Tips Mengatur Modal dari Pinjaman Kilat dengan Bijak untuk Bisnis Startup

Bijak Atur Modal dari Pinjaman Kilat untuk Bisnis Startup

Saat ini ada beberapa sumber dana untuk membangun sebuah bisnis startup. Pinjaman kilat merupakan salah satunya. Karena, pengajuan pinjaman tersebut mudah dan proses pencairan yang tergolong cepat.

Namun, pastikan kamu berhati-hati dalam mengelola modal yang sudah didapatkan melalui pengajuan kredit online. Alangkah baiknya kamu gunakan secara bijak. Bagi yang ingin tahu cara mengatur modal hasil dari pinjaman, silahkan simak artikel ini hingga selesai.

Perkembangan Jumlah Bisnis Startup Tahun 2021

Sebelum kami membahasnya lebih lanjut, alangkah baiknya kita bahas hal menarik dulu terkait fakta perkembangan bisnis startup di Indonesia. Pasalnya, perkembangan bisnis ini terus mengalami peningkatan yang tergolong pesat.

Pandemi Covid-19 ternyata berdampak pada digitalisasi di berbagai sektor, salah satunya keuangan. Hal ini pun menjadi salah satu alasan kenapa bisnis startup di tahun 2021 ini terus mengalami perkembangan yang signifikan.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, mengatakan bahwa saat ini perusahaan rintisan atau startup di Indonesia diklaim sudah mencapai 2.100 perusahaan.   

Selain itu, Wimboh Santoso mengatakan bahwa hingga bulan September 2021, ada 7 unicorn dan 2 decacorn. Hal ini membuktikan bahwa bisnis startup di Indonesia merupakan salah satu bisnis yang prospektif.

Kesalahan Umum saat Mengelola Keuangan Startup

Belajar dari kesalahan bisa menjadi guru terbaik untuk kamu yang ingin memulai bisnis. Salah satunya yaitu belajar dari kesalahan dalam mengelola keuangan yang sering terjadi pada suatu perusahaan, khususnya startup. Berikut apa saja kesalahan-kesalahannya.

  1. Tidak Bisa Membedakan Laba dan Arus Kas
    Laporan keuangan kerap membingungkan para pelaku usaha, khususnya pemula. Kendati demikian, kamu tidak wajib menguasai kemampuan accounting secara menyeluruh. Hal yang kamu perlukan adalah mengetahui perbedaan laba dan arus kas.
    Dengan mengetahui perbedaan laba dan arus kas, maka kamu bisa mempertahankan kelangsungan bisnis startup secara berkelanjutan. Laba merupakan kelebihan pendapatan dibandingkan jumlah biaya yang harus kamu keluarkan untuk memperoleh pendapatan, atau dikenal juga dengan istilah profit. Sedangkan arus kas adalah sebuah perincian yang menunjukkan jumlah pengeluaran dan pemasukan pada suatu bisnis.
  1. Masih Mencampurkan Keuangan Bisnis dan Pribadi
    Sejatinya keuangan bisnis dan pribadi harus kamu pisahkan. Jika kamu mencampurkan rekening pribadi dan perusahaan, maka sama halnya dengan menghancurkan perusahaan secara perlahan.
    Kondisi keuangan ini akan menyulitkanmu untuk mengetahui saldo keuntungan yang dihasilkan dari bisnis. Efek negatif lain dari hal ini juga bisa membuatmu kesulitan untuk memantau perkembangan dan performa bisnis.
  1. Menghamburkan Uang untuk Hal yang Tidak Penting
    Perlu kamu ketahui, banyak sekali perusahaan startup gagal karena kehabisan modal. Sebagai founder kamu harus tahu betapa pentingnya mengatur pengeluaran uang bisnis yang kamu jalankan.
    Contoh kecilnya seperti pada saat memilih kantor atau tempat kerja. Yang kamu butuhkan hanya kantor nyaman untuk memulai bisnis. Tapi pada kenyataannya, banyak yang tergiur dengan penawaran kantor mewah sehingga mengalokasikan sebagian besar dana untuk hal tersebut.
  1. Tidak Memiliki Mentor dalam Hal Keuangan
    Tidak semua pebisnis yang baru masuk di dunia bisnis paham dalam hal finansial. Untuk itulah kenapa kehadiran mentor dalam hal keuangan itu penting.
    Peran dari mentor finansial yaitu memberikan masukkan untuk membuat keputusan besar dalam hal finansial perusahaan.
    Mentor keuangan akan membantu kamu agar bisa mengatur keuangan tanpa harus menjadi ahli accounting.
  1. Keterbatasan Opsi Pendanaan
    Seperti yang kami jelaskan sebelumnya, saat ini ada beberapa sumber pendanaan untuk bisnis startup. Namun sayangnya, beberapa perusahaan startup hanya mengandalkan satu atau dua opsi pendanaan saja.
    Sumber pendanaan untuk bisnis startup yang ada saat ini mulai dari produk pinjaman kilat, venture capital, crowdfunding, hibah, bank, dan lainnya.

