Dalam webinar eTalk Series dengan tema DBS Macro Economic Insights: Recovering from COVID-19, Bank DBS Indonesia menghadirkan pembicara Taimur Baig, Managing Director & Chief Economist Group Research DBS Bank, dan Radhika Rao, Sr. Vice President Economics & Strategy Research DBS Bank untuk memberikan pandangannya terkait ekonomi global dan Indonesia secara makro dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi.
 
Melalui eTalk Series ini ada beberapa pandangan menarik untuk diketahui, yaitu:
  1. Daya tahan dan kekuatan pemulihan ekonomi tergantung pada penyempurnaan siklus perdagangan, fiskal berkelanjutan dan akomodasi moneter, koordinasi regional untuk membuka kembali perjalanan dan pariwisata, dan mempertahankan praktik terbaik dalam pengelolaan pandemi.
  2. Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) diprediksikan akan menyebabkan permintaan likuiditas lebih besar dalam beberapa minggu, namun tidak akan mengubah arah persaingan Tiongkok dan AS, sehingga tetap ada optimisme bahwa gejolak ini mereda seiring usainya pilpres AS.
  3. Laju pemulihan ekonomi di tengah pandemi global di beberapa negara, seperti AS, Eropa, dan Jepang, telah terlihat melandai (flattened) setelah terjadi lonjakan tajam di Q3 2020.
  4. Berhasilnya pengelolaan pandemi, kebijakan moneter yang akomodatif, serta langkah-langkah fiskal untuk mendukung pulihnya sektor konsumen, bisnis, dan sektor keuangan, mendukung kebangkitan ekonomi di Asia, terlihat dari kembalinya demand di Tiongkok.
  5. Indonesia masih akan menempuh proses yang panjang dalam hal pengelolaan pandemi dan pemulihan kehidupan masyarakat, dan masih tergantung pada faktor-faktor seperti dampak pandemi pada ekonomi, pengelolaan dana bantuan, objektivitas Bank Indonesia, Pasar Keuangan, dan faktor risiko lainnya.
  6. PDB negara diperkirakan akan meningkat 5,5% tahun depan, sedangkan defisit fiskal diprediksi akan tetap terkontraksi ke -5,5% dari sebelumnya di angka -6,3%.
  7. Beberapa faktor risiko lainnya yang mempengaruhi pemulihan bagi Indonesia adalah penundaan kembalinya aktivitas jika kasus positif Covid-19 tidak mereda, partisipasi tinggi dari investor asing di pasar utang dalam negeri, serta kesehatan fiskal dan tingkat hutang publik, serta rasio cadangan devisa terhadap pembiayaan eksternal bruto yang relatif lebih kecil bila dibandingkan negara-negara lain di kawasan regional.
 
Sebagai mitra keuangan dan manajemen kekayaan terpercaya, Bank DBS Indonesia mengerti bahwa keadaan ekonomi di era investasi baru ini memerlukan diversifikasi investasi untuk terus mengembangkan kekayaan Anda. Karena itulah kami menghadirkan berbagai pilihan investasi untuk berbagai profil risiko seperti FX Transaction, Forward Linked Trade (FLT), Currency Linked Investments, dan Obligasi Pemerintah.
 
Untuk informasi lebih lanjut hubungi Relationship Manager Anda.