DBS Singapore

Sebagai bentuk dukungan PT Bank DBS Indonesia terhadap kebijakan pemerintah dalam pemberian relaksasi bagi debitur dan pelaku UMKM, berikut kami sampaikan;

  • PT Bank DBS Indonesia memberikan keringanan atau relaksasi kredit kepada debitur yg terdampak wabah Covid-19 sesuai dengan ketentuan bank.
  • Bentuk keringanan atau penundaan pembayaran angsuran pinjaman diberlakukan setelah debitur memenuhi ketentuan dan adanya kesepakatan antara nasabah dan bank. Bentuk keringanan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan jenis usaha debitur terkait dengan wabah Covid-19.

Untuk keterangan lebih lanjut Bapak/Ibu dapat menghubungi relationship manager atau call center kami di 1500 327 (no tlp inbound). Terima kasih atas perhatian dan kepercayaan yang diberikan kepada Bank DBS Indonesia.

Manajemen PT Bank DBS Indonesia

FAQ

OJK menerbitkan peraturan No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019. Kebijakan stimulus perekonomian memberikan perlakuan khusus kepada debitur (prioritas pada debitur UMKM) yang mengalami kesulitan pemenuhan kewajiban pembayaran kredit atau pembiayaan karena debitur atau usaha debitur terdampak penyebaran COVID-19.
Bisa, PT Bank DBS Indonesia mendukung kebijakan stimulus dengan pemberian keringanan bagi debitur terdampak COVID-19 yang beritikad baik. Bentuk keringanan diberlakukan setelah debitur memenuhi ketentuan PT Bank DBS Indonesia dan adanya kesepakatan antara nasabah dan PT Bank DBS Indonesia berdasarkan prinsip kehatian-hatian.
Bapak/Ibu bisa mendapatkan informasi mengenai program keringanan pembayaran melalui DBSI Customer Centre 1500 327.
Selama proses permohonan berlangsung, debitur tetap melakukan pembayaran sesuai dengan perjanjian kredit yang berlaku.

 

Informasi lebih lanjut untuk masing-masing produk:

    1. Q: Apa benar batas maksimal suku bunga/persentase pembayaran minimum/nilai denda keterlambatan pembayaran kartu kredit turun?

      A: Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No.22/7/PBI/2020 yang berlaku mulai tanggal 30 April 2020, Bank Indonesia mengeluarkan penyesuaian penyelenggaraan kartu kredit yang mencakup penurunan batas maksimal suku bunga, penurunan sementara persentase pembayaran minimum, dan penurunan sementara nilai denda keterlambatan pembayaran sehubungan dengan situasi saat ini terkait dampak COVID-19.


      No.

      Kebijakan

      Kebijakan Saat Ini

      Kebijakan Baru

      Berlaku Sampai

      1

      Penurunan batas maksimal suku bunga

      2,25% per bulan

      2% per bulan

      Seterusnya

      2

      Penurunan sementara persentase pembayaran minimum

      10%

      5%

      hingga 31 Desember 2020

      3

      Penurunan sementara nilai denda keterlambatan pembayaran

      3% dari total tagihan dan maksimal Rp150.000,-

      1% dari total tagihan dan maksimal Rp100.000,-

      hingga 31 Desember 2020

       

    2. Q: Apakah PT Bank DBS Indonesia menyesuaikan batas maksimal suku bunga /persentase pembayaran minimum/nilai denda keterlambatan pembayaran Kartu Kredit nya?

      A: Tentu, PT Bank DBS Indonesia mendukung penuh Peraturan Bank Indonesia No.22/7/PBI/2020 dalam memitigasi dampak COVID-19.

    3. Q: Bagaimana perhitungan bunga pada Lembar Tagihan Saya dibulan April dan Mei 2020

      A: Transaksi sebelum 30 April 2020 masih dihitung menggunakan kebijakan suku bunga lama, yakni, 2,25%/bulan atau 26,95%/tahun. Suku bunga kartu kredit 2%/bulan atau 24%/tahun mulai berlaku untuk semua transaksi pembelanjaan dan tarik tunai dari ATM per 30 April 2020.

    4. Q: Apakah Lembar Tagihan Kartu Kredit bulan April yang jatuh tempo di bulan Mei akan mengikuti minimum pembayaran kartu kredit yang baru?

      A: Lembar Tagihan Kartu Kredit mulai 1 Mei 2020 sampai 31 Desember 2020 mengikuti ketentuan perhitungan pembayaran minimum yang baru, yakni 5%.

    5. Q: Apakah pembayaran minimum 5% berlaku untuk tagihan cicilan?

      A: Pembayaran minimum 5% berlaku untuk transaksi pembelanjaan retail, tarik tunai dari ATM, dan cicilan.

    6. Q: Bagaimana perhitungan Biaya Keterlambatan Pembayaran untuk Lembar Tagihan Kartu Kredit yang jatuh tempo di bulan Mei 2020 ?

      A: Biaya Keterlambatan Pembayaran 1% dan maksimal Rp100.000 mulai berlaku untuk Lembar Tagihan Kartu Kredit yang jatuh tempo pembayaran per 1 Mei 2020 hingga 31 Desember 2020, termasuk Lembar Tagihan bulan April 2020 yang akan jatuh tempo di Mei 2020.