Pasar obligasi sekunder merupakan tempat investor dapat membeli dan/atau menjual obligasi mereka secara bebas tanpa intervensi dari penerbit asli. Dengan kata lain, sebuah obligasi yang sudah dilepaskan dari penerbitnya disebut sebagai sebuah obligasi sekunder. Tujuan dari pasar obligasi sekunder adalah untuk memberikan likuiditas bagi para investor. Pemain utama yang dimaksud meliputi investor, pialang-pedagang, dan perantara finansial seperti bank, institusi finansial non-bank, penyedia layanan konsultasi serta regulator.
Pasar sekunder merupakan sebuah indikator yang baik dari kesehatan ekonomi sebuah negara. sementara di pasar perdana atau pasar ‘terbitan terbaru’, harga dari sebuah sekuritas ditentukan sebelumnya dan tidak berfluktuasi, di pasar sekunder harga lebih dinamis karena penawaran dan permintaan merupakan kekuatan yang menentukan di belakangnya. Lebih lanjut, pembeli dan penjual yang memperdagangkan obligasi mereka mendikte hasil dari obligasi yang berbeda yang pada akhirnya menentukan harga kredit dalam perekonomian. Naik atau turunnya harga dalam pasar mengindikasikan adanya pertumbuhan atau perekonomian yang mengalami resesi.
Pasar sekunder menawarkan potensi untuk menghasilkan uang secara instan atau dalam waktu yang sangat singkat kepada investor. Permintaan akan sekuritas dan, sebagai akibatnya, harga di pasar sekunder membantu dalam mengevaluasi perusahaan secara efektif. Pasar sekunder juga memberi kemudahan bagi investor untuk menjual dan membeli dan memastikan likuiditas.
Bagaimanapun, pasar sekunder bersifat volatile dengan fluktuasi harga yang besar. Hal ini dapat menyebabkan lonjakan tiba-tiba atau penurunan harga obligasi. Perdagangan dalam pasar sekunder seringkali tidak menarik karena formalitas investor. Selain itu, biaya berulang seperti pulang dan komisi dapat menghalangi investor untuk melakukan transaksi secara berkala.
Berpotensi menyediakan keuntungan yang lebih tinggi
Kemampuan untuk memaksimalkan pengembalian dengan mengizinkan pembelian sebelum meningkatkan kredit
Fasilitas strategi keluar sebelum penerbit gagal bayar
Kemampuan untuk mengalokasi ulang modal pada sektor lain tergantung kemana arah ekonomi