5 alasan untuk membeli obligasi dan 5 alasan untuk tidak membelinya



Dapatkan penjelasan singkat mengenai obligasi, yang merupakan salah satu jenis aset penting untuk ditambahkan dalam portofolio seorang investor.

Investor perorangan sering kali dibingungkan dengan beberapa pilihan investasi yang tersedia untuk mereka. Mereka mungkin sulit memahami istilah keuangan yang menjelaskan setiap produk.

Dengan membeli obligasi, berarti Anda meminjamkan uang kepada pemerintah atau sebuah perusahaan. Untuk periode tertentu, Anda akan mendapatkan pembayaran bunga secara reguler dan di akhir masa jatuh tempo, Anda akan mendapatkan kembali modal Anda. Itu adalah teorinya. Namun, kenyataannya sedikit lebih rumit.

 

Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari investasi obligasi yang dapat Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk berinvestasi di instrumen ini.

 

Alasan-alasan mengapa Anda sebaiknya berinvestasi di obligasi.

  1. Menerima pendapatan stabil dari pembayaran bunga dan adanya potensi keuntungan dari kenaikan nilai investasi dari harga pembelian

    Penting bagi beberapa investor untuk mendapatkan return secara reguler. Terlebih lagi, hal ini menjadi sangat penting bagi mereka yang sudah pensiun atau bagi mereka yang ingin menambahkan penghasilan bulanan dengan pendapatan dari uang simpanannya. 
    Anda akan mendapatkan return yang konsisten apabila Anda berinvestasi di obligasi. Anda tahu secara pasti berapa banyak return yang akan diperoleh dan tanggal diterimanya. Jika Anda mencari stabilitas, maka sangat susah untuk mencari saingan dari obligasi. 

 

  1. Membantu mendiversifikasi portofolio Anda

    Kesuksesan strategi dari investasi Anda akan secara signifikan bergantung pada alokasi aset Anda. Jangan membuat kesalahan dengan hanya berinvestasi pada satu jenis aset.

    Pasar saham mungkin menawarkan return yang menarik. Namun ingat, pasar saham itu sangat cepat berubah. Sangat wajar kalau modal awal Anda bisa berkurang sebanyak 10% atau bahkan lebih ketika pasar anjlok. Investasi di obligasi berpotensi membantu menstabilkan portofolio Anda. Investasi obligasi menyediakan aliran pendapatan secara reguler, sebuah persyaratan penting bagi banyak investor yang lebih senior.

 

  1. Mempertahankan modal Anda

    Dalam berinvestasi, Anda akan tiba pada saat dimana Anda akan sangat fokus untuk menjaga keutuhan modal. Mungkin saja, saat itu Anda sedang mendekati usia pensiun atau portofolio investasi Anda telah mengalami kerugian.

    Beberapa obligasi, seperti surat utang negara, bisa membantu Anda melindungi modal tersebut. Akan ada perasaan tenang yang tercipta ketika tahu bahwa modal Anda tetap aman pada saat pasar bergejolak. 

 

  1. Akses dana Anda berdasarkan rencana keuangan Anda.

    Likuiditas adalah salah satu pertimbangan utama bagi banyak investor. Kemampuan untuk mengakses dana sewaktu-waktu bisa menjadi salah satu faktor penentu ketika memilih produk investasi. Meskipun Anda bisa menjual saham dan menerima hasil penjualan saham dalam beberapa hari, investasi saham masih memiliki satu kekurangan yang melekat. Pasar mungkin sedang mengalami depresi ketika Anda membutuhkan uang. Menjual saham ketika Anda rugi, bukanlah sebuah ide yang baik.

 

  1. Menyimpan uang Anda di obligasi lebih baik daripada menyimpan di Bank

    Beberapa investor membuat kesalahan dengan menyimpan dana yang besar di deposito berjangka di bank. Mengapa mereka melakukan hal ini? Kebanyakan, mereka mencari beberapa hal di bawah ini: 

    • Keamanan - mereka tidak mau mengambil risiko sedikitpun.
    • Likuiditas - mereka ingin dapat mengakses dana mereka secepatnya.