Tips Mengatur Keuangan Bisnis Startup

Setelah mendapatkan pinjaman kilat, segera buat perencanaan keuangan yang terarah. Bagi kamu yang masih sulit mengatur keuangan, berikut sudah kami rangkum tipsnya di bawah ini:

  1. Mempersiapkan Biaya Produksi
    Setup cost atau biaya produksi adalah biaya terbesar bisnis startup yang harus kamu perhatikan. Contohnya seperti mempersiapkan mesin produksi dan pemesanan bahan atau barang.
    Setup cost adalah biaya yang juga bisa kamu pangkas, terutama jika dilakukan secara elektronik.
    Silahkan kamu akumulasikan besaran biaya setup terlebih dahulu. Setelah itu, komparasikan dengan sejumlah modal bisnis yang sudah kamu kumpulkan. Jika biaya setup lebih besar, kamu harus bersiap untuk mencari dana tambahan.
  1. Memperkirakan Arus Kas (Cash Flow)
    Kamu harus menyusun estimasi dana yang akan dilaporkan. Tujuannya yaitu untuk menunjukkan perubahan uang kas bisnis startup yang sedang berjalan selama satu periode tertentu. Contohnya cash flow satu tahun.
    Berkurang dan bertambahnya kas pada satu periode ditentukan oleh besarnya pengeluaran atau yang dikenal dengan istilah cash outflow dan penjualan investasi atau cash inflow. Contoh cash outflow  yaitu seperti pembayaran pajak, bunga, pembayaran gaji, dan lainnya.
    Jika dana bisnis kamu tinggi, maka berpotensi mengalami tingkat likuiditas yang tinggi juga. Akan tetapi, jika kamu memberi gambaran rendahnya cashflow, maka artinya startup yang kamu bangun kurang efektif dalam menggunakan uang kas.
    Jika kamu ingin kas tetap stabil, maka kamu harus mempersiapkan data-datanya terlebih dahulu.
  1. Memperkirakan Neraca Saldo
    Matangkan perencanaan keuangan bisnis startup kamu dengan perkiraan neraca saldo. Fungsinya yaitu untuk memperkirakan pembiayaan operasi dan juga jumlah pengeluaran.
    Perlu kamu ketahui, tidak semua penghitungan laporan neraca harus kamu masukkan ke dalam arus kas. Dengan begitu, arus kas bisnis kamu hanya untuk mencatat perhitungan secara tunai saja.
    Hitung kembali jika ada ketidakseimbangan aktiva dan pasiva dalam neraca saldo. Kemudian pastikan laporan arus kas dan laba rugi sudah sudah seimbang.
  1. Mengaplikasikan Disiplin dalam Keuangan
    Disiplin keuangan harus mulai kamu terapkan sesudah membuat perkiraan pengeluaran biaya yang akan dikeluarkan. Kamu harus mematuhi rencana anggaran sesuai dengan estimasi biaya yang sudah kamu buat tersebut.
    Jangan sekali-kali kamu menggunakan dana yang sudah kamu alokasikan untuk membeli barang konsumtif dan tidak penting. Contohnya seperti membeli perlengkapan dan peralatan kantor yang fungsinya kurang bermanfaat.
    Selain itu, kamu juga harus menghemat pengeluaran agar anggaran untuk tahun berikutnya tidak mengalami defisit akibat kerugian.
  1. Memproyeksikan Laba dan Rugi
    Kamu boleh membuat estimasi perputaran modal, estimasi laba rugi, analisa pasar, hingga pengeluaran di awal perencanaan keuangan bisnis startup. Tujuannya yaitu untuk mengetahui besaran laba yang kamu inginkan.
    Di awal perencanaan keuangan, kamu juga harus sudah tahu berapa harga jual produk yang akan dipasarkan. Kemudian silahkan bandingkan perkiraan omzet dengan harga pokok penjualan dan juga berapa biaya operasionalnya.  Setelah itu, tetapkan berapa persen harga penjualan produk.

digibank KTA: Solusi untuk Mengembangkan Bisnis Startup

Seperti yang kami jelaskan di paragraf awal, pinjaman kilat merupakan salah satu sumber pendanaan untuk bisnis startup. Khususnya  produk KTA atau kredit tanpa agunan yang menawarkan sistem pengajuan pinjaman tanpa ribet.

digibank KTA adalah solusi yang tepat untuk menjaga cash flow agar tetap seimbang. Terutama untuk kamu yang ingin membutuhkan suntikan dana saat akan mengembangkan bisnis startup.

