Ketahui Hal Ini Sebelum Memilih Investasi Obligasi

Ketahui Hal Ini Sebelum Memilih Investasi Obligasi

Pengalaman saat menghadapi masa sulit ketika pandemi seperti saat virus corona atau covid-19 merebak mengajarkan banyak orang tentang pentingnya berinvestasi. Dengan berinvestasi kamu tidak perlu khawatir dalam menghadapi situasi krisis karena memiliki dana cadangan yang bisa dimanfaatkan. Berinvestasi juga memberi kesempatan untuk memperoleh sumber daya modal yang lebih besar.

Salah satu instrumen investasi yang makin digemari saat ini adalah investasi obligasi. Selain dianggap aman dan terpercaya, investasi obligasi juga dikenal memberi nilai tambah yang cukup signifikan dari aset yang telah ditanamkan.

Untuk kamu yang baru mulai atau baru berencana menjajal instrumen investasi obligasi tak perlu ragu. Yuk cari tahu beberapa hal mengenai investasi obligasi agar kamu semakin yakin untuk memulai berinvestasi obligasi.

Mengenal Obligasi

Obligasi atau bonds merupakan istilah dalam pasar modal yang digunakan untuk menyebut surat pernyataan utang yang diterbitkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi.  Obligasi biasanya diterbitkan oleh pihak tertentu baik perseorangan, korporasi atau pemerintah dengan imbal janji pengembalian sejumlah utang pokok ditambah bunga hasil pengembangan usaha.

Investasi obligasi menyasar tujuan finansial jangka menengah dan jangka panjang karena jatuh tempo pengembalian modal yang cukup panjang dimulai dari 1 tahun hingga 10 tahun. Semakin lama jatuh tempo yang dijanjikan, besarnya uang yang dikembalikan akan lebih besar pula.

Perusahaan atau perseorangan biasanya menerbitkan obligasi untuk mendapatkan tambahan dana segar. Sedangkan pemerintah mengeluarkan obligasi untuk tambahan pembiayaan suatu proyek pembangunan. Obligasi pemerintah (government bonds) bisa juga digunakan mengatasi defisit APBN seperti saat menghadapi krisis keuangan akibat pandemi corona beberapa waktu lalu.

Jenis Obligasi

Terdapat beberapa jenis obligasi yang bisa dipilih sebagai instrumen investasi. Secara umum pembagian obligasi terdiri dari dua kelompok utama yaitu berdasarkan jenis pembeli dan berdasarkan jenis akad.

  1. Berdasarkan jenis pembeli

    Berdasarkan jenis pembelinya, obligasi dibagi atas dua yaitu obligasi ritel dan obligasi non ritel. Pada obligasi ritel maka penerbitan surat utang atau Initial Public Offering (IPO) dilakukan oleh Penerbit obligasi (issuer) kepada Investor di Primary Market. Sedangkan pada obligasi non-ritel, penjualan dilakukan di Secondary Market setelah IPO dilaksanakan.

  2. Berdasarkan jenis akad

    Berdasarkan jenis akad obligasi dibagi dua yaitu konvensional yang biasa disebut obligasi dan akad syariah yang biasa disebut Sukuk. Kedua jenis akad ini bisa ditemukan pada obligasi pemerintah maupun korporasi

Jenis Transaksi

Dalam investasi obligasi, para investor yang membeli Obligasi akan menerima pembayaran kupon dalam jumlah tertentu secara reguler. Transaksi bisa dilakukan di primary market lewat penawaran umum, atau bisa juga obligasi non ritel di pasar sekunder. Di pasar sekunder harga obligasi yang ditawarkan bervariasi, tergantung market yang dipilih.

Saat ini produk obligasi yang tersedia di pasar sekunder adalah seri FR dan INDON. FR merupakan seri obligasi Negara dengan mata uang IDR Konvensional. Beberapa seri Obligasi FR yang kini tersedia di pasar adalah FR 64, FR 72, FR 79. FR 80, dan FR 82 dengan jatuh tempo dari 2028 hingga 2036. Sedangkan INDON merupakan seri Obligasi Negara dengan mata uang USD yang saat ini tersedia berupa INDON 43, INDON 47N, INDON 49N, dan INDON 50 N dengan jatuh tempo hingga 2050.

Imbal Hasil

Investasi obligasi memberikan jangka waktu yang berbeda untuk pengembalian pokok dan imbal hasil. Waktu jatuh tempo investasi obligasi bervariasi mulai dari 1 tahun hingga 10 tahun atau bahkan lebih. Sebagai contoh, April 2020 lalu pemerintah Indonesia mengeluarkan surat berharga negara (SBN) dalam bentuk global bonds seri RI0470 dengan tenor selama 50 tahun.

Pada tanggal jatuh tempo Obligasi, Issuer atau penerbit obligasi akan membayar kembali 100% dari harga obligasi yang dibeli pada saat IPO ditambah dengan imbal hasil.

Investasi Online

Kemudahan berinvestasi obligasi kini bisa kamu rasakan dengan bertransaksi secara online melalui Aplikasi digibank by DBS. Aplikasi ini menyediakan fitur digibank secondary market (Obligasi Pasar Sekunder).  Dengan berinvestasi obligasi melalui aplikasi kamu akan menghemat waktu karena  semua proses bisa dilakukan secara penuh melalui online, mulai dari pembuatan SID, pemesanan, pembayaran dan penjualan kembali.

Lewat digibank by DBS kamu bisa mendapatkan berbagai seri obligasi yang terbilang lengkap dengan margin  kompetitif.  Kamu bisa mendapatkan obligasi baik seri FR maupun INDON dengan minimum pembelian yang sangat terjangkau mulai dari Rp 1 Juta. Dengan digibank by DBS, investasi obligasi kini bisa kamu lakukan dengan mudah dan nyaman.

Selain itu, kamu juga bisa terus mengakses berbagai informasi terkini mengenai pilihan investasi melalui aplikasi dan website digibank. Buat kamu yang belum memiliki aplikasinya, jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan berbagai kemudahan dengan mengunduh Aplikasi digibank by DBS melalui Google playstore.

Terima kasih atas masukan Anda

Apakah informasi ini bermanfaat?

Terima kasih atas masukan Anda
Bagaimana informasi ini membantu Anda?
Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini
Beri kami masukan untuk kemajuan halaman ini
Mohon hanya menggunakan a-z,A-Z,0-9,@!>$&-()',./

Terima kasih! Kami menghargai umpan balik Anda.

Bagaimana Anda menilai halaman ini?

Masalah apa yang Anda hadapi hari ini?

500

Harap masukkan hanya a-z, A-Z, 0-9, @!? $ & - () ',. /