Memahami perbedaan tipe informasi dalam sebuah fund factsheet

5 Alasan Mengapa Fund Factsheet seperti Poster Film

Memahami perbedaan tipe informasi dalam sebuah fund factsheet dapat membantu Anda mendapatkan ringkasan investasi yang menarik bagi Anda. Namun, banyak investor pemula yang dihantui oleh fund factsheet dan jumlah informasi yang terkandung di dalamnya.
Pada artikel ini, akan ditunjukkan cara mudah dalam membaca fund factsheet. Menganalisis fund factsheet itu sebenarnya bisa semudah membaca poster film.

#1 Judul Film vs Nama Reksa Dana


Penggemar film dapat dengan mudah menebak cerita sebuah film hanya dari judulnya. Hal yang sama dengan reksa dana.
Contohnya, mari kita lihat satu produk reksa dana ‘Red Clover Saham Infrastruktur Indonesia Unggulan Equity High Yield Fund – IDR’:

  1. Reksa dana ini dikelola oleh Red Clover
  2. Reksa dana ini berinvestasi di sektor infrastruktur dalam pasar Indonesia
  3. Reksa dana ini memiliki kelas aset utama di ekuitas
  4. Reksa dana ini dapat dibeli dengan menggunakan mata uang Rupiah

Pelajari lebih lanjut tentang Nama Reksa Dana dan Kelas Saham.

#2: Persamaan Sinopsi Film dan Deskripsi Reksa Dana


Seperti halnya Anda dapat mengetahui alur cerita sebuah film dari sinopsisnya, Anda dapat memahami strategi sebuah reksa dana dengan menggunakan deskripsinya. Misalnya, deskripsi geografi semacam ‘Asia’, ‘Eropa’ atau perkembangan pasar memberi informasi pasar dimana reksa dana yang tepat untuk diinvestasikan.

#3: Pemain Utama itu Sama dengan Kelas Aset Utama


Pemain utama dalam sebuah film sering menjadi faktor penting bagi penikmat film dalam memutuskan untuk menonton film atau tidak. Dalam hal yang sama, kelas-kelas aset tertentu dapat menarik Anda untuk berinvestasi di sebuah produk reksa dana.
Ketika membaca fund factsheet, dengan mudah, Anda dapat tentukan aset-aset utamanya. Biasanya, aset-aset tersebut mencakupi ekuitas, obligasi dan komoditas. Sementara reksa dana campuran terdiri dari campuran aset-aset ini.
Anda juga harus memperhatikan Nilai Aktiva Bersih (NAB), yaitu jumlah total seluruh aset yang dikelola pada suatu reksa dana. Bayangkan NAB seperti ukuran reputasi dan tingginya bayaran seorang pemain utama sebuah film. Semakin dikenal seorang pemain film, semakin tinggi pula bayarannya. Sama halnya dengan reksa dana. Nilai NAB yang besar menunjukkan bahwa manajer reksa dana itu banyak dipercaya oleh investor.
Namun, ukuran reksa dana yang lebih besar tidak berarti lebih baik, meskipun memiliki kinerja yang bagus. Manajer investasi yang mengelola reksa dana yang besar bisa mempengaruhi performa keseluruhan reksa dana yang dia tangani. Manajer tersebut mungkin ingin mempertimbangkan return investasi yang lebih rendah juga, sehingga mereka bisa menggunakan semua dana yang ada dengan efektif.
Beberapa investor mungkin akan lebih memilih produk reksa dana yang sudah terkenal, layaknya film blockbuster. Sementara yang lain lebih memilih untuk berinvestasi di reksa dana yang lebih kecil, bagaikan memilih film yang tidak begitu populer.

#4 Review Film dan Rewards = Performa Reksa Dana


Film dikatakan sangat bagus ketika mereka mendapatkan banyak penghargaan di festival film dan mendapatkan review yang bagus. Fund factsheet menggambarkan sejarah kinerja sebuah reksa dana dalam sebuah grafik.
Coba lihat return tahunan sebuah reksa dana atau return rata-rata selama rentang waktu tertentu (misal 3 atau 5 tahun) untuk melihat performanya. Periode sepanjang 5 tahun dapat dikatakan cukup lama untuk menggambarkan kinerja sebuah reksa dana. Oleh karena itu, informasi ini dapat memberi Anda bayangan bagaimana reksa dana itu dapat bertahan dalam keadaan ekonomi yang buruk.
Salah satu faktor penting lain untuk mengukur performa reksa dana adalah dengan melihat indek tolok ukur. Misal, sebuah reksa dana didasarkan pada ABC Apabila indeksnya naik sejumlah 3,76% di tahun ini, maka reksa dana itu seharusnya bisa memberi hasil yang lebih tinggi dari indeks tersebut.

#5: Tanggal Rilis Film vs Tanggal Peluncuran Reksa Dana


Sama halnya dengan tanggal rilis sebuah film, tanggal peluncuran reksa dana memberi informasi kapan reksa dana tersebut dimulai.
Berbeda dengan penggemar film yang suka menonton film terbaru, kebanyakan investor lebih suka membeli produk reksa dana yang berusia setidaknya 5-10 tahun karena mereka melihat reksa dana tersebut sudah lebih mapan. Namun, Anda perlu ingat bahwa performa masa lalu sebuah reksa dana tidak bisa dijadikan indikator performa masa depannya.
Incar reksa dana blockbuster Anda Fund factsheet bisa menjadi sebuah alat yang bagus ketika Anda mencari sebuah produk reksa dana.Gunakan fund factsheet secara bijak dan bandingkan berbagai produk reksa dana sehingga Anda dapat memutuskan produk mana yang paling cocok untuk portofolio atau profil risiko Anda.

Bergabung Sekarang


PT Bank DBS Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

Produk Terkait

Terima kasih atas masukan Anda

Apakah informasi ini bermanfaat?

Terima kasih atas masukan Anda
Bagaimana informasi ini membantu Anda?
Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini
Beri kami masukan untuk kemajuan halaman ini
Mohon hanya menggunakan a-z,A-Z,0-9,@!>$&-()',./