     

    Mempunyai deposito di bank DBS Indonesia memang sangat aman dan Anda dapat mengambil uang Anda kapanpun diperlukan. Dengan bergabung bersama DBS Treasures, Anda akan mendapatkan bunga deposito hingga 6,75% per tahun. Lalu jika Anda menempatkan dana pada produk Obligasi Ritel Indonesia seri 016 (ORI016) yang dikeluarkan oleh pemerintah, Anda akan mendapatkan kupon 6,8% per tahun.

 

Alasan-alasan mengapa Anda sebaiknya tidak berinvestasi di obligasi.

  1. Beberapa obligasi perusahan memang aman, namun Anda bisa rugi juga 

    Tidak semua obligasi diciptakan setara. Obligasi perusahaan dapat mempunyai risiko yang tinggi dan investor harus melakukan riset yang mendalam sebelum menginvestasikan dana mereka.

 

  1. Inflasi bisa menghabiskan return Anda 

    Perlu diingat, dengan membeli obligasi, Anda akan mendapatkan bunga dengan nilai yang telah ditentukan. Seiring bergantinya tahun, nilai return Anda akan turun karena inflasi. 

 

  1. Perusahaan dapat bangkrut 

    Sulit sekali untuk menilai apakah sebuah perusahaan akan memiliki kemampuan untuk memenuhi komitmen untuk membayar kembali para investor mereka. Sebagai contohnya, mari kita lihat sebuah perusahaan yang terlibat di industri minyak. Beberapa tahun yang lalu, harga minyak lebih dari US$100 per barel. Namun setelahnya, harganya turun sekitar US$30 hingga US$40. Perusahaan yang meraup laba sangat banyak ketika harga minyak tinggi akan cepat kehilangan uang.

    Sulit untuk memprediksi apakah sebuah perusahaan akan selalu memiliki performa baik ke depannya. Oleh karena itu, Anda perlu mempertimbangkan jika ingin membeli obligasi yang jatuh tempo lebih dari lima atau sepuluh tahun karena hal ini memiliki potensi risiko yang relatif lebih besar dan perlu dipertimbangkan secara masak. 

 

  1. Melewatkan kesempatan lain

    Ketika Anda membeli obligasi, terutama obligasi yang menjamin modal awal yang dikeluarkan oleh pemerintah, Anda berarti harus mau menerima return yang rendah. 

    Misal, Anda membeli obligasi perusahaan senilai Rp10.000.000,- dengan tempo 10 tahun dan dengan bunga 5%, maka modal Anda akan tumbuh mencapai Rp16.288.948,-. Dengan jangka waktu 2 tahun, apabila Anda berinvestasi di obligasi pemerintah, dengan asumsi return 8% per tahun, Anda akan mendapatkan Rp11.664.000,- (return di kedua contoh ini telah dihitung secara bunga majemuk setiap tahun.)

    Anda dapat mempertimbangkan untuk mencari alternatif produk investasi yang dapat memberikan potensi return tetap dengan tingkat risiko yang dapat Anda toleransi. 

 

  1. Mungkin, obligasi tidak cocok untuk rencana jangka panjang investasi Anda 

    Banyak investor muda menaruh semua tabungan mereka di obligasi karena keyakinan mereka bahwa keamanan adalah perhatian terbesar. Namun, dalam jangka panjang, investasi lain sebenarnya bisa menghasilkan potensi return yang lebih tinggi. 

    Apabila Anda berada di usia 20an atau 30an dan sedang berinvestasi untuk dana pensiun, obligasi mungkin bisa menjadi porsi yang lebih rendah dalam investasi Anda. Obligasi tidak seharusnya menjadi jumlah mayoritas investasi Anda karena obligasi umumnya memberikan return yang rendah, yang nilainya bisa saja dikalahkan oleh inflasi.



 

PT Bank DBS Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan

Topics

Terima kasih atas masukan Anda

Apakah informasi ini bermanfaat?

Terima kasih atas masukan Anda
Bagaimana informasi ini membantu Anda?
Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini
Beri kami masukan untuk kemajuan halaman ini
Mohon hanya menggunakan a-z,A-Z,0-9,@!>$&-()',./