Selain desain interior bergaya minimalis, desain interior bergaya Skandinavia atau scandinavian interior merupakan salah satu konsep interior paling populer terutama di kalangan milenial. Secara konsep, banyak orang tertarik untuk mengaplikasikan gaya ini di rumahnya karena penampilannya yang sederhana dan elegan.
Selain itu, disadari atau tidak, makin populernya brand IKEA sebagai retailer furniture dan perabotan rumah juga ikut mengerek popularitas desain interior ini di kalangan masyarakat, terutama yang berasal dari kalangan menengah keatas.
Less is more. Itulah kalimat sakti yang menjadi ruh dari desain-desain interior yang bergaya Skandinavia. Konsep ini juga berlaku untuk konsep pemilihan warnanya. Kalau kamu perhatikan, desian interior Skandinavia lebih suka menggunakan warna-warna yang tidak mencolok, dan malah cenderung menggunakan warna-warna yang terkesan natural seperti putih, abu-abu, krem dan coklat. Warna-warna ini dipilih karena mampu menampilkan kesan alami yang kuat.
Selain itu, ciri utama lain dari gaya interior Skandinavia adalah memiliki area bukaan yang luas. Dari segi tata ruang, konsep Less is more diterjemahkan sebagai penggunaan furniture yang tidak banyak namun fungsional. Tata letak dari furniture diatur sedemikian rupa agar membutuhkan sedikit sekat-sekat yang membagi ruangan dalam rumah. Hal ini lalu memungkinkan penggunaan jendela besar memungkinkan cahaya matahari dapat masuk secara sempurna ke dalam rumah dan sirkulasi udara pun akan terasa sangat maksimal.
Rumah dengan desain interior bergaya Skandinavia memang memberi kesan lapang, bersih dan rapi pada rumah. Penggunaan perabot-perabot yang terlalu banyak sangat tidak dianjurkan kalau kamu mau merenovasi rumahmu dengan gaya ini. Namun, hal ini tidak berarti kalau biaya renovasi rumah bergaya Skandinavia akan lebih murah dari desain interior dengan gaya yang lain.
Sebaliknya, penggunaan tata letak yang maksimal seringkali membuatmu harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli perabot-perabot rumah dengan desain-desain yang tidak konvensional yang which is akan berharga lebih mahal.
Tapi kamu tidak perlu khawatir, karena ada digibank KTA dari digibank by DBS yang siap menjadi solusi buat kebutuhanmu itu.
Buat kamu yang belum tahu, DBS Indonesia berkomitmen menghadirkan digibank sebagai digital banking terbaik. Oleh karena itu, digibank KTA hadir demi menyediakan Pinjaman dengan proses yang mudah dan cepat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhanmu, termasuk untuk merenovasi rumahmu tadi.
digibank KTA yang hadir dengan berbagai keuntungan menarik. Pertama adalah simplicity atau kemudahan pengajuannya. Untuk pengajuan pinjaman online cepat ini kamu hanya perlu apply lewat website go.dbs.com/kta atau aplikasi digibank by DBS. Karena bisa melalui website atau aplikasi, proses pendaftaran online ini bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.
Setelah melakukan proses pengajuan yang mudah dan tidak ribet, waktu yang dibutuhkan sampai pinjaman online-mu disetujui juga cepat. Kamu hanya perlu menunggu selama 60 detik saja, dan kamu sudah bisa mengetahui status pinjaman online yang tadi kamu ajukan.
Sangat cepat dan mudah, bukan? Tapi bukan cuma itu saja kelebihannya. Kalau pengajuan pinjaman-mu sudah disetujui, dana pinjaman juga bisa langsung cair ke rekening digibank by DBS-mu hingga Rp 80 juta. Pinjaman dari digibank KTA ini juga hadir dengan bunga yang sangat kompetitif mulai dari 0,95% saja.
Yang terakhir sekaligus yang terpenting, pinjaman online yang disediakan oleh digibank KTA ini sudah terdaftar OJK, sehingga dijamin aman dan terpercaya.
Lalu apa saja syarat dan dokumen-dokumen pendukung yang kamu butuhkan untuk mengajukan pinjaman ini?
Mudah saja. Untuk syarat pengajuan digibank KTA, Anda perlu melengkapi dokumen serta persyaratan di bawah ini:
- Memiliki e-KTP (bukan KTP biasa)
- Memiliki NPWP
- Berprofesi tetap (profesional, karyawan, atau wirausaha)
- Minimal berpenghasilan Rp3 juta/bulan
- Memiliki kartu kredit aktif dari bank lainnya
- Usia minimal pengajuan kredit adalah 21 tahun
- Usia maksimal saat kredit lunas adalah 60 tahun
- Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya dan Semarang