Salah satu produk digibank KTA terbaik adalah aplikasi digibank by DBS. Melalui aplikasi dari DBS tersebut, kamu bisa mengajukan pinjaman kilat, KTA secara online tanpa perlu menyediakan berkas-berkas fisik.

Kelebihan Aplikasi digibank KTA by DBS

DBS Indonesia berkomitmen menghadirkan digibank sebagai digital banking terbaik. Aplikasi digibank by DBS menawarkan produk pengajuan kredit online dengan benefit sebagai berikut:

  1. Suku Bunga Kompetitif
    Bunga pinjaman rendah sangat cocok sekali untuk suntikan modal bisnis startup. digibank KTA dari DBS ini menawarkan suku bunga rendah mulai dari 0,95%. Dengan begitu, jumlah pengembalian pinjaman pun jauh lebih ringan.
  1. Tenor Panjang
    Kamu bisa memilih tenor hingga 36 bulan lamanya. Itu artinya, selain suku bunganya rendah, masa tenor yang bisa kamu pilih pun tergolong panjang. Artinya angsuran yang kamu bayar pun relatif lebih ringan.
  1. Proses Pengajuan Anti Ribet
    Kamu tidak perlu mempersiapkan berkas-berkas fisik saat pengajuan digibank KTA. Proses pengajuan pun bisa kamu lakukan secara online baik melalui aplikasi digibank by DBS maupun website official DBS. Bahkan DBS pun menyediakan layanan 24 jam penuh.
  1. Proses Approval Super Cepat
    Setelah kamu melengkapi data diri melalui aplikasi atau website, kamu hanya perlu menunggu 60 detik saja untuk proses approval. Sangat cepat, bukan?
  1. Plafon Pinjaman Tinggi
    Aplikasi digibank by DBS menawarkan pinjaman kilat dengan dana pencairan pinjaman hingga Rp80.000.000. Silahkan kamu sesuaikan dengan kebutuhan modal yang diinginkan.

Persyaratan Pengajuan digibank KTA

Bagi kamu yang ingin mengajukan pinjaman kilat digibank KTA dari DBS, silahkan ketahui terlebih dahulu persyaratannya. Bagi yang belum tahu, berikut sudah kami rangkum syarat-syaratnya di bawah ini:

  • Sudah memiliki e-KTP dan NPWP.
  • WNI dengan usia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun, atau maksimal 60 tahun pada saat pelunasan kredit.
  • Berprofesi sebagai karyawan, wiraswasta, atau profesional dengan minimum penghasilan Rp.10.000.000.
  • Sebaiknya sudah memiliki kartu kredit di bank lain.
  • Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Semarang dan Surabaya.

Cara Pengajuan Pinjaman digibank KTA

Pengajuan kredit online pada aplikasi digibank by DBS sangat mudah dengan proses yang cepat. Berikut sudah kami rangkum langkah-langkahnya di bawah ini:

  • Pasang aplikasi digibank by DBS yang sudah tersedia untuk handphone dengan sistem operasi Android maupun iOS (iPhone). Selain itu juga bisa melalui go.dbs.com/kta.
  • Klik atau pilih menu “Personal Loan” pada aplikasi maupun website.
  • Lengkapi data diri atau registrasi dengan menggunakan nomor kartu kredit digibank yang sudah kamu miliki.
  • Silahkan apply digibank KTA melalui aplikasi maupun website.
  • Pilih jumlah pinjaman sesuai dengan kebutuhan modal usaha kamu.
  • Pilih juga tenor pinjaman yang tersedia hingga 36 bulan angsuran dan isi data singkat.
  • Setelah semua langkah-langkah di atas selesai, dana akan langsung cair ke rekening tabungan digibank kamu secara real time.

digibank KTA merupakan pinjaman yang cocok untuk suntikan dana bisnis startup kamu. Dengan proses pinjaman yang cepat, kamu bisa mendapatkan modal kapan saja sehingga bisa langsung digunakan untuk mengembangkan usaha.

Tertarik untuk mengajukan pinjaman kilat cepat cair dari digibank KTA? Yuk, langsung pasang aplikasi digibank by DBS sekarang juga! 

 

Download Now Buat yang belum memiliki Aplikasi digibank by DBS

 

Terima kasih atas masukan Anda yang berharga

Apakah informasi ini bermanfaat bagi Anda?

Terima kasih atas masukan Anda yang berharga
Apakah informasi ini membantu Anda?
Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini Anda alami
Berikan kami masukan untuk kemajuan halaman ini
Mohon hanya menggunakan a-z,A-Z,0-9,@!$-(),.

Terima kasih! Kami menghargai umpan balik Anda.

Bagaimana Anda menilai halaman ini?

Masalah apa yang Anda hadapi hari ini?

500

Harap masukkan hanya a-z, A-Z, 0-9, @!? $ & - () ',. /