediakan dan tidak boleh diandalkan untuk saran akuntansi, hukum atau pajak, atau rekomendasi investasi. Ketergantungan tidak boleh ditempatkan pada pandangan dan informasi dalam dokumen ini saat mengambil keputusan investasi dan/atau strategi individual. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil masa depan. Nilai investasi bisa turun dan naik dan tidak dijamin. Semua investasi mengandung risiko termasuk risiko kemungkinan kehilangan nilai awal investasi. Informasi disini dipercaya bisa diandalkan namun Schroders tidak menjamin kelengkapan atau keakuratannya. Beberapa informasi yang dikutip diperoleh dari sumber ekternal yang menurut kami bisa diandalkan. Tidak ada tanggung jawab yang bisa diterima karena kesalahan fakta yang didapat dari pihak ketiga, dan data ini bisa berubah dengan kondisi pasar. Ini tidak mengecualikan kewajiban atau kewajiban apa pun yang dimiliki Schroders kepada pelanggannya di bawah sistem peraturan yang berlaku.  Kawasan/sektor hanya ditampilkan untuk ilustrasi dan tidak boleh dipandang sebagai rekomendasi untuk membeli/menjual. Pendapat dalam materi ini mencakup beberapa pandangan yang diperkirakan. Kami percaya bahwa kami mendasarkan harapan dan keyakinan kami pada asumsi yang masuk akal dalam batasan dari apa yang saat ini kami ketahui. Namun, tidak ada jaminan dari perkiraan atau opini apapun akan direalisasikan. Pandangan dan pendapat ini mungkin berubah. PT Schroder Investment Management Indonesia, Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1, Lantai 30, Jl Jend Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190, Indonesia. PT Schroder Investment Management Indonesia telah menerima izin manajer investasi dari, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK).