Paylater untuk menjaga keseimbangan cash flow agar kesehatan finansial membaik. Cek selengkapnya di
01 Dec 2023

Cara Cek Kesehatan Finansial Pribadi

Paylater sampai saat ini menjadi salah satu metode transaksi yang diminati oleh banyak orang. Cara transaksi ini dianggap efektif untuk menjaga keseimbangan cash flow saat kamu punya banyak kebutuhan. Transaksi ini memungkinkan kamu untuk melakukan pembelian dengan metode cicilan yang terbilang ringan.

Bicara soal cash flow, kamu pasti tahu bahwa ini merupakan salah satu hal yang memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan keuanganmu. Cash flow ini merupakan arus kas yang menunjukkan jumlah uang masuk dan keluar. Jika keduanya seimbang berarti status keuanganmu bisa dinyatakan positif.

Indikator Keuangan yang Sehat

Semua orang pasti ingin memiliki kondisi keuangan yang sehat. Namun tidak semuanya bisa mencapai kondisi tersebut karena pengelolaan keuangan yang kurang tepat. Lalu, bagaimana dengan kondisi keuanganmu sendiri?

Kamu bisa mengetahui seperti apa status atau kondisi keuanganmu dengan melihat beberapa indikator. Berikut ini beberapa indikator keuangan sehat yang sebaiknya kamu capai agar bisa merdeka secara finansial.

● Sumber Penghasilan Jelas

Indikator yang pertama adalah adanya sumber penghasilan yang jelas. Coba lihat kembali dari mana sumber pemasukan yang kamu miliki. Apakah kamu memiliki sumber penghasilan yang jelas atau tidak dan berapa jumlahnya. Tanpa ada pemasukan, jelas kamu tidak bisa membuat anggaran dan memenuhi kebutuhan.

● Ada Anggaran Pengeluaran

Anggaran atau budgeting yang jelas juga menjadi indikator kondisi keuangan sehat. Tanpa disadari, banyak orang kesulitan mengatur keuangan mereka karena tidak ada anggaran yang jelas. Jika ada rencana anggaran pengeluaran yang pasti, maka pengelolaan keuangan lebih teratur dan cash flow juga lebih bagus.

● Kebutuhan Pokok Terpenuhi

Indikator berikutnya yang bisa kamu lihat adalah terpenuhinya kebutuhan pokok dalam hidupmu. Coba perhatikan kembali apakah kebutuhanmu sudah terpenuhi dengan baik atau belum. Jika belum, berarti ada hal yang salah dalam pengelolaan keuanganmu dan harus segera diperbaiki.

● Rasio Utang Positif

Boleh-boleh saja memiliki utang dalam hidup ini asalkan rasionya tetap positif. Pastikan agar rasio utangmu tidak lebih dari angka 30%. Misalnya, jika kamu punya penghasilan Rp9 juta maka cicilan utangmu tidak boleh lebih dari Rp3 juta. Jika lebih dari angka ini maka kamu harus waspada karena kondisi finansialmu kurang sehat.

● Tersedia Tabungan

Coba periksa apakah kamu sudah memiliki tabungan atau belum. Idealnya kamu perlu memiliki tabungan dengan jumlah 5 kali besaran pemasukan bulanan. Jika belum mencapai angka tersebut, maka lakukan upaya dengan menyisihkan pemasukan sedikit demi sedikit agar nilai tabungan bisa ideal.

● Ada Dana Darurat

Selain tabungan kamu juga harus memiliki dana darurat. Keberadaan dana darurat ini juga menjadi salah satu indikator bahwa kondisi finansialmu cukup sehat. Sama halnya seperti nilai tabungan, dana darurat ini juga punya nilai ideal. Paling tidak kamu perlu memiliki dana darurat sebanyak 6 -12 kali total pengeluaran.

Mengapa tabungan dan dana darurat ini perlu dibuat terpisah? Tujuan pemakaian dari dua alokasi dana tersebut berbeda. Dana darurat tentu saja dipersiapkan untuk menghadapi kebutuhan yang sifatnya mendadak atau darurat. Sedangkan tabungan bisa dipakai untuk memenuhi target finansial tertentu.

● Tersedia Aset Investasi

Status finansialmu jadi semakin sehat jika kamu juga memiliki aset investasi yang cukup. Aset investasi ini bisa disesuaikan dengan tujuan finansial yang ingin kamu capai. Tidak perlu terlalu memaksakan diri namun paling tidak kamu punya instrumen investasi untuk diandalkan di masa depan.

Cara Mengecek Keuangan Pribadi

Penting sekali bagi kamu untuk selalu mengecek kondisi keuangan pribadi. Tujuannya untuk mengetahui apakah kondisi keuanganmu sudah cukup baik atau belum. Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengecek keuangan pribadi:

● Cek Kesehatan Cash Flow

Pertama-tama kamu bisa mengecek kondisi cash flow atau arus kas keuanganmu. Saat arus kasmu sehat, maka akan tampak ada surplus dari hasil pengurangan pemasukan dan pengeluaran. Total nilainya kurang lebih 10% dari nominal penghasilan yang kamu miliki.

Lain halnya jika pengeluaran ternyata lebih besar dari pemasukan. Ini berarti menunjukkan bahwa arus kasmu dalam kondisi minus dan kamu wajib waspada. Pastikan untuk segera melakukan perbaikan agar nilai arus kas bisa kembali normal dan seimbang.

● Hitung Nilai Utangmu

Jika kamu memiliki pinjaman atau utang, cobalah untuk memeriksa total utang yang kamu miliki. Pastikan bahwa nilai cicilan yang harus kamu tanggung tidak lebih dari 30% nilai total pemasukan. Tadi sudah dibahas sebelumnya mengenai rasio utang positif sebagai salah satu indikator keuangan yang sehat.

● Periksa Aset Investasimu

Kamu bisa mengetahui seperti apa status keuanganmu dengan melihat seberapa banyak aset investasi yang kamu miliki. Nilai investasi paling tidak 50% dari total keseluruhan aset yang kamu punya. Tentu akan jauh lebih bagus jika nilai investasimu lebih besar lagi dari angka ini.

● Hitung Saving Ratio

Kamu juga bisa menghitung saving ratio untuk mengetahui status keuanganmu. Rasio ini akan menunjukkan berapa banyak dana yang sudah kamu tabung dan apakah sudah sesuai dengan kemampuan keuanganmu saat ini.

Kamu bisa membagi nilai tabungan dalam satu tahun dengan jumlah pendapatan tahunan dan dikali 100%. Minimal nilai saving ratio ini adalah 10%, jika kurang dari angka tersebut maka kamu perlu mengevaluasi dan mengalokasikan dana lebih banyak untuk ditabung.

● Hitung Nilai Utang yang Belum Terbayar

Cara lain yang juga bisa kamu lakukan adalah menghitung nilai utang yang belum terbayarkan. Nilai utang di sini sangat bervariasi mulai dari pinjaman pokok, cicilan kartu kredit, maupun cicilan dari paylater. Dalam kondisi normal dan keuangan yang sehat, nilai utang yang belum terbayar ini harus di bawah 50% dari total aset.

Apa yang harus dilakukan jika ternyata kondisi keuanganmu kurang begitu bagus? Cobalah untuk mulai memperbaiki anggaran pengeluaranmu. Pangkas berbagai jenis pengeluaran yang konsumtif dan selesaikan masalah utang yang belum terbayarkan. Selanjutnya kamu bisa memperbaiki arus kas atau cash flow agar lebih seimbang.

Dalam menjaga cash flow ini, kamu bisa coba menggunakan skema beli sekarang bayar nanti yang menjadi pilihan cicilan dari Kartu Kredit digibank, mungkin saja banyak layanan paylater terbaik lainnya, tapi apakah memiliki ragam pilihan cicilan yang bisa dengan mudah kamu monitor dan akses?

Melalui layanan ini kamu bisa membeli beragam jenis produk dan belanja kebutuhan dengan metode cicilan yang menguntungkan. Kamu bisa mencicil total transaksi sesuai kemampuan sehingga pengeluaran tidak langsung dalam nominal besar.

Proses pengajuan Kartu Kredit digibank mudah hanya 60 detik aja, dan kamu bisa gunakan untuk membeli tablet untuk design dengan digibank Pay Later, karena ada pilihan cicilan 0% hingga 24 bulan atau cicil ringan hingga 60 bulan. Kamu juga bisa ubah cicilan dan monitor tagihan dari mana saja selama 24/jam.

Tunggu apa lagi? Layanan paylater dari digibank by DBS ini bisa kamu manfaatkan sebaik mungkin untuk menjaga stabilitas pengeluaran dan cash flow. Langsung saja klik di sini agar kamu bisa mendapatkan informasi lebih lengkap tentang layanan tersebut